Januari 25, 2014
Sabtu, 25 Januari 2014
Januari 25, 2014
Mengganti Kata “Jangan”
Mengganti Kata “Jangan”
“Dahulu, aku adalah seorang anak kecil yang berada dalam asuhan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan tanganku bergerak ke
sana-sini mengambil makanan. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, ‘Wahai Anak Kecil, sebutlah nama
Allah (bacalah basmalah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah
makanan yang berada di dekatmu.’ Kemudian, aku tidak pernah lagi makan
seperti saat itu.” (HR. Bukhari, juz 5, hlm. 2056, Shahih Al-Bukhari;
dinilai sahih oleh Al-Albani)
mengganti-kata-jangan
Cukup sekali googling dengan kata kunci “kata jangan pada anak”, kita
bisa mendapat begitu banyak tulisan yang menasihatkan para orang tua
untuk menghindari penggunaan kata “jangan” kepada anak. Alasan yang
diuraikan pun beragam: dengan kata “jangan”, anak menjadi tidak paham
tentang perbuatan yang seharusnya dia lakukan; anak malah akan balik
bertanya “kenapa tidak boleh”; dan berbagai alasan lainnya.
Meski sudah memiliki segudang referensi semisal itu, apakah kita pernah
sadar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebenarnya sudah
jauh hari mengajarkan kita tentang konsep ini?
Jika kita
perhatikan penuturan ‘Umar bin Abi Salamah di awal tulisan ini, kita
bisa melihat cara bijak sang Mushthafa dalam mendidik anak kecil. Ketika
tangan ‘Umar bin Abi Salamah berkelana ke sana-sini di atas meja makan,
Rasulullah tidak mengatakan, “Jangan lakukan itu!”, namun beliau justru
mengatakan, “Wahai Anak Kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan
tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.”
Dari teladan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, banyak sekali pelajaran yang bisa kita praktikkan:
1. Anak kecil terlahir ke dunia dalam keadaan nihil pengalaman.
Pengajaran dari orang-orang di sekitarnya akan memengaruhi perkembangan
jiwanya.
2. Memberikan informasi kepada anak merupakan bentuk pengajaran yang jauh lebih baik dibandingkan menyampaikan larangan.
3. Ketika perintah yang diucapkan kepadanya berupa kalimat negasi,
misalnya: “Tanganmu jangan ke mana-mana mengambil makanan,” bisa jadi,
si anak malah tidak paham maksudnya sehingga tangannya tetap bergerak ke
mana-mana mengambil makanan, atau justru mereka tidak jadi makan dan
malah bingung harus bersikap seperti apa.
4. Ketika anak
melakukan kesalahan, itu justru waktu yang tepat untuk memberikannya
pengajaran baru, di sampiing meluruskan kesalahan yang telah dibuatnya.
Lihatlah, kesalahan ‘Umar bin Abi Salamah hanya satu: tangannya
bergerayang ke sana-sini di atas meja makan untuk mengambil makanan,
namun Rasulullah meluruskannya dengan satu pengajaran: “Dan makanlah
makanan yang berada di dekatmu …” plus dua ilmu baru: “Sebutlah nama
Allah (bacalah basmalah), makanlah dengan tangan kananmu…”
5.
Menyapa anak sebelum memberi teguran merupakan salah satu sikap lembut
dalam memberi nasihat kepadanya. Sebagaimana ucapan Rasulullah, “Wahai
anak kecil…”
6. Sikap santun dalam menegur anak bisa memberi kesan mendalam pada dirinya:
- Si anak akan lebih mudah menerima nasihat. Sebagaimana perkataan
‘Umar bin Abi Salamah, “… Kemudian, aku tidak pernah lagi makan seperti
saat itu.”
- Dia akan belajar tentang adab dalam memberi nasihat.
- Suatu saat, adab itu bisa dia terapkan ketika menasihati orang lain.
--- Memang benar ya, ajaran Islam itu sangat menyeluruh dan indah. Tak rugilah kita menjadi seorang muslim.
Januari 25, 2014
MENIKAH itu....
Tolak Ukur MENIKAH itu bukan dilihat dari Sebanding atau Tidak, tapi dari Seiman atau tidak.
MENIKAH itu Bukan tentang KESIAPAN tapi tentang KEBERANIAN memPERTANGGUNGJAWABkan akad dihadapan Allah.
MENIKAH itu seperti BERENANG, Gak Cukup Teori tuk kuasai. Mencebur
kedalamnyalah yg akan Mengajarkan kita untuk tidak tenggelam dalam
Kehidupan
MENIKAH itu bukan semata-mata tentang CINTA & RASA, tapi tentang KEIMANAN & KESETIAAN pada ajaran & anjuran Tuhan.
MENIKAH itu = menyusun PUZLE Kehidupan, Sering Butuh Pihak Ketiga tuk "klop"kan 'PUZLE' dalam sebuah PERJODOHAN.
MENIKAH itu BUKAN tentang RASA. PERCAYA aja deeeh Soal Rasa hanya MIE SEDAP yg tak pernah BOHONG..heheehe..
MENIKAH itu memang MENAKUTkan bagi Para JOMBLO.. Tapi PERCAYAlah jadi
JOMBLO Abadi itu apalagi PACARAN Lebih MENAKUTkan MEMILUkan +
MEMALUkan..
MENIKAH itu seperti minum TEH BOTOL.. Apapun Masalah si JOMBLO Menikahlah SOLUSInya...
MENIKAH itu mengKAYAkan.. Bila KEUANGAN jadi alasan menunda Nikah, maka gak ada alasan tuk dia jadi KAYA..
MENIKAH itu seperti makan SOSIS... Bisa dilakukan oleh siapapun, dlm
kondisi apapun.. Yang penting SO NICE Niat & Tujuannya..
MENIKAH itu MUDAH karena Allah itu Maha Memudahkan... Kecuali kita
sendiri yg MEMPERSULIT dgn Alasan BERBELIT-BELIT kayak si PELIT...
SUBHANALLAH...
Semoga ALLAH Perkenankan yang belum punya jodoh, segera mendapat jodoh dan menikah. aamiin..
Januari 25, 2014
5 Fakta Unik Tentang Ka’bah
Ka’bah merupakan kiblat shalat bagi seluruh umat Muslim sedunia. Lokasi
Ka’bah berada di dalam wilayah Masjidil Haram yang terletak di kota
Makkah, Arab Saudi. Musim Haji setiap tahunnya di sini akan terasa
dengan datangnya ribuan kaum Muslim dari berbagai penjuru dunia, di
samping juga melaksanakan Umrah maupun berziarah ke sejumlah lokasi
bersejarah di sana.
Ka’bah memiliki arti yang sangat penting
bagi umat Muslim. Berdasarkan sebuah riwayat, Ka’bah merupakan bangunan
pertama yang diciptakan sejak penciptaan Bumi.
Ka’bah memiliki
rahasia tersembunyi, bahkan tempat-tempat sekitar Ka’bah termasuk depan
pintu Multazam merupakan tempat mustajab untuk berdoa. Namun, tahukah
Anda jika ternyata ada banyak fakta unik di balik kesucian bangunan
Ka’bah?
Sedikitnya ada 5 fakta unik tentang Ka’bah. Yuk simak.
1. Ka’bah mengeluarkan sinar radiasi
Planet bumi mengeluarkan semacam radiasi, yang kemudian diketahui
sebagai medan magnet. Penemuan ini sempat mengguncang National
Aeronautics and Space Administration (NASA), badan antariksa Amerika
Serikat, dan temuan ini sempat dipublikasikan melalui internet.
Namun entah mengapa, setelah 21 hari tayang, website yang
mempublikasikan temuan itu hilang dari dunia maya. Namun demikian,
keberadaan radiasi itu tetap diteliti, dan akhirnya diketahui kalau
radiasi tersebut berpusat di kota Makkah, tempat di mana Ka’bah berada.
Yang lebih mengejutkan, radiasi tersebut ternyata bersifat infinite
(tidak berujung). Hal ini terbuktikan ketika para astronot mengambil
foto planet Mars, radiasi tersebut masih tetap terlihat. Para peneliti
Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan
menghubungkan antara Ka’bah di planet bumi dengan Ka’bah di alam
akhirat.
2. Zero Magnetism Area
Di tengah-tengah
antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero
Magnetism Area’, artinya adalah apabila seseorang mengeluarkan kompas di
area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama
sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Makkah, maka ia akan hidup
lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak
kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu, ketika mengelilingi Ka’bah, maka
seakan-akan fisik para jamaah haji seperti di-charge ulang oleh suatu
energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara
ilmiah.
3. Tekanan Gravitasi Tinggi
Ka’bah dan
sekitarnya merupakan sebuah area dengan gaya gravitasi yang tinggi. Ini
menyebabkan satelit, frekuensi radio ataupun peralatan teknologi lainnya
tidak dapat mengetahui isi di dalam Ka’bah.
Selain itu,
tekanan gravitasi tinggi juga menyebabkan kadar garam dan aliran sungai
bawah tanah tinggi. Inilah yang menyebabkan shalat di Masjidil Haram
tidak akan terasa panas meskipun tanpa atap di atasnya.
Tekanan
gravitasi yang tinggi memberikan kesan langsung kepada sistem imun
tubuh untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala macam penyakit.
4. Tempat ibadah tertua
Pembangunan Ka’bah telah dilakukan sejak zaman Nabi Adam AS. Ada pula
sumber yang menyebutkan, Ka’bah telah dibangun semenjak 2000 tahun
sebelum Nabi Adam diturunkan. Pembangunannya pun memerlukan waktu yang
lama karena dilakukan dari masa ke masa.
Menurut sebagian
riwayat, Ka’bah sudah ada sebelum Nabi Adam AS diturunkan ke bumi,
karena sudah dipergunakan oleh para malaikat untuk tawwaf dan ibadah.
Ketika Adam dan Hawa terusir dari Taman Surga, mereka diturunkan ke muka
bumi, diantar oleh malaikat Jibril. Peristiwa ini jatuh pada tanggal 10
Muharam.
5. Ka’bah memancarkan energi positif
Ka’bah
dijadikan sebagai kiblat oleh orang yang shalat di seluruh dunia, karena
orang shalat di seluruh dunia memancarkan energi positif apalagi semua
berkiblat kepada Ka’bah. Jadi dapat Anda bayangkan energi positif yang
terpusat di Ka’bah, dan juga menjadi pusat gerakan shalat sepanjang
waktu karena diketahui waktu shalat mengikuti pergerakan matahari.
Itu artinya, setiap waktu sesuai gerakan matahari selalu ada orang yang
sedang shalat. Jika sekarang seseorang di sini melakukan shalat Dhuhur,
demikian pula wilayah yang lebih barat akan memasuki waktu Dhuhur dan
seterusnya atau dalam waktu yang bersamaan orang Indonesia shalat Dhuhur
orang yang lebih timur melakukan shalat Ashar demikian seterusnya.
Memandang Ka’bah dengan ikhlas akan mendatangkan ketenangan jiwa.
Aturan untuk tidak mengenakan topi atau tutup kepala saat beribadah haji
juga memiliki banyak manfaat. Rambut yang ada di tubuh manusia dapat
berfungsi sebagai antena untuk menerima energi positif yang dipancarkan
Ka’bah.
Januari 25, 2014