Breaking

Senin, 11 Februari 2013

Februari 11, 2013

Bersabarlah..

Bersabarlah..

Masih banyak hal yang membuat kita bisa tertawa buatlah hati yang sekeping itu bergembira. Lihatlah burung itu, terbang tanpa beban, bernyanyi diatas awan jika semut yang kecil itu Allah kasihi. Apa lagi manusia tidak mungkin Allah meninggalkan kita.

Itulah kehidupan, tidak selamanya berjalan mulus, sesekali dia akan kandas. Namun kekandasan itu tidaklah menyebabkan kita berhenti melangkah. Yakinlah…Dia sedang merancanakan yang terbaik buat hamba-Nya, senyumlah…karena tersenyum menyegarkan kehidupan…

Terkadang, apa yang sudah direncanakan tidak terwujud, sebaliknya, Apa yang tak direncanakan malah dia wujud. Sikap terbaik dalam menghadapi hal ini adalah mengembalikan segala sesuatu, sepada Yang Maha Merencanakan, karena rencana-NYA adalah yang terbaik. Jangan berputus asa dari rahmat Allah, Karena Allah maha Pengasih

Permohonan itu tidak semestinya dikabulkan hari ini, tapi boleh jadi hari esok atau lusa atau mungkin dihari akhir nanti. Bersabarlah, karena Dia Maha Penyayang dan Maha mengetahui rahasia hati.''Terimah kasih sudah membaca ^^
Februari 11, 2013

♥ Hari kita adalah hari ini ♥

♥ Hari kita adalah hari ini ♥

"Wahai masa depan, yang masih berada dalam lingkar misteri, aku tidak akan pernah bergelut dengan mimpi-mimpi dan tidak akan pernah menjual diri untuk ilusi.

kita tidak usah memburu sesuatu yang belum tentu ada karena esok hari tidak berarti apa-apa, esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan, dan tidak pantas dikenang. Namun wajib untuk dipersiapkan"

"Hari kita adalah hari ini", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kesuksesan", kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang sukses dan menyenangkan.

Lantas harus bagaimanakah kita bersikap dalam menghadapi setiap masalah yang muncul pada hari ini? Hanya ada dua pilihan yang bisa kita ambil, dua pilihan yang akan menghasilkan dua hal yang bisa terjadi sangat bertolak belakang.

“Orang Sukses Selalu Kelebihan Satu Cara ,Orang Gagal Selalu Kelebihan Satu Alasan” “The Winner sees answer for every problem,The looser sees problem is every answer''.Terimakasih sudah membaca renungan singkat ini.
Februari 11, 2013

Hitung Kembali. Ambil Resiko, dan Raihlah

Hitung Kembali. Ambil Resiko, dan Raihlah

"Saat kita mengambil resiko, ada kemungkinan sangat nyata akan terjadinya kegagalan. Tetapi bila kita tidak mengambil resiko, kita sudah pasti gagal.

Memang, beberapa resiko tidak layak ditempuh, TAPI menghindari semua resiko, sama saja dengan menghindari hidup. Bangun pagi mengandung resiko. Pergi ke pasar mengandung resiko. Berkenalan mengandung resiko. Namun semua resiko ini masih cukup bernilai untuk ditempuh, karena resiko-resiko demikian mengikutkan imbalan yang berharga.

Mungkin kita akan mengambil suatu resiko, dan gagal. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti mengambil resiko. Belajarlah dari pengalaman dan maju terus. Waktu, kesempatan, dan sumber daya kita akan membusuk serta terbuang percuma bila kita digiring terus pada rasa takut kehilangan waktu dan kesempatan. Resiko terbesar adalah saat kita tidak berani ambil resiko.

Gunakan apa yang kita punya. Jangan biarkan takut akan resiko menjadi penyebab terbesar kegagalan kita. Hitung kembali. Ambil resiko, dan raihlah imbalan yang tersimpan di dalamnya.
Februari 11, 2013

♥ Karena Hidup Cuman Sekali ♥

♥ Karena Hidup Cuman Sekali ♥

Mari kita nikmati detik-demi detik seiring perjalanan waktu dengan senyum keikhlasan kita perbanyak ibadah dan beramal salih agar sang pencipta berkenan menempatkan kita ditempat mulia disisinya..

Yakinlah, bahwa kesadaran kita untuk menjadi hamba Allah SWT yang baik sesungguhnya mampu membuat kita selalu berfikir dengan tenang, arif, lembut dan teliti. dan bisa menjadikan kita untuk lebih menikmati hidup dan mengurai persoalan demi persoalan, yang pada akhirnya kita mendapat manfaat dan berkah dalam setiap langkah, lantas apa yang dimaksud dengan persoalan hidup?.

Sesungguhnya tergantung dari mana sisi pandang serta bagai mana mensikapinya. Sahabatku, sunggup Hidup yang kita jalani saat ini teramat singkat, mari sama-sama kita mengisinya dengan segala sesuatu yang benar-benar bermanfaat. Bukan cuman sekedar hidup dan numpang lewat saja.

Jika memang hanya ibarat mampir sejenak. Maka kita harus menjadikan tempat persinggahan ini menjadi sesuatu yang akan selalu diingat dan dikenang oleh dunia. Karena hidup yang kita jalani kini adalah cerminan akan menjadi apa kita kelak.

Yang diangankan dan yang dicita-citakan manusia adalah bahagia, selamat di dunia dan di akhirat. Dan yang ditakuti adalah persoalan. Padahal keduanya merupakan untaian setali tiga uang.

Satu keping uang yang bernilai sama, hanya berbeda gambaran. Apakah kamu akan mempersoalkan gambarnya..? Atau mencoba memanfaatkannya sesuai nilainya, untuk mencapai tujuan...?.

Dalam hidup ini semua orang mempunyai rencana dan kita berencana sambil menjalani rencana yang telah kita buat, dan Allah SWT saja yang memutuskan..

Dan hidup ini harus selalu bersyukur dan menerima apa yang ada.jangan sampai menjalani dengan salah atau yang enggak bermutu, karena hidup cuman sekali..

Semoga Renungan Hikmah Singkat ini bermanfaat buat kita semua, terimah kasih sudah membaca ^^
Februari 11, 2013

TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI AL-QUR'AN

TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI AL-QUR'AN

GOLONGAN MUKMIN
1. Alif Lam Mim
2. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yg bertakwa
3. (Yaitu) mereka yg beriman kepada yg gaib, yg mendirikan shalat dan yg menafkahkan sebagian rezeki yg Kami anugerahkan kepada mereka
4. Dan mereka yg beriman kepada Kitab (Al-Qur'an) yg telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yg telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat
5. Mereka itulah yg tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan mereka orang orang yg beruntung

GOLONGAN KAFIR
6. Sesungguhnya orang orang kafir sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan mereka tidak akan beriman
7. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup dan bagi mereka siksa yg amat berat

GOLONGAN MUNAFIK
8. Diantara manusia ada yg mengatakan "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian" padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang orang yg beriman
9. Mereka hendak menipu Allah dan orang orang beriman padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar
10. Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yg pedih disebabkan mereka berdusta
11. Dan bila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi", mereka menjawab, "Sesungguhnya, kami orang-orang yg mengadakan perbaikan"
12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang yg membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar
13. Apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang orang lain telah beriman", mereka menjawab, "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yg bodoh itu telah beriman?" ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yg bodoh, tetapi mereka tidak tahu
14. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yg beriman, mereka mengatakan, "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok"
15. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang ambing dalam kesesatan mereka
16. Mereka itulah orang-orang yg membeli kesesatan dengan petunjuk maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk
17. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yg menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah menghilangkan cahaya (yg menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, mereka tidak dapat melihat
18. Mereka tuli, bisu dan buta maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yg benar)
19. Atau seperti (orang-orang yg ditimpa) hujan lebat dari langit, disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yg kafir
20. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka, setiap kali kilat itu menyinari mereka. Mereka berjalan dibawah sinar itu dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu

(Q.S Al-Baqarah 1-20)