Breaking

Minggu, 02 Agustus 2015

Agustus 02, 2015

..Renungan Kematian...


Bismillah ..Pejamkanlah mata anda lima menit. Bayangkanlah detik-detik sakaratul maut yang suatu saat pasti menimpa anda. Bayangkanlah beratnya pencabutan nyawa dan penderitaannya. Bayangkanlah ketika nyawa anda benar-benar telah lepas dari tubuh anda. Dan itulah kematian. Bayangkanlah saat perpisahan anda selama-lamanya itu dengan istri,orang tua, anak-anak, orang-orang tercinta dan segenap sahabat anda. Jasad anda di tempat pemandian. Anda dimandikan dan dikafani. Selanjutnya anda dibawa ke masjid untuk disholatkan. Lalu anda dipanggul d atas pundak-pundak orang-orang untuk dikuburkan.

Bayangkanlah bahwa malam ini adalah malam pertama anda di kuburan!Bayangkanlah kedatangan malaikat Munkar dan Nakir yang akan menguji anda dengan beberapa pertanyaan. Bayangkanlah kengerian anda seandainya tiba-tiba lidah anda kelu tak mampu menjawab. Bayangkanlah amal perbuatan anda anda ayang akan dijelmakan menjadi manusia untuk menemani anda. Aakah ia seorang manusia yang rupawan atau manusia terjelek yang pernah anda lewat?Bayangkanlah kesendirian anda , kegelapan dosa dan maksiat anda. Bayangkanlah ratusan atau bahwan ribuan tahun penantian datangnya kiamat?
Bayangkanlah apakah kuburan anda itu menjadi bagian dari taman surga? Ataukah nenjadi bagian dari neraka?Bayangkanlah keinginan anda bias kembali ke dunia,meski sehari untuk menambah amal sholih. Bayangkanlah betapa butuhnya Anda terhadap tambahan pahala, tetapi anda tidak berdaya. Bayangkanlah betapa beratnya, betapa menderitanya.
Yakinlah Anda pasti mengalami semua itu, entah kapan. Yang jelas, kurang dari 100 tahun anda sudah meninggal dunia. Tapi bias jadi, besok atau minggu depan, bulan depan, atau tahun depan Anda sudah mati. Kematian selalu mengintai manusia di mana saja dia suka, tidak peduli siang atau malam,anak-anak, remaja atau sudah tua. Tidak peduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja/pemimpin atau rakyat jelata, pria atau wanita. Tidak peduli di rumah, di kantor, atau di perjalanan, didarat, di laut atau di udara. Ya tidak seorang pun dari kita yang memastikan dirinya aman dari kematian.
Lalu, apa bekal dan persiapan Anda untuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap kita?pasti Anda keluhkan dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit.Tapi, bersyukurlah Anda sekarang masih hidup, Anda belum mati.Jemputlah bekal kematian sekarang. Sebelum dating menyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna. yakinlanda pasti mengalami semua itu, entah kapan. yang jelas, kurang dari 100 tahun anda sudah pasti mati. kematian selalu mengintai manusia di mana saja ia berada. tidak peeduli siang atau malam,anak-anak, remaja, atau sudah tua. tidak perduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja atau rakyat jelata, pria atau wanita. ya, tidak seorang pun dari kita yang bisa memastikan dirinyaaman dari kematian.
lalu, apa bekal dan persiapan andauntuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap kita/bagaimana jika anda mati hari ini? pasti anda mengeluh dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit! tapi bersyukurlah anda sekarang masih hidup, anda belum mati. jemputlah bekal kematian anda sekarang. sebelum datang penyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna. renungkanlah wahai saudaraku muslimin.
Wallahu'alaam.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Agustus 01, 2015

Mengapa banyak orang kaya

Mengapa banyak orang kaya
tidak bahagia? Padahal hidup mereka serba berlebihan,
mewah dan penuh kenikmatan?
Mengapa banyak penguasa, 
raja dan sultan tidak bahagia?
Padahal mereka punya kuasa
dan kekuatan. Mereka dapat dengan mudah melakukan
banyak hal yang tidak mungkin
dilakukan kebanyakan orang.
Tetapi mengapa mereka tidak bahagia?
Mengapa banyak bintang dan artis tidak bahagia?
Padahal mereka jadi Idola
banyak orang, punya banyak
fans, hidup glamor, dikenal
dimana mana, mengapa mereka tidak bahagia?
Sebab mereka tidak punya sahabat! Mereka cuma punya banyak pengikut, pengagum,
penjilat, anak buah, karyawan, tukang pukul, tapi tidak punya sahabat.
Hidup tanpa persahabatan
adalah hidup yang hampa,
kosong dan penuh kesepian.
Anda boleh memiliki segala-galanya, namun hidup Anda
tidak akan bahagia jika Anda
tidak punya sahabat!
Persahabatan tidak ada sangkut pautnya dengan harta, jabatan
dan popularitas.
Persahabatan yang didapat dari uang, pangkat dan ketenaran bukan persahabatan sejati, melainkan hanya pergaulan dangkal yang penuh kepalsuan, yang egois ,materialis, munafik dan penuh kebohongan.
Persahabatan sejati lahir dari kasih, ketulusan, kepercayaan,
kejujuran, kesetiaan dan kebersamaan. Itu sebabnya
persahabatan itu indah, tidak dapat dinilai dengan harta
benda. Dan juga tak dapat diperjual-belikan.
Anda sudah memiliki segala-galanya tapi sudahkah Anda memiliki persahabatan sejati dalam hidup ini?

Agustus 01, 2015

‪BERTEMUNYA 2 ORANG PEMUDA‬

BERTEMUNYA_2_ORANG_PEMUDA‬
(Kisah telada islami)
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
Seorang pemuda bangun pagi untuk sholat Subuh di masjid.
Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid.
Di pertengahan jalan ia jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya dan pulang kembali ke rumah.
Di rumah, dia berganti baju, berwudhu dan berjalan kembali menuju ke masjid.
Dalam perjalanan ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yang sama.
Dia sekali lagi bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah.
Di rumah, dia sekali lagi berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid.
Di tengah jalan menuju ke masjid, dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.
Dia menanyakan identitas lelaki tersebut dan lelaki tersebut menjawab: "Saya melihat Anda jatuh dua kali di perjalanan menuju ke masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda."
Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan menuju ke masjid.
Setelah mereka sampai di masjid, pemuda tersebut bertanya kepada lelaki yang membawa lampu untuk masuk dan sholat Subuh bersamanya. Lelaki itu menolak, pemuda itu mengajak lagi hingga berkali-kali tetapi jawabannya sama.
Pemuda itu bertanya: "kenapa menolak untuk masuk dan sholat Subuh bersama?"
Lalu lelaki itu menjawab: "Aku adalah IBLIS..."
Pemuda itu terkejut dengan jawaban lelaki itu.
Iblis kemudian menjelaskan, "Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh.
Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan ‪#‎SEMUA_DOSAMU‬.
Saya membuat kamu jatuh kali kedua dan itupun tidak membuatkan kamu berubah fikiran, bahkan kamu tetap memutuskan kembali untuk ke masjid. Kerana hal itu, Allah memaafkan ‪#‎DOSA‬-DOSA_SELURUH_ANGGOTA_KELUARGAMU.
Saya bimbang, jika saya membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk kampungmu.
Jadi saya harus memastikan bahwa kamu sampai di masjid dengan selamat..."
=========
Ingat!!! Iblis akan terus berusaha menggelincirkan kita semua, untuk selalu berbuat dosa dan jauh dari Allah SWT.
Mari kita rapatkan barisan jamaah, terus istiqomah mengerjakan amal kebajikan, semoga Allah memberikan yang terbaik dalam hidup kita dan memberikan berkah buat semua.
Aamiin...
Agustus 01, 2015

"Apa yang Menjadi Fokus Kita?"

"Apa yang Menjadi Fokus Kita?"
Di sebuah hutan, seekor rusa yang hamil akan melahirkan. Ia menemukan lapangan rumput yang terpencil di dekat sungai dengan aliran air yang kuat mengalir. Ia merasa tempat ini tampaknya tempat yang aman. Tiba-tiba rusa itu merasakan nyeri persalinan pun dimulai.
Pada saat yang sama, awan gelap berkumpul di atas langit. Petir pun menyambar hingga mulai membuat kebakaran hutan. Rusa itu melihat ke arah kirinya dan ia melihat seorang pemburu dengan busur yang panjang mengarah pada dirinya. Ketika ia melihat sebelah kanannya, ia melihat seekor singa yang lapar sedang mendekatinya.
Apa yang bisa dilakukan oleh rusa itu, padahal ia bersiap untuk melahirkan!
Apa yang akan terjadi? Apakah rusa itu bisa bertahan? Apakah ia akan melahirkan anak rusa? Akankah rusa itu bertahan hidup? Atau apakah semuanya akan habis oleh kebakaran hutan? Apakah rusa itu akan binasa oleh panah pemburu? Ataukah rusa itu mengalami kematian yang mengerikan di tangan singa yang lapar?
Apa yang dilakukan oleh rusa itu? Ternyata, rusa itu fokus pada melahirkan kehidupan baru.
Akhirnya yang terjadi adalah demikian. Sambaran petir itu akhirnya membutakan pemburu yang sudah melepaskan anak panahnya. Anak panah yang lepas akhirnya melewati rusa dan mengenai sasaran pada singa yang lapar. Seketika itu mulailah turun hujan dengan lebat dan kebakaran hutan pun secara perlahan disiram oleh hujan. Dan, rusa itu pun melahirkan anak rusa yang sehat.
Dalam kehidupan kita, ada saat-saat tertentu kita dihadapkan pada pilihan dengan berbagai pikiran dan kemungkinan negatif. Beberapa pemikiran itu begitu kuat hingga menguasai kita.
Mungkin kita bisa belajar dari rusa. Yang diutamakan oleh rusa, hanyalah untuk melahirkan bayinya. Sisanya adalah keputusan yang tidak ada di tangannya karena setiap tindakan atau reaksi yang mengubah fokusnya justru cenderung menyebabkan kematian atau bencana.
Di manakah fokus kita?
Meski di tengah badai apapun, berharaplah selalu pada Tuhan. Ia tidak akan pernah mengecewakan kita.
Ingatlah, Tuhan tidak pernah tidur.

Agustus 01, 2015

Cerita Inspiratif: Si Nenek dan Cucunya

Cerita Inspiratif: Si Nenek dan Cucunya
Suatu hari, Ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah neneknya di desa. Saat tiba di sana, setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, neneknya menghidangkan sepiring irisan buah mangga yang menggiurkan warna dan aromanya.
"Wah, mangganya harum dan manis sekali nek, sedang musim ya. Saya sudah lama sekali tidak menjenguk nenek, sehingga tidak tahu kalau nenek menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan seenak ini rasanya" ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu.
dengan tersenyum nenek menjawab, "makanya, sering-sering lah menjenguk nenek, nenek rindu cucu nenek yang nakal dulu. Pohon mangga itu sebenarnya bukan nenek yang menanam. Kamu mungkin lupa, waktu kecil dulu, setelah menyantap buah mangga, kamulah yang bermain melempar-lempar biji mangga yang telah kamu makan. Nah, ini hasil kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan sekarang sedang kau nikmati buahnya"
"Sungguh nek? Buah mangga ini hasil kenakalan waktu kecilku dulu yang tidak disengaja? Wah, hebat sekali. Aku tidak merasa pernah menanam, tetapi hasilnya tetap bisa aku nikmati setelah sekian tahun kemudian, benar-benar sulit dipercaya" si pemuda tertawa gembira sambil menyantap dengan nikmat mangga dihadapannya.
Nenek melanjutkan berkata, "Cucuku, walaupun engkau tidak sengaja melempar biji mangga di halaman itu, tetapi bila tanah lahannya subur dan terpelihara, dia tetap akan bertumbuh. Dan sesuai hukum alam, saat musim buah tiba, dia pasti akan berbuah. Sedangkan rasa buahnya manis atau tidak adalah sesuai dengan bibit yang kita tanam".
Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dengan neneknya. Karena merasa penasaran, diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan dibelahnya menjadi 2, dia ingin tahu sebenarnya apa yang ada di dalam biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan rasa manis yang membedakan dengan biji buah mangga yang lain. Ternyata dia tidak menemukan perbedaan apapun. Melihat tingkah si cucu.
sang nenek menyela "Cucuku, semua biji buah, tampaknya dari luar sama semua. Tetapi sesungguhnya, unsur yang ada di setiap biji buah itu berbeda, perbedaan itulah yang akan menghasilkan rasa, aroma dan warna setiap pohon mangga berbeda pula. Semuanya tergantung inti buahnya. Cucuku, Demikian pula dengan manusia, tampak luar, setiap manusia adalah sama tetapi yang menentukan dia bisa berhasil atau tidak adalah kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya. Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yang baik, harus memiliki unsur kualitas yang baik pula, apakah kamu mengerti?". "Terima kasih nek, saya sungguh bersyukur memutuskan datang kesini, semua ucapan nenek akan saya jadikan bekal untuk lebih giat belajar dan membenahi diri agar hidup saya lebih berkualitas". Ucapnya sambil memeluk tubuh rapuh sang nenek.
Pembaca yang luar biasa...
Hukum alam pada kisah nenek dan cucuknya tadi mengajarkan pada kita 2 hal.
1. Apa yang telah kita tabur, entah disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, entah kapanpun juga. Hukum alam mengajarkan, apa yang kita tanam kita pasti akan menuai hasilnya.
2. Bahwa manusia mempunyai kemiripan dengan inti biji buah mangga, tampak luar sama, tetapi kualitas unsur yang ada di dalam inti buahnya yang membedakan rasa, aroma dan warna si buah mangga. Demikian juga dengan manusia, Kualitas mental yang didalamlah yang membedakan dan menentukan keberhasilan manusia di masa depan.
Mari kita perbaiki sikap, perhalus budi pekerti, jaga kebersihan hati dan selalu menggali potensi diri agar kesuksesan sejati bisa kita nikmati suatu hari nanti.