Januari 25, 2014
Sabtu, 25 Januari 2014
Januari 25, 2014
5 Fakta Unik Tentang Ka’bah
Ka’bah merupakan kiblat shalat bagi seluruh umat Muslim sedunia. Lokasi
Ka’bah berada di dalam wilayah Masjidil Haram yang terletak di kota
Makkah, Arab Saudi. Musim Haji setiap tahunnya di sini akan terasa
dengan datangnya ribuan kaum Muslim dari berbagai penjuru dunia, di
samping juga melaksanakan Umrah maupun berziarah ke sejumlah lokasi
bersejarah di sana.
Ka’bah memiliki arti yang sangat penting
bagi umat Muslim. Berdasarkan sebuah riwayat, Ka’bah merupakan bangunan
pertama yang diciptakan sejak penciptaan Bumi.
Ka’bah memiliki
rahasia tersembunyi, bahkan tempat-tempat sekitar Ka’bah termasuk depan
pintu Multazam merupakan tempat mustajab untuk berdoa. Namun, tahukah
Anda jika ternyata ada banyak fakta unik di balik kesucian bangunan
Ka’bah?
Sedikitnya ada 5 fakta unik tentang Ka’bah. Yuk simak.
1. Ka’bah mengeluarkan sinar radiasi
Planet bumi mengeluarkan semacam radiasi, yang kemudian diketahui
sebagai medan magnet. Penemuan ini sempat mengguncang National
Aeronautics and Space Administration (NASA), badan antariksa Amerika
Serikat, dan temuan ini sempat dipublikasikan melalui internet.
Namun entah mengapa, setelah 21 hari tayang, website yang
mempublikasikan temuan itu hilang dari dunia maya. Namun demikian,
keberadaan radiasi itu tetap diteliti, dan akhirnya diketahui kalau
radiasi tersebut berpusat di kota Makkah, tempat di mana Ka’bah berada.
Yang lebih mengejutkan, radiasi tersebut ternyata bersifat infinite
(tidak berujung). Hal ini terbuktikan ketika para astronot mengambil
foto planet Mars, radiasi tersebut masih tetap terlihat. Para peneliti
Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan
menghubungkan antara Ka’bah di planet bumi dengan Ka’bah di alam
akhirat.
2. Zero Magnetism Area
Di tengah-tengah
antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero
Magnetism Area’, artinya adalah apabila seseorang mengeluarkan kompas di
area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama
sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Makkah, maka ia akan hidup
lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak
kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu, ketika mengelilingi Ka’bah, maka
seakan-akan fisik para jamaah haji seperti di-charge ulang oleh suatu
energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara
ilmiah.
3. Tekanan Gravitasi Tinggi
Ka’bah dan
sekitarnya merupakan sebuah area dengan gaya gravitasi yang tinggi. Ini
menyebabkan satelit, frekuensi radio ataupun peralatan teknologi lainnya
tidak dapat mengetahui isi di dalam Ka’bah.
Selain itu,
tekanan gravitasi tinggi juga menyebabkan kadar garam dan aliran sungai
bawah tanah tinggi. Inilah yang menyebabkan shalat di Masjidil Haram
tidak akan terasa panas meskipun tanpa atap di atasnya.
Tekanan
gravitasi yang tinggi memberikan kesan langsung kepada sistem imun
tubuh untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala macam penyakit.
4. Tempat ibadah tertua
Pembangunan Ka’bah telah dilakukan sejak zaman Nabi Adam AS. Ada pula
sumber yang menyebutkan, Ka’bah telah dibangun semenjak 2000 tahun
sebelum Nabi Adam diturunkan. Pembangunannya pun memerlukan waktu yang
lama karena dilakukan dari masa ke masa.
Menurut sebagian
riwayat, Ka’bah sudah ada sebelum Nabi Adam AS diturunkan ke bumi,
karena sudah dipergunakan oleh para malaikat untuk tawwaf dan ibadah.
Ketika Adam dan Hawa terusir dari Taman Surga, mereka diturunkan ke muka
bumi, diantar oleh malaikat Jibril. Peristiwa ini jatuh pada tanggal 10
Muharam.
5. Ka’bah memancarkan energi positif
Ka’bah
dijadikan sebagai kiblat oleh orang yang shalat di seluruh dunia, karena
orang shalat di seluruh dunia memancarkan energi positif apalagi semua
berkiblat kepada Ka’bah. Jadi dapat Anda bayangkan energi positif yang
terpusat di Ka’bah, dan juga menjadi pusat gerakan shalat sepanjang
waktu karena diketahui waktu shalat mengikuti pergerakan matahari.
Itu artinya, setiap waktu sesuai gerakan matahari selalu ada orang yang
sedang shalat. Jika sekarang seseorang di sini melakukan shalat Dhuhur,
demikian pula wilayah yang lebih barat akan memasuki waktu Dhuhur dan
seterusnya atau dalam waktu yang bersamaan orang Indonesia shalat Dhuhur
orang yang lebih timur melakukan shalat Ashar demikian seterusnya.
Memandang Ka’bah dengan ikhlas akan mendatangkan ketenangan jiwa.
Aturan untuk tidak mengenakan topi atau tutup kepala saat beribadah haji
juga memiliki banyak manfaat. Rambut yang ada di tubuh manusia dapat
berfungsi sebagai antena untuk menerima energi positif yang dipancarkan
Ka’bah.
Januari 25, 2014
Apa Itu Sistem Dajjal, Umur Umat Islam, Kapan Imam Mahdi Keluar dan Perang-Perang Akhir Zaman
Apa Itu Sistem Dajjal, Umur Umat Islam, Kapan Imam Mahdi Keluar dan Perang-Perang Akhir Zaman
Apa itu sistem Dajjal?
Sistem Dajjal adalah sistem kepalsuan, seperti yang terjadi sekarang
ini. Orang menyebutnya The New World Order (Tatanan Dunia Baru), meski
kenyataannya malah tidak ada tatanan. Yang disebut pejuang hak asasi
manusia justru yang sebenarnya teroris. Sedangkan mereka yang dituduh
teroris justru sebenarnya orang yang mulia di hadapan Allah.
Apakah sistem Dajjal itu adalah tatanan kehidupan yang kini dikomandani AS?
Ya. Itu tercermin dalam lembaran uang satu dollar AS. Bagian depan itu
bergambar Presiden AS pertama, George Washington, dan bagian belakangnya
bergambar piramid yang terpotong. Letak gambar piramida ada di
belakang, sebagai sinyal bahwa di belakang AS ada kekuatan lain. Pada
piramida tersebut ada segitiga bergambar mata satu. Di atasnya ada
tulisan “annuis coeptis” (semoga dia senang dengan proyek ini). “Dia”
yang dimaksud adalah Si Mata Satu. Di bawahnya ada tulisan “novus ordo
seclorum” (tatanan dunia baru). Artinya, ummat seluruh dunia diharapkan
masuk proyek tatanan dunia baru dan menerima kepemimpinan Si Mata Satu.
Orang yang familiar dengan hadits-hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wasallam akan paham bahwa yang dimaksud Si Mata Satu adalah Dajjal.
Kapan sosok Dajjal akan muncul?
Dajjal sudah ada sejak zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits shahih yang panjang yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Fathimah binti Qais.
Ada
seorang pengembara Nashrani yang terdampar di suatu pantai. Ia turun
dari kapalnya dan kemudian bertemu binatang aneh. Binantang itu
mengantarkannya ke sebuah biara. Di biara tersebut ada seorang pria
terpasung. Dia bertanya, “Apakah Sungai Tiberia sudah mengering? Apakah
muncul seorang lelaki yang bernama Muhammad yang disebut sebagai nabi
akhir zaman? Apakah lelaki itu sudah diusir oleh penduduk di negerinya
sendiri? ”
Pengembara Nashrani itu penasaran. Dia kemudian
menelusuri jazirah Arab untuk mencari lelaki yang dimaksud. Dia kemudian
bertemu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Dia bertanya pada
beliau, “Siapa orang yang dipasung itu?” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wasallam menyatakan bahwa pria itu adalah Dajjal. Namun Dajjal tidak
akan muncul sebelum Imam Mahdi keluar.
Kapan Imam Mahdi keluar?
Menurut Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, salah satu tandanya
adalah meninggalnya atau terbunuhnya seorang khalifah. Namun sekarang
sudah tidak ada kekhalifahan. Menurut saya, khalifah yang dimaksud
adalah seorang pemimpin negeri Muslim yang sangat nyata. Amin Muhammad
Jamaluddin, seorang penulis asal Mesir yang menulis buku “Umur Umat
Islam”, menafsirkannya sebagai pemimpin Kerajaan Arab Saudi. Kalau
memang benar seperti itu, berarti sudah dekat.
Menurut hadits
tersebut, kelak Al-Mahdi akan muncul lalu di-baiat oleh sekelompok
pemuda di Ka’bah. Penguasa semenanjung Arab akan langsung mengirim
pasukan untuk menangkap para pemuda itu. Tetapi tim itu akan dibenamkan
ke bumi oleh Allah, kecuali dua orang saja.
Dua orang tersebut
sengaja diselamatkan agar mereka bisa menceritakan pada publik bahwa
teman-teman mereka telah tenggelam ke Bumi. Begitu kabar ini tersiar,
semua Mukmin yang paham hadits-hadits shahih tentang munculnya Al-Mahdi
akan sadar bahwa Imam Mahdi telah muncul. Mereka akan berbondong-bondong
untuk ber-baiat.
Bagaimana bila dihubungkan dengan umur ummat Islam?
Menurut Amin Muhammad Jamaluddin, ketika dia menafsirkan beberapa
hadits mengenai umur umat Yahudi, Kristen, dan Islam, diisyaratkan bahwa
umur umat Islam adalah 1500 tahun. Sekarang sudah 1424 Hijriah [tulisan
ini dibuat pada 2003], jadi tinggal 76 tahun lagi. Itu belum dipotong
waktu perjuangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam ketika di
Mekkah, yang memakan waktu 13 tahun. Jadi umur ummat Islam tinggal
sekitar 63 tahun. [Berarti sekarang tinggal sekitar 54 tahun]
Kapan masa kekhalifahan di akhir zaman —yang menurut hadits akan
berlangsung selama 40 tahun— terjadi pada masa damai, maka huru-hara
besar itu akan terjadi dalam kurun waktu kurang dari 23 tahun ke depan
ini [sekarang berarti kurang dari 14 tahun ke depan]. Kemunculan
khilafah akan didahului oleh terjadinya huru-hara dan kaum Muslim akan
di bawah komando Imam Mahdi.
Kemunculan Imam Mahdi juga akan
ditandai dengan munculnya komet. Menurut yang saya tahu dari para
astronom, komet akan muncul pada 2022. Jadi kalau saat itu Imam Mahdi
muncul, maka perhitungan itu menjadi sangat mungkin. Atau bisa jadi
kemunculan Imam Mahdi justru akan lebih cepat dari itu.
Apa fitur-fitur khusus Imam Mahdi?
Menurut Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, namanya seperti nama
Rasulullah shallallaahu’ alaihi wasallam dan nama ayahnya pun sama
dengan nama ayah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Bicaranya
kurang lancar, sehingga kalau bicara harus menepuk pahanya dulu. Apakah
itu berarti dia gagap? Wallahu’alam.
Berapa usia Imam Mahdi ketika muncul?
Usia Imam Mahdi adalah seusia ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wasallam pertama kali berperang. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wasallam pertama kali berperang di Perang Badar di usia 55 tahun.
Apakah itu berarti sebenarnya Imam Mahdi sudah ada?
Ya, sudah ada, tapi oleh Allah belum dimunculkan. Sekarang kita tidak
tahu Imam Mahdi itu siapa. Dan hal itu bukan hal aneh, karena memang ia
akan muncul mendadak.
Bukankah sudah ada beberapa orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi?
Tidak bisa. Imam Mahdi di-baiat oleh 313 pemuda di Ka’bah. Jumlah itu
sama dengan jumlah pasukan saat Perang Badar. Baiatnya terbuka meski
sebenarnya Imam Mahdi enggan dijadikan pemimpin. Bila ada yang
mengaku-ngaku Imam Mahdi, maka itu adalah omong kosong.
Apakah kelak Imam Mahdi akan memimpin kekhalifahan Islam?
Ya. Sebelum itu ia akan memimpin beberapa peperangan untuk meruntuhkan
The New World Order ini. Perang meruntuhkan maalikan jabariyan ini
dimaksudkan untuk mewujudkan The Next World Order .
Perang apa saja itu?
Ada empat perang besar. Pertama, perang melawan penguasa semenanjung
Arab. Kaum Muslim menang. Kedua adalah perang melawan penguasa zhalim
Persia, Muslim juga menang. Perang selanjutnya adalah melawan Rum atau
Eropa, dan menang juga. Ke empat adalah perang melawan Dajjal dan 70.000
tentara Yahudi. [Disarikan dari wawancara Ustadz Ihsan Tandjung
Januari 25, 2014
♥♥ 7 PESAN CINTA ♥♥
1. Sampai kapanpun, kamu tak akan pernah temukan cinta, jika yang kamu cari adalah kesempurnaan.
2. Jangan berubah hanya karena ingin dicintai seseorang. Jadilah dirimu sendiri dan seseorang akan mencintai kamu apa adanya.
3. Terkadang cinta memang begitu menyakitkan, tapi karena cinta juga, kamu selalu temukan dirimu tersenyum tanpa alasan.
4. Ketika dia yg kamu cinta meninggalkanmu, jangan gunakan matamu
menangisi dirinya. Lebih baik gunakan tuk mencari dia yg lebih baik.
5. Seseorang tak akan pernah bisa mencintaimu dengan tulus dan apa
adanya, jika kamu selalu menyembunyikan kekuranganmu darinya.
6. Kadang kamu harus dengarkan kata hati. Jangan tanyakan siapa yg kamu
cintai, tapi tanyakan siapa yg buatmu bahagia dan dihargai.
7. Mencinta adalah membahagiakan satu sama lain, bukan menuntut satu pihak untuk membahagiakan pihak lain.
Januari 25, 2014
... KISAH NYATA MENGHARUKAN, .. "APAKAH DI SURGA ADA ORANG YANG BERTATTO ..??" ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … “Kenapa Allah swt hadirkan gelap! Agar kita tahu bahwa dengan terang segalanya akan terlihat jelas, lantas kenapa Allah swt hadirkan masa lalu yang suram dalam hidup kita ! agar kita sadar bahwa hidayah itu suatu yang mahal, yang Allah swt berikan kepada siapa saja yang mau membuka hati untuk perkara hidayah.
Karena setiap orang, ya setiap orang tanpa kecuali, lepas apakah dia seorang yang memiliki kepahaman agama yang tinggi atau hanya seorang ahli maksiat mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh hidayah, tinggal seberapa jauh kita mau meraih dan mempertahankan hidayah tersebut.
Beberapa waktu yang lalu , Allah swt betul-betul telah “menampar” saya dalam artian yang sesungguhnya. Melalui kepergian seorang sahabat, Allah seakan ingin menunjukan bahwa hidayah dan surga bukan milik sekelompok orang, melainkan milik setiap orang yang dengan hati hancur datang kedepan pintu-Nya, berharap memperoleh kasih-Nya.
Betapa adilnya Allah dan betapa beruntungnya sahabat saya, karena Allah telah pilih dia kembali kepada-Nya dalam keadaan memperbaiki diri dirumah-Nya dalam balutan malam yang tenang, yang hanya Allah dan malaikat-Nya yang mengetahui bagaimana perjuangan almarhum sahabat saya meninggal dunia dalam pertobatannya.
Ketika pertama kali bertemu dengannya, saya memandang hanya dengan sebelah mata, iblis telah menguasai hati saya , sehingga perasaan lebih baik darinya yang waktu itu muncul, tapi keinginan untuk menjadi lebih baik yang datang dari hatinya menghantarkan dia pada pintu hidayah-Nya.
Pagi itu seperti bulan-bulan sebelumnya, saya dan beberapa teman mengadakan program perbaikan diri dengan cara beritikaf dimasjid sekitar tempat tinggal untuk belajar dakwah. Dan seperti biasa pula setiap pagi diadakan taklim pagi, dimana dibacakan kisah-kisah para sahabat Nabi dan perbaikan cara membaca alqur’an.
Selama mejalani program taklim, mata saya seakan sulit diajak kompromi, begitu berat untuk di buka, bukan karena malam sebelumnya saya banyak melakukan sholat malam, melainkan begitu banyaknya dosa yang ada di diri saya sehingga dalam majelis ilmu saya masih juga mengantuk.
Seperti biasa setiap taklim pagi maka di buat jaulah taklim (berkeliling di sekitar lingkungan masjid untuk mengajak orang duduk dalam majelis taklim).
Saya dan seorang teman mendapatkan tugas jaulah taklim. Dan garis nasib menghantarkan saya bertemu dengan sekelompok pemuda yang satu diantaranya menjadi sahabat saya. Beberapa orang dari pemuda itu mencoba pergi ketika melihat saya dan teman saya mendekat , mungkin mereka fikir kami kelompok Islam garis keras yang mencoba mengganggu keasikan mereka, tinggal seorang pemuda yang tetap berada di situ.
Kami mencoba memperkenalkan diri dan menerangkan maksud tujuan kami datang menemui dirinya serta kami mengajaknya sama-sama ke masjid untuk duduk dalam majelis taklim yang baru saja di mulai.
Pemuda itu hanya diam, entah apa yang ada di benaknya, apakah dia berpikir saya dan teman saya hanyalah sekelompok orang yang mengganggu kesenangan dirinya atau entahlah mungkin hanya dirinya dan Tuhan yang tahu.
Saya mulai aga kesal karena dirinya seperti tiada reaksi sama sekali, dia hanya tertunduk tanpa berani beradu pandang, beberapa saat sebelum kami undur diri untuk kembali ke masjid, tiba-tiba pemuda tersebut akhirnya buka suara, “ Apa boleh orang bertatto ke masjid ?“, tanyanya waktu itu, lantas saya menjawab boleh asal dalam keadaan suci dari najis, siapa saja asalkan dia muslim boleh ke masjid.
Dia hanya diam, saya seperti mendapatkan angin untuk terus berusaha agar dia mau ikut ke masjid, saya mulai bercerita banyak hal tentang kisah-kisah para sahabat nabi yang ketika masa jahiliyah begitu jahil, tapi setelah mereka bertaubat mereka menjadi ahli-ahli surga.
Akhirnya dirinya mau ikut ke masjid bersama kami, setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaian yang saya pinjamkan ia duduk bersama kami mendengarkan taklim pagi, betapa gembiranya hati saya ketika akhirnya ia mau ikut ke masjid, tak ada kata-kata yang sebanding dengan perasaan saya pada waktu itu.
Mungkin hanya orang-orang yang pernah terjun langsung tahu bagaimana sulitnya berdakwah di tengah-tengah manusia untuk mengajak mereka kembali kepada Allah dan ketika satu diantara mereka mau kembali taat kepada Allah, rasanya dunia dan isinya tak sebanding dengan perasaan senang yang ada di diri kita.
Lepas bada zuhur, dirinya mendekati saya dan menanyakan apakah dirinya boleh bergabung dengan kami, dan tentu saja boleh karena dakwah adalah tugas setiap umat Islam tanpa kecuali, kalau hewan yang lebih rendah dari manusia boleh berdakwah bahkan di abadikan dalam alqur’an (semut, burung hud-hud dll.) apalagi manusia yang mempunyai tugas sebagai khalifatullah di muka bumi jelas lebih boleh lagi untuk berdakwah.
Dengan berdakwah Allah swt akan perbaiki diri kita seperti yang terjadi pada diri para Nabi dan sahabatnya dan hal tersebut yang juga akan terjadi pada diri setiap orang yang mengambil kerja dakwah sebagai jalan hidupnya.
Sepanjang hari ia hanya diam, mungkin proses hidayah sedang terjadi pada dirinya, dan lepas tengah malam, saya menemuinya sedang menangis berurai air mata di pojok mesjid, saya tak berani mendekat dan hanya melihat dari kejauhan. Pemandangan yang sangat indah, dimana pada pagi hari dirinya masih bermaksiat kepada Allah swt tapi pada malamnya ia sedang menangisi dosa-dosanya.
Saya menjadi malu terhadap diri sendiri, seakan saya merindukan saat-saat seperti itu, dimana begitu nikmatnya melewati malam berdua dengan-Nya, bermunajad dihadapan-Nya dengan air mata dan hati yang hancur.
Beberapa bulan setelah kejadian itu saya tidak lagi bertemu dengan almarhum, karena memang tempat tinggal dan kesibukan kami yang tidak memungkinkan, tapi kami masih tetap berhubungan via telpon , sampai akhirnya 2 minggu yang lalu saya bertemu dengan dirinya di salah satu mesjid tua di kawasan kebun jeruk Jakarta Pusat.
“Ane mau belajar dakwah 40 hari “ ucapnya. Saya hanya bisa tersenyum bahagia mendengar penuturannya. “ Routenya kemana? “ Tanya saya.
“Belum diputus, besok pagi selepas bayan subuh baru ketahuan routenya, karena ane gabung dengan jamaah yang lain” jawabnya singkat.
Sesaat kemudian dirinya bertanya hal yang sama seperti saat kami pertama kali bertemu. “ Apa di surga ada orang yang bertatto?” tanyanya dengan agak ragu.
Dan sekali lagi saya yang sombong, yang angkuh yang ahli maksiat tapi sok bersih menjawab dengan ringannya tanpa mencerna dan berpikir lebih jauh tentang pertanyaan Almarhum tersebut.
“Mana ada di surga orang yang bertatto, kalau di neraka banyak”. Jawab saya, dan almarhum hanya tertunduk sedih, saya segera menyadari kesalahan saya dan meralat ucapan saya “Tapi ente tenang aja kalau ente tetep buat dakwah, nanti ente juga akan masuk surga dan Allah sendiri yang akan menghapus tatto ente”.
Almarhum sahabat saya tersenyum bahagia dengan jawaban saya, senyum yang terakhir yang saya lihat, karena saya tidak akan pernah melihat senyumnya lagi, sebuah sms saya terima malam kemarin yang mengabarkan ia telah meninggal dunia ketika dirinya sedang berlajar berdakwah, islah diri, belajar menjadi hamba yang taat, belajar mencintai Allah swt dan Rasul-Nya.
Selepas bersilaturahmi bada isya almarhum pamit dengan amir jamaah untuk tidur lebih awal karena kondisi badannya yang kurang baik, dan mendekati subuh terlihat almarhum masih tertidur, dan ketika salah satu rekan mencoba membangunkannya ternyata almarhum telah tiada, pergi meninggalkan dunia untuk bertemu Allah swt bertemu dengan sosok yang dicintainya yaitu Rasulullah saw dan para sahabat-nya, meninggalkan dunia pada saat pertobatannya. Kematian yang indah, yang selalu saya rindukan, mati di jalan-Nya, mati ketika mencoba meraih cinta-Nya.
Selamat jalan sahabat, di surga memang tiada akan ada pria bertatto, yang ada hanya pria tampan, yang suka miscall tengah malam untuk bangunin tahajud, yang suka bangun malam dan nangis kaya anak kecil, yang suka bikin gw kesel karena selalu berantakan kalau makan berjamaah, yang suka tiba-tiba batalin janji pada hal udah jauh-jauh hari dibuat.
Kita memang gak akan pernah ketemu lagi di dunia, Dan elo gak bisa baca blog gw lagi, pada hal elo pengen banget kita sama-sama hadir ijtima Bulan Juli nanti dan elo pengen banget ngerasin duduk di bawah tenda dan poto elo gw tampilin di blog jelek gw ini, tapi rasanya itu cuma mimpi, karena pastinya gak akan bisa terjadi. Sekarang elo dah tenang di sana, tugas elo di dunia dah selesai, tinggal gw yang masih gamang dengan jalan hidup sendiri.
Selamat jalan sahabat, semoga Allah selalu menjaga dan menerima tobat dirimu. Semoga kami yang di tinggalkan dapat memetik banyak pelajaran dari perjalanan hidupmu. Dan semoga Allah swt kekalkan kami dalam usaha dakwah, dakwah sebagai maksud hidup, hidup untuk dakwah, dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah.
“Allahumma firlahu war hamhu wa afi’i wa’fuanhu. Aamiin.”
Wallahu a’lam bish Shawwab ....
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...