Breaking

Sabtu, 01 Agustus 2015

Agustus 01, 2015

"Apa yang Menjadi Fokus Kita?"

"Apa yang Menjadi Fokus Kita?"
Di sebuah hutan, seekor rusa yang hamil akan melahirkan. Ia menemukan lapangan rumput yang terpencil di dekat sungai dengan aliran air yang kuat mengalir. Ia merasa tempat ini tampaknya tempat yang aman. Tiba-tiba rusa itu merasakan nyeri persalinan pun dimulai.
Pada saat yang sama, awan gelap berkumpul di atas langit. Petir pun menyambar hingga mulai membuat kebakaran hutan. Rusa itu melihat ke arah kirinya dan ia melihat seorang pemburu dengan busur yang panjang mengarah pada dirinya. Ketika ia melihat sebelah kanannya, ia melihat seekor singa yang lapar sedang mendekatinya.
Apa yang bisa dilakukan oleh rusa itu, padahal ia bersiap untuk melahirkan!
Apa yang akan terjadi? Apakah rusa itu bisa bertahan? Apakah ia akan melahirkan anak rusa? Akankah rusa itu bertahan hidup? Atau apakah semuanya akan habis oleh kebakaran hutan? Apakah rusa itu akan binasa oleh panah pemburu? Ataukah rusa itu mengalami kematian yang mengerikan di tangan singa yang lapar?
Apa yang dilakukan oleh rusa itu? Ternyata, rusa itu fokus pada melahirkan kehidupan baru.
Akhirnya yang terjadi adalah demikian. Sambaran petir itu akhirnya membutakan pemburu yang sudah melepaskan anak panahnya. Anak panah yang lepas akhirnya melewati rusa dan mengenai sasaran pada singa yang lapar. Seketika itu mulailah turun hujan dengan lebat dan kebakaran hutan pun secara perlahan disiram oleh hujan. Dan, rusa itu pun melahirkan anak rusa yang sehat.
Dalam kehidupan kita, ada saat-saat tertentu kita dihadapkan pada pilihan dengan berbagai pikiran dan kemungkinan negatif. Beberapa pemikiran itu begitu kuat hingga menguasai kita.
Mungkin kita bisa belajar dari rusa. Yang diutamakan oleh rusa, hanyalah untuk melahirkan bayinya. Sisanya adalah keputusan yang tidak ada di tangannya karena setiap tindakan atau reaksi yang mengubah fokusnya justru cenderung menyebabkan kematian atau bencana.
Di manakah fokus kita?
Meski di tengah badai apapun, berharaplah selalu pada Tuhan. Ia tidak akan pernah mengecewakan kita.
Ingatlah, Tuhan tidak pernah tidur.

Agustus 01, 2015

Cerita Inspiratif: Si Nenek dan Cucunya

Cerita Inspiratif: Si Nenek dan Cucunya
Suatu hari, Ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah neneknya di desa. Saat tiba di sana, setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, neneknya menghidangkan sepiring irisan buah mangga yang menggiurkan warna dan aromanya.
"Wah, mangganya harum dan manis sekali nek, sedang musim ya. Saya sudah lama sekali tidak menjenguk nenek, sehingga tidak tahu kalau nenek menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan seenak ini rasanya" ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu.
dengan tersenyum nenek menjawab, "makanya, sering-sering lah menjenguk nenek, nenek rindu cucu nenek yang nakal dulu. Pohon mangga itu sebenarnya bukan nenek yang menanam. Kamu mungkin lupa, waktu kecil dulu, setelah menyantap buah mangga, kamulah yang bermain melempar-lempar biji mangga yang telah kamu makan. Nah, ini hasil kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan sekarang sedang kau nikmati buahnya"
"Sungguh nek? Buah mangga ini hasil kenakalan waktu kecilku dulu yang tidak disengaja? Wah, hebat sekali. Aku tidak merasa pernah menanam, tetapi hasilnya tetap bisa aku nikmati setelah sekian tahun kemudian, benar-benar sulit dipercaya" si pemuda tertawa gembira sambil menyantap dengan nikmat mangga dihadapannya.
Nenek melanjutkan berkata, "Cucuku, walaupun engkau tidak sengaja melempar biji mangga di halaman itu, tetapi bila tanah lahannya subur dan terpelihara, dia tetap akan bertumbuh. Dan sesuai hukum alam, saat musim buah tiba, dia pasti akan berbuah. Sedangkan rasa buahnya manis atau tidak adalah sesuai dengan bibit yang kita tanam".
Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dengan neneknya. Karena merasa penasaran, diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan dibelahnya menjadi 2, dia ingin tahu sebenarnya apa yang ada di dalam biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan rasa manis yang membedakan dengan biji buah mangga yang lain. Ternyata dia tidak menemukan perbedaan apapun. Melihat tingkah si cucu.
sang nenek menyela "Cucuku, semua biji buah, tampaknya dari luar sama semua. Tetapi sesungguhnya, unsur yang ada di setiap biji buah itu berbeda, perbedaan itulah yang akan menghasilkan rasa, aroma dan warna setiap pohon mangga berbeda pula. Semuanya tergantung inti buahnya. Cucuku, Demikian pula dengan manusia, tampak luar, setiap manusia adalah sama tetapi yang menentukan dia bisa berhasil atau tidak adalah kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya. Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yang baik, harus memiliki unsur kualitas yang baik pula, apakah kamu mengerti?". "Terima kasih nek, saya sungguh bersyukur memutuskan datang kesini, semua ucapan nenek akan saya jadikan bekal untuk lebih giat belajar dan membenahi diri agar hidup saya lebih berkualitas". Ucapnya sambil memeluk tubuh rapuh sang nenek.
Pembaca yang luar biasa...
Hukum alam pada kisah nenek dan cucuknya tadi mengajarkan pada kita 2 hal.
1. Apa yang telah kita tabur, entah disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, entah kapanpun juga. Hukum alam mengajarkan, apa yang kita tanam kita pasti akan menuai hasilnya.
2. Bahwa manusia mempunyai kemiripan dengan inti biji buah mangga, tampak luar sama, tetapi kualitas unsur yang ada di dalam inti buahnya yang membedakan rasa, aroma dan warna si buah mangga. Demikian juga dengan manusia, Kualitas mental yang didalamlah yang membedakan dan menentukan keberhasilan manusia di masa depan.
Mari kita perbaiki sikap, perhalus budi pekerti, jaga kebersihan hati dan selalu menggali potensi diri agar kesuksesan sejati bisa kita nikmati suatu hari nanti.

Agustus 01, 2015

Subhanallah, Ini salah satu Keajaiban Sholat dan Perubahan Warna Alam

Subhanallah, Ini salah satu Keajaiban Sholat dan Perubahan Warna Alam
Kita sebagai Ummat Islam sepatutnya bersyukur karena telah dikaruniai Syari’at Sholat, karena dengan shalat tersebut, kita mengikuti irama alam dan menyerap energy positifnya ”
“Sholat Selain Syari’at juga Rahmat Allah bagi Orang-Orang yang Mau berfikir dan Bersyukur”
Mungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu?
Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.
Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.
Shubuh
Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.
Zhuhur
Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.
AsharSaat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.
Maghrib
Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.
Isya
Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.
Qiyamul Lail
Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.
Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.
Buku terbitan Qultum Media ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajjud sebagai anti stres, dan antin yeri sendi dengan shalat dhuha.
Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk, hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.
Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.

Agustus 01, 2015

ARTI SEBUAH KATA "MAAF" BAGI WANITA.

ARTI SEBUAH KATA "MAAF" BAGI WANITA.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Massachusetts University menunjukkan, wanita bisa lebih sehat dan bahagia ketika mendengar kata maaf. Sebaliknya, perempuan yang mengalami perlakuan kasar atau menyakitkan dari orang lain berisiko menghadapi peningkatan tekanan darah yang memicu serangan jantung atau stroke.
Penelitian ini mencoba mengukur tekanan dialostik dari 29 laki-laki dan 59 perempuan. Tekanan dialostik adalah tekanan dalam darah antara detak jantung atau tekanan dalam arteri ketika jantung istirahat setelah kontraksi. Jika tekanan ini terlalu tinggi maka dapat meningkatkan kemungkinan stroke atau serangan jantung pada orang tersebut.
Sebagai bagian dari penelitian, partisipan lantas diminta untuk menyelesaikan tes matematika dalam waktu lima menit secara individu. Selama mengerjakan tes, partisipan diinterupsi sebanyak tiga kali oleh peneliti dengan nada marah, serta menyuruh partisipan untuk mengerjakan lebih cepat.
Di akhir tes, partisipan mengatakan, apa yang dilakukan oleh peneliti bukanlah hal yang baik. Namun, dua menit kemudian peneliti meminta maaf atas kekerasan yang terjadi pada setengah dari partisipan pria dan wanita. Partisipan wanita yang menerima permintaan maaf kemudian menjadi lebih cepat tenang, sementara partisipan pria justru menjadi lebih gelisah.
"Hasil penelitian menunjukkan, ada manfaat potensial bagi kesehatan seorang wanita atas permintaan maaf," ujar salah seorang peneliti.
Peneliti menjelaskan, saat mendengarkan kata "maaf", tekanan darah wanita yang keburu meningkat akan kembali normal sekitar 20 persen lebih cepat. Bahkan, mereka mengklaim, hanya dengan mengucapkan kata maaf dengan tulus, kita bisa membantu menjaga kesehatan wanita, terutama kesehatan jantung serta memperpanjang usianya.
Namun, sementara wanita bisa lebih sehat ketika mendengar kata maaf, tekanan darah pria justru 20 persen lebih lama pulih setelah mendengar permintaan maaf ketika mendapat perlakuan tak nyaman. Hal ini menunjukkan seorang pria cenderung bekerja lebih keras setelah mendengar pengakuan bersalah.

Agustus 01, 2015

PERCAKAPAN IBU & ANAK PEREMPUANNYA TENTANG KEINDAHAN DIRI.

PERCAKAPAN IBU & ANAK PEREMPUANNYA TENTANG KEINDAHAN DIRI.
Suatu ketika, seorang anak perempuan berkata kepada ibunya:
“Ibu, ibu selalu terlihat cantik. Aku ingin seperti ibu, beritahu aku bagaimana caranya.”
Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sang ibu menjawab:
“Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik.”
“Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapapun.”
“Untuk mata yang indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain.”
“Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan untuk fakir miskin.”
“Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuat orang kepadamu.”
“Untuk wajah putih bercahaya, bersihkan hatimu dari kekotoran batin.”
“Anakku… Janganlah kau sombong akan kecantikan fisik, karena itu akan pudar oleh waktu. Milikilah kecantikan perilaku, karena itu tidak akan pudar walau oleh kematian sekalipun.”
Jika Anda BENAR, maka Anda tidak perlu marah.
Jika Anda SALAH, maka Anda wajib minta maaf.
Kesabaran dengan keluarga adalah KASIH.
Kesabaran dengan orang lain adalah HORMAT.
Kesabaran dengan diri sendiri adalah KEYAKINAN.
Kesabaran dengan Tuhan adalah IMAN.
Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa AIR
MATA.
Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa KETAKUTAN.
Jalankan saat ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa KECERIAAN.
Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat Anda pedih atau lebih baik.
Setiap masalah yang timbul bisa menguatkan atau menghancurkan.
Pilihan ada pada Anda, apakah Anda akan memilih menjadi korban atau pemenang.
Carilah hati yang indah, bukan wajah yang cantik.
Hal hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah.
Tahukah Anda, mengapa Tuhan menciptakan ruang antar jari tangan kita?
Agar seseorang yang menurut kita spesial akan datang dan mengisi ruang
tersebut, dengan memegang tangan kita selamanya.
Semoga bermanfaat untuk kita semua...aamiin