Breaking

Kamis, 10 Januari 2013

Januari 10, 2013

... KISAH SEORANG PEMUDA YANG SELALU MEMBACA SHALAWAT UNTUK BAGINDA NABI SAW ...

... KISAH SEORANG PEMUDA YANG SELALU MEMBACA SHALAWAT UNTUK BAGINDA NABI SAW ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Pada suatu ketika, di musim haji, Sufyan ats-Tsauri tengah melaksanakan thawaf di Baitullah. Ketika itu Sufyan melihat seorang lelaki yang selalu membaca shalawat setiap ia melangkahkan kaki.

Sufyan lalu menghampiri laki-laki tersebut, dan menegurnya, "Wah, kalau begini anda telah meninggalkan bacaan tasbih dan tahlil. Anda hanya terfokus pada shalawat untuk nabi SAW saja. Apa alasan anda melakukan amalan ini?"

Laki-laki itu kemudian balik bertanya kepada Sufyan, "Siapakah anda ini? Semoga Allah memberikan anda karunia kesehatan dan keselamatan!"

Sufyan menjawab, "Aku Sufyan ats-Tsauri."

Laki-laki itu berkata, "Baiklah, akan saya ceritakan kisah saya. Andaikata tidak karena anda adalah orang luar biasa di masa ini, niscaya saya tidak akan menceritakan karunia yang dianugerahkan kepada saya, dan niscaya saya tidak akan membuka rahasia yang diberikan Allah pada saya."

Kemudian laki-laki itu berkisah, "Pada suatu hari, saya dan ayah saya pergi untuk menunaikan ibadah haji. Di tengah perjalanan, ayah saya mengalami sakit, maka saya berhenti dulu untuk mengobatinya. Lalu di suatu malam yang memilukan, ayah saya meninggal dunia dengan wajah yang menghitam legam.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, ayahku telah meninggal dengan wajah yang menghitam, ujar saya dalam hati. Saya merasa sangat sedih sekali menyaksikan keadaannya.

Lalu saya mengambil selembar kain dan menutupi wajahnya. Saya begitu larut dalam kesedihan dan terus memikirkan, apa yang akan dikatakan orang-orang jika melihat wajah ayah saya yang hitam legam. Dalam keadaan seperti itu, saya diserang kantuk dan jatuh tertidur.

Tiba-tiba saya bermimpi melihat seorang laki-laki yang sangat tampan, belum pernah saya melihat laki-laki setampan itu, seumur hidup saya.

Pakaiannya begitu bersih dan dari tubuhnya tercium aroma yang sangat harum, bukan seperti wewangian biasa. Kemudian laki-laki itu melangkah menuju jasad ayah saya dan membuka kain penutup wajahnya. Lalu laki-laki itu mengusapkan telapak tangannya ke wajah ayah saya. Maka tiba-tiba saja wajah ayah saya menjadi putih bersinar-sinar.

Ketika laki-laki itu hendak beranjak pergi, saya memegang bajunya dan bertanya, 'Wahai hamba Allah, siapakah anda, yang telah dikaruniai Allah untuk menyelamatkan ayah saya dan melenyapkan kegundahan di hati saya?'

Laki-laki itu lalu menjawab, "Tidakkah kamu mengenalku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah, yang mendapat wahyu Al Qur'an. Ketahuilah, ayahmu semasa hidupnya adalah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya. Akan tetapi, ia banyak membaca shalawat untukku.

Ketika kematian menghampirinya, ia meminta pertolonganku. Aku banyak menolong orang yang banyak membaca shalawat untukku." Kemudian saya bangun dan melihat wajah ayah saya yang telah menjadi putih bersinar."

(Afdhalish Shalawat Alaa Sayyidis Saadat, Yusuf An-Nabhani).

Subhanallah ..!

Allahumma Shalli wa Sallim 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Ali Sayyidina Muhammad ...

Wallahu A'lam bishawab ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Januari 10, 2013

... MEMBAKAR IBLIS ...

... MEMBAKAR IBLIS ...

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Rekreasi ilmiah ini dilakukan sekelompok siswi dan para guru wanita menuju salah satu desa untuk menyaksikan tempat-tempat bersejarah. Ketika bus yang dinaiki telah sampai, mereka melihat desa itu seakan terasing dari daerah lain, dan kelebihannya memang daerahnya terpencil dan penduduknya sedikit.

Para siswi dan guru mulai turun dari bus dan mulai menyaksikan situs-situs bersejarah. Mereka menulis sebagian yang mereka saksikan, dan pada awalnya mereka saling berkumpul satu dengan yang lainnya untuk menyaksikan pemandangan. Setelah beberapa jam para siswi tersebut masing-masing berpencar untuk mencari tempat yang menakjubkan, lalu berdiam di situ.

Ada satu siswi yang bersemangat sekali untuk menulis situs-situs itu dengan seksama. Tanpa terasa ia menjauh dari teman-temannya. Setelah beberapa lama para siswi dan para guru kembali menaiki bus. Karena kurangnya penataan, para guru mengira semua siswi telah menaiki bus.

Tetapi satu siswi tadi masih tertinggal di sana, dan teman-temannya telah meninggalkannya. Ketika waktu semakin sore, siswi tersebut kembali ke tempat semula. Tetapi ia lihat tempat itu telah sepi, tidak ada seorang pun selain dirinya.

Ia memanggil dengan sekuat suaranya tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan menuju desa terdekat dengan harapan ia mendapatkan sarana untuk dapat kembali ke kotanya.

Setelah melakukan perjalanan yang panjang sembari menangis tiba-tiba ia melihat gubuk terpencil. Ia pun mengetuk pintu. Ternyata yang keluar adalah pemuda yang usianya mendekati dua puluh tahun membukakan pintu untuknya. Pemuda itu terkejut dan berkata, “Engkau ini siapa?”

Ia menjawab, “Aku seorang siswi yang datang ke sini bersama dari sekolah. Tetapi mereka meninggalkanku sendirian, aku tidak tahu jalan pulang.”

“Sesungguhnya engkau berada di desa terasing. Sedangkan desa yang engkau kehendaki berada di arah utara, sedangkan engkau berada di arah selatan, sedangkan disana tidak ada seorang pun yan tinggal.”

Ia meminta siswi itu untuk masuk ke gubuknya dan bermalam di situ sampai masuk waktu pagi sehingga mudah untuk mencari transportasi menuju kotanya. Ia mempersilahkan si gadis untuk tidur di atas tempat tidurnya sedangkan ia sendiri akan tidur di atas tanah di sudut kamar.

Pemuda itu mengambil kain dan digantungkan pada tali sekeliling kamar tidur agar tertutup dari arah kamar lainnya. Si siswi pun merebahkan tubuhnya dengan rasa takut. Ia pun menyelimuti seluruh tubuhnya kecuali dua matanya yang mencoba memperhatikan apa yang dilakukan si pemuda.

Si pemuda sedang duduk di pojok kamar dengan buku di tangannya. Tiba-tiba ia meletakkan buku dan melihat ke lilin yang berada di depannya. Setelah itu ia meletakkan jempolnya di atas lilin selama sekitar lima belas menit sehingga membakarnya. Ia kemudian melakukan hal yang sama terhadap semua jemarinya.

Si gadis senantiasa mengawasinya. Ia menangis tertahan karna takut jika pemuda itu hendak berbuat sesuatu dan dikira ia mengikuti aliran sekte tertentu. Keduanya tidak dapat tidur sama sekali sampai pagi.

Kemudian paginya pemuda tersebut mengantarkan si gadis samapai ke rumahnya. Gadis tersebut menceritakan pengalamannya bersama pemuda tersebut kepada kedua orang tuanya. Tetapi si ayah tidak percaya terhadap cerita tersebut mengingat putrinya sedang sakit karna ketakutan dengan peristiwa yang dialaminya.

Si ayah pun pergi menemui pemuda tersebut dan mengaku sebgai musafir, dan memintanya untuk menunjukan jalan. Si ayah memperhatikan jemari si pemuda yang keduanya di perban. Si ayah bertanya tentang jemarinya.

Pemuda itu menjawab “Dua malam yang lalu telah datang kepadaku seorang gadis cantik. Ia tidur dirumahku. Sedangkan setan mengodaku. Aku khawatir terjerumus ke dalam dosa atau ke bodohan. Maka aku putuskan untuk membakar jemariku satu demi satu, agar syahwat setan ikut terbakar bersamanya sebelum Iblis memperdayaku. Hasrat untuk berbuat tidak senonoh terhadap si gadis lebih berat rasanya dari pada sakitnya jari saat terbakar.”

Ayah si gadis kagum dengan keteguhan pemuda tadi. Beliau pun mengundangnya ke rumah. Ia memutuskan untuk menikahkannya dengan putrinya, sedangkan si pemuda belum tahu bahwa calon istrinya tadi adalah si gadis cantik yang pernah bersamanya.

Setelah ia berhasil menghindari perbuatan haram bersama si gadis pada malam itu, maka diganti dengan keberuntungan memilikinya selama hidupnya.

"Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan mengganti bagimu denga sesuatu yang lebih baik dari apa yang kamu tinggalkan."(HR. Ahmad )

Wallahu A'lam bishawab ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
--------------- --------------- --------------- ---
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahum ma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....
Januari 10, 2013
... MEMBAKAR IBLIS ...

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Rekreasi ilmiah ini dilakukan sekelompok siswi dan para guru wanita menuju salah satu desa untuk menyaksikan tempat-tempat bersejarah. Ketika bus yang dinaiki telah sampai, mereka melihat desa itu seakan terasing dari daerah lain, dan kelebihannya memang daerahnya terpencil dan penduduknya sedikit.

Para siswi dan guru mulai turun dari bus dan mulai menyaksikan situs-situs bersejarah. Mereka menulis sebagian yang mereka saksikan, dan pada awalnya mereka saling berkumpul satu dengan yang lainnya untuk menyaksikan pemandangan. Setelah beberapa jam para siswi tersebut masing-masing berpencar untuk mencari tempat yang menakjubkan, lalu berdiam di situ.

Ada satu siswi yang bersemangat sekali untuk menulis situs-situs itu dengan seksama. Tanpa terasa ia menjauh dari teman-temannya. Setelah beberapa lama para siswi dan para guru kembali menaiki bus. Karena kurangnya penataan, para guru mengira semua siswi telah menaiki bus.

Tetapi satu siswi tadi masih tertinggal di sana, dan teman-temannya telah meninggalkannya. Ketika waktu semakin sore, siswi tersebut kembali ke tempat semula. Tetapi ia lihat tempat itu telah sepi, tidak ada seorang pun selain dirinya.

Ia memanggil dengan sekuat suaranya tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan menuju desa terdekat dengan harapan ia mendapatkan sarana untuk dapat kembali ke kotanya.

Setelah melakukan perjalanan yang panjang sembari menangis tiba-tiba ia melihat gubuk terpencil. Ia pun mengetuk pintu. Ternyata yang keluar adalah pemuda yang usianya mendekati dua puluh tahun membukakan pintu untuknya. Pemuda itu terkejut dan berkata, “Engkau ini siapa?”

Ia menjawab, “Aku seorang siswi yang datang ke sini bersama dari sekolah. Tetapi mereka meninggalkanku sendirian, aku tidak tahu jalan pulang.”

“Sesungguhnya engkau berada di desa terasing. Sedangkan desa yang engkau kehendaki berada di arah utara, sedangkan engkau berada di arah selatan, sedangkan disana tidak ada seorang pun yan tinggal.”

Ia meminta siswi itu untuk masuk ke gubuknya dan bermalam di situ sampai masuk waktu pagi sehingga mudah untuk mencari transportasi menuju kotanya. Ia mempersilahkan si gadis untuk tidur di atas tempat tidurnya sedangkan ia sendiri akan tidur di atas tanah di sudut kamar.

Pemuda itu mengambil kain dan digantungkan pada tali sekeliling kamar tidur agar tertutup dari arah kamar lainnya. Si siswi pun merebahkan tubuhnya dengan rasa takut. Ia pun menyelimuti seluruh tubuhnya kecuali dua matanya yang mencoba memperhatikan apa yang dilakukan si pemuda.

Si pemuda sedang duduk di pojok kamar dengan buku di tangannya. Tiba-tiba ia meletakkan buku dan melihat ke lilin yang berada di depannya. Setelah itu ia meletakkan jempolnya di atas lilin selama sekitar lima belas menit sehingga membakarnya. Ia kemudian melakukan hal yang sama terhadap semua jemarinya.

Si gadis senantiasa mengawasinya. Ia menangis tertahan karna takut jika pemuda itu hendak berbuat sesuatu dan dikira ia mengikuti aliran sekte tertentu. Keduanya tidak dapat tidur sama sekali sampai pagi.

Kemudian paginya pemuda tersebut mengantarkan si gadis samapai ke rumahnya. Gadis tersebut menceritakan pengalamannya bersama pemuda tersebut kepada kedua orang tuanya. Tetapi si ayah tidak percaya terhadap cerita tersebut mengingat putrinya sedang sakit karna ketakutan dengan peristiwa yang dialaminya.

Si ayah pun pergi menemui pemuda tersebut dan mengaku sebgai musafir, dan memintanya untuk menunjukan jalan. Si ayah memperhatikan jemari si pemuda yang keduanya di perban. Si ayah bertanya tentang jemarinya.

Pemuda itu menjawab “Dua malam yang lalu telah datang kepadaku seorang gadis cantik. Ia tidur dirumahku. Sedangkan setan mengodaku. Aku khawatir terjerumus ke dalam dosa atau ke bodohan. Maka aku putuskan untuk membakar jemariku satu demi satu, agar syahwat setan ikut terbakar bersamanya sebelum Iblis memperdayaku. Hasrat untuk berbuat tidak senonoh terhadap si gadis lebih berat rasanya dari pada sakitnya jari saat terbakar.”

Ayah si gadis kagum dengan keteguhan pemuda tadi. Beliau pun mengundangnya ke rumah. Ia memutuskan untuk menikahkannya dengan putrinya, sedangkan si pemuda belum tahu bahwa calon istrinya tadi adalah si gadis cantik yang pernah bersamanya.

Setelah ia berhasil menghindari perbuatan haram bersama si gadis pada malam itu, maka diganti dengan keberuntungan memilikinya selama hidupnya.

"Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan mengganti bagimu denga sesuatu yang lebih baik dari apa yang kamu tinggalkan."(HR. Ahmad )

Wallahu A'lam bishawab ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
--------------- --------------- --------------- ---
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahum ma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....


Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Rekreasi ilmiah ini dilakukan sekelompok siswi dan para guru wanita menuju salah satu desa untuk menyaksikan tempat-tempat bersejarah. Ketika bus yang dinaiki telah sampai, mereka melihat desa itu seakan terasing dari daerah lain, dan kelebihannya memang daerahnya terpencil dan penduduknya sedikit.

Para siswi dan guru mulai turun dari bus dan mulai menyaksikan situs-situs bersejarah. Mereka menulis sebagian yang mereka saksikan, dan pada awalnya mereka saling berkumpul satu dengan yang lainnya untuk menyaksikan pemandangan. Setelah beberapa jam para siswi tersebut masing-masing berpencar untuk mencari tempat yang menakjubkan, lalu berdiam di situ.

Ada satu siswi yang bersemangat sekali untuk menulis situs-situs itu dengan seksama. Tanpa terasa ia menjauh dari teman-temannya. Setelah beberapa lama para siswi dan para guru kembali menaiki bus. Karena kurangnya penataan, para guru mengira semua siswi telah menaiki bus.

Tetapi satu siswi tadi masih tertinggal di sana, dan teman-temannya telah meninggalkannya. Ketika waktu semakin sore, siswi tersebut kembali ke tempat semula. Tetapi ia lihat tempat itu telah sepi, tidak ada seorang pun selain dirinya.

Ia memanggil dengan sekuat suaranya tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan menuju desa terdekat dengan harapan ia mendapatkan sarana untuk dapat kembali ke kotanya.

Setelah melakukan perjalanan yang panjang sembari menangis tiba-tiba ia melihat gubuk terpencil. Ia pun mengetuk pintu. Ternyata yang keluar adalah pemuda yang usianya mendekati dua puluh tahun membukakan pintu untuknya. Pemuda itu terkejut dan berkata, “Engkau ini siapa?”

Ia menjawab, “Aku seorang siswi yang datang ke sini bersama dari sekolah. Tetapi mereka meninggalkanku sendirian, aku tidak tahu jalan pulang.”

“Sesungguhnya engkau berada di desa terasing. Sedangkan desa yang engkau kehendaki berada di arah utara, sedangkan engkau berada di arah selatan, sedangkan disana tidak ada seorang pun yan tinggal.”

Ia meminta siswi itu untuk masuk ke gubuknya dan bermalam di situ sampai masuk waktu pagi sehingga mudah untuk mencari transportasi menuju kotanya. Ia mempersilahkan si gadis untuk tidur di atas tempat tidurnya sedangkan ia sendiri akan tidur di atas tanah di sudut kamar.

Pemuda itu mengambil kain dan digantungkan pada tali sekeliling kamar tidur agar tertutup dari arah kamar lainnya. Si siswi pun merebahkan tubuhnya dengan rasa takut. Ia pun menyelimuti seluruh tubuhnya kecuali dua matanya yang mencoba memperhatikan apa yang dilakukan si pemuda.

Si pemuda sedang duduk di pojok kamar dengan buku di tangannya. Tiba-tiba ia meletakkan buku dan melihat ke lilin yang berada di depannya. Setelah itu ia meletakkan jempolnya di atas lilin selama sekitar lima belas menit sehingga membakarnya. Ia kemudian melakukan hal yang sama terhadap semua jemarinya.

Si gadis senantiasa mengawasinya. Ia menangis tertahan karna takut jika pemuda itu hendak berbuat sesuatu dan dikira ia mengikuti aliran sekte tertentu. Keduanya tidak dapat tidur sama sekali sampai pagi.

Kemudian paginya pemuda tersebut mengantarkan si gadis samapai ke rumahnya. Gadis tersebut menceritakan pengalamannya bersama pemuda tersebut kepada kedua orang tuanya. Tetapi si ayah tidak percaya terhadap cerita tersebut mengingat putrinya sedang sakit karna ketakutan dengan peristiwa yang dialaminya.

Si ayah pun pergi menemui pemuda tersebut dan mengaku sebgai musafir, dan memintanya untuk menunjukan jalan. Si ayah memperhatikan jemari si pemuda yang keduanya di perban. Si ayah bertanya tentang jemarinya.

Pemuda itu menjawab “Dua malam yang lalu telah datang kepadaku seorang gadis cantik. Ia tidur dirumahku. Sedangkan setan mengodaku. Aku khawatir terjerumus ke dalam dosa atau ke bodohan. Maka aku putuskan untuk membakar jemariku satu demi satu, agar syahwat setan ikut terbakar bersamanya sebelum Iblis memperdayaku. Hasrat untuk berbuat tidak senonoh terhadap si gadis lebih berat rasanya dari pada sakitnya jari saat terbakar.”

Ayah si gadis kagum dengan keteguhan pemuda tadi. Beliau pun mengundangnya ke rumah. Ia memutuskan untuk menikahkannya dengan putrinya, sedangkan si pemuda belum tahu bahwa calon istrinya tadi adalah si gadis cantik yang pernah bersamanya.

Setelah ia berhasil menghindari perbuatan haram bersama si gadis pada malam itu, maka diganti dengan keberuntungan memilikinya selama hidupnya.

"Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan mengganti bagimu denga sesuatu yang lebih baik dari apa yang kamu tinggalkan."(HR. Ahmad )

Wallahu A'lam bishawab ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
--------------- --------------- --------------- ---
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahum ma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....
Januari 10, 2013

Renungan Islam | Nasehat Bagi yang Belum atau Sudah Menikah

Renungan Islam | Nasehat Bagi yang Belum atau Sudah Menikah

SEBUAH RENUNGAN Semoga bermanfaat.

Bismillahirrahmanir rahiim … Dengan kerendahan hati, mari kita simak pesan-pesan Al Qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya. Nasehat ini untuk semuanya. Baik untuk mereka yang telah memiliki arah. Bagi mereka yang belum punya arah. Atau bahkan yang tak punya arah sekalipun. Nasehat ini untuk semuanya. Semua yang ingin mendapat dan meraih kebaikan.

Nikah itu ibadah. Nikah itu suci … ingat itu. Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena keturunan, bisa karena kecantikan, ketampanan, dan bisa karena agama. Jangan engkau jadikan harta, kecantikan, dan keturunan sebagai alasan karena itu akan menyebabkan celaka. Jadika agama sebagai alasan. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan. Tak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta.

Namun, jika cinta engkau jadikan satu-satunya landasan, maka keluargamu akan rapuh. Mudah terombang-ambing dan hancur kemudian. Jadikanlah Allah sebagai landasan. Niscaya kau akan selamat. Tidak saja di dunia, tapi juga di akhirat. Jadikan ridho Allah sebagai tujuan. Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai. Insyaallah …….

Untuk calon suami yang sholih …

Jangan kau menginginkan menjadi raja dalam istanamu. Disambut isteri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan. Jika ini kaulakukan, istanamu tidak akan lanngeng. Lihatlah manusia teragung sepanjang sejarah, Muhammad SAW tidak marah ketika harus tidur di luar beralaskan sorban, karena sang isteri tidak mendengar kedatangan beliau. Tetap tersenyum, meski tak tersedia makanan di hadapan, ketika lapar. Menjahit bajunya yang robek ………..

Jangan engkau terlalu cinta pada isterimu. Jangan engkau terlalu menuruti isterimu. Jika itu engkau lakukan, akan celaka. Engkau tidak akan dapat melihat hitam dan putih, tidak akan dapat melihat benar dan salah. Lihatlah bagaimana Allah menegur Nabimu ketika mengharamkan apa yang telah Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan isteri. Tegaslah terhadap isterimu. Dengan cintamu ajaklah ia tata kepada Allah. Jangan biarkan ia dengan kehendaknya. Lihatlah isteri Nuh dan Luth. Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang. Isterimu bisa menjadi musuhmu. Didiklah isterimu. Jadikanlah ia sebagai Hajar, wanita utama yang setia terhadap tugas suami, Ibrahim. Jadikan ia sebagai Maryam. Wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya. Jadikan ia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi tugas suami, Muhammad SAW menerima tugas risalah. Isterimu adalah tanggung jawabmu. Jangan larang mereka untuk taat kepada Allah. Biarkan ia giat berdakwah kepada kaumnya untuk menyegerakan tegaknya kembali kalimah-Nya. Biarkan ia menjadi wanita yang sholehah yang senantiasa mengokohkan dakwahmu dan dakwahnya. Tegur ia tatkala ia lalai dalam melaksanakan amanahnya. Biarkan ia menjadi Hajar, Maryam atau bahkan Khodijah. Sungguh jangan kau belenggu dengan egomu.

Untuk calon isteri yang sholihah ……….

Jika engkau menjadi isteri, jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam istanamu. Disayang, dimanja dan dilayani oleh suamimu. Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu. Jika itu engkau lakukan, istanamu akan menjadi neraka bagimu. Jangan engkau paksa suamimu menurutimu. Jangan engkau paksa suamimu untuk melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya. Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami. Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa senantiasa menjaga kehormatannya.

Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami tercinta mejalankan misi dakwahnya. Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu. Jangan kau usik suamimu dengan tangismu. Jika itu kau salah gunakan, kecintaannya padamu yang begitu besar akan memaksanya menjadi pendurhaka. Jangan ………..

Untuk para Bapak …..

Jika kau menjadi bapak, jadilah bapak yang bijaksana layaknya Lukamnul Hakim. Jadilah Bapak yang tegas seperti Ibrahim. Jadilah Bapak yang dipenuhi kasih dan sayang seperti Muhammad SAW. Ajaklah anakmu mengenal Allah. Ajaklah anka, dan istrimu untuk senantiasa taat pada Allah. Jadikan ia sebagai Yusuf yang berbakti. Jadika ia setaat Ismail. Jangan jadikan ia sebagai Kan#8217;an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah. Mintalah kepada Allah agar mereka menjadi anak yang sholih dan senantiasa menjadi pejuang Islam.

Untuk para Ibu ……….

Jika kau menjadi ibu, jadilah kau ibu yang bijak, ibu yang teduh, yang bisa memberi keteduhan pada suami dan anak-anakmu. Bimbinglah anakmu dengan kasih sayangmu. Jadikan mereka mujahid. Jadikan mereka tentara-tentara Allah. Jangankan biarkan mereka larut dalam kmanjaan dan malas-malasan. Siapkan mereka menjadi anak yang shalih. Hamba yang shalih. Yang siap menegakkan risalah Islam.

:::::::::: Pernikahan laksana ajal, tak peduli siap Atau tidak, pada waktu yang telah ditentukan dia Akan datang menjemput seseorang untuk berpindah ke alam lain. Maka beruntunglah bagi siapa yang mempersiapkan diri.

Manusia Akhir Zaman

Untuk Suami Renungkanlah …

Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Isteri yang kamu nikahi tidak semulia Khadijah, tidak setaqwa Aisyah, pun tidak setabah Fatimah. Justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah … Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Isterimu menjadi tanah, kamu langit penaungnya. Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya. Isteri ibarat ternak, kamu penggembalanya.

Isteri adalah murid, kamu mursyidnya. Isteri bagaikan anak kecil,Kamu tempat bermanja dan berkeluhkesah ia. Dan ketika isteri menjadi racun, kamulah penawar bisanya. Seandainya isteri tulang yang bengkok maka berhati-hatilah meluruskannya … Pernikahan menginsyafkan kita perlunya

keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT. Karena memiliki isteri yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa. Kamu bukanlah Rasulullah SAW, pun bukan Sayyidina Ali

Karramallahuwajhah. Cuma suami akhir zaman yang mencoba untuk menjadi suami soleh. Amiin ………

Untuk Isteri Renungkanlah …

Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Suami yang menikahimu tidak semulia Muhammad SAW, tidak setaqwa Ibrahim, pun tidak setabah Ayub. Apalagi setampan Yusuf. Justru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh …

Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya. Suami adalah nahkoda kapal, dan kamu pengemudinya. Saat suami seorang raja, kamu dapat merasakan anggur singgasananya. Dan ketika suami menjadi racun, kamulah penawar bisanya. Sungguh , tatkala suami sebagai inti jantung keluarga, maka anti-lah rusuk pelindungnya. Seandainya suami bengis lagi lancang,

maka berhati-hatilah meluruskannya …

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT. Karena memiliki suami yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa. Kamu bukanlah Khadijah yang sempurna dalam menjaga, pun bukan Hajar yang setia dalam sengsara. Cuma wanita akhir zaman yang mencoba untuk menjadi istri salehah. Amiin ……… “Semoga Allah Mengumpulkan Yang Berserakan Dari Keduanya, Memberkati Mereka Berdua Dan Kiranya Allah Meningkatkan Kualitas Keturunan Mereka, Menjadikan Pembuka Pintu Rahmat, Sumber Ilmu Dan Nikmat Serta Rasa Aman Bagi Umat “ (Doa Rasulullah Saat Pernikahan Putrinya Fatimah Dengan Ali Bin Abi Thalib)
Januari 10, 2013

'DO'A MUSTAJAB SEORANG IBU PADA ANAKNYA''..

'DO'A MUSTAJAB SEORANG IBU PADA ANAKNYA''..

Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah.

Belum lagi datang para tamu menyantap makanan,tiba-ti ba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu.Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji.

Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya,sont ak beliau marah dan berkata,"idzhab ja'alakallahu imaaman lilharamain,"Pe rgi kamu...! Biar kamu jadi imam di Haramain...!"

Dan SubhanAllah,kin i anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram...!! Tahukah kalian,siapa anak kecil yang di do'akan ibunya saat marah itu...??

Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais,Imam Masjidil Haram yang nada
tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

Ini adalah teladan bagi para ibu,calon ibu,ataupun orang tua... hendaklah selalu mendo'akan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah.

Karena salah satu do'a yang tak terhalang adalah do'a orang tua untuk anak-anaknya.

Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendo'akan keburukan bagi anak-anaknya.Me ski dalam kondisi marah sekalipun.

"Janganlah kalian mendo'akan (keburukan) untuk dirimu sendiri,begitup un untuk anak-anakmu,pem bantumu,juga hartamu.
Jangan pula mendo'akan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana ALLAH mengabulkan do'a kalian..."(HR.A bu Dawud)

Sahabat ..ingat Ucapan adalah sebuah do'a..