Breaking

Minggu, 02 Agustus 2015

Agustus 02, 2015

Bagi kita permasalahn hidup kadang terlampaui berat, Tapi jika Allah solusinya semua ayatnya akan terasa benar..


Mana sih hidup yang tak ada masalah? semua pasti mempunyai masalah dan saya yakin kita semua pasti merasa kalau masalah kita paling berat sedunia. Cobalah disaat kita merasa seperti itu kita berkumpul dengan kawan-kawan kita, atau ajaklah seorang saja, atau jalan-jalan saja keluar melihat-lihat sekitar, atau mudahnya sajalah lihat program tivi seperti "Jika Aku Menjadi" Apa yang terjadi setelah itu kita lakukan?
Sungguh kalau kita mau membuka hati dan fikiran,kita akan mendapati baaaaaaaaaannnyaaaaak sekali permasalahan yang lebih berat daripada permasalahan kita dan itu sedang di hadapi orang lain.
contoh : saat ini kita sedang berat dengan masalah uang sekolah,,namun saat kita sedang bersama kawan curhat ternyata kawan kita itu punya masalah lapar dan tidak dapat uang untuk sehari-harinya.. atau saat kita keluar kita melihat tukang becak yang duduk menunggu penumpang, atau kita melihat penjual yang tua renta menjual balon mainan anak2 ? tentunya masalah tukang becak, penjual tua renta dan kawan yang meencari sesuap nasi adalah lebih berat dari sekedar uang sekolah..
setelah melihat kenyataan itu,, ternyata benar kan kalau ALLAH TIDAK AKAN MEMBERI PERMASALAHAN DI LUAR KEMAMPUANNYA.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakanny...." (al-Baqarah: 286)
hanya pikiran kita yang kadang BERFIKIR ITU SEMUA BERAT sehingga yaa akhirnya menjadi berat. Padahal Allah saja percaya kita bisa menyeleseikanya, masak kita tidak percaya dengan kemampuan diri kita sendiri?
Semua menjadi berat karena diotak kita hany keberatan yang terasa, andai kita mau berkaca pada orang lain tetntu masih banyak orang yang masalahnya lebih berat dari kita. Namun mereka yang lebih berat dari kita bisa menyeleseikannya. Allah memberi masalah yang berbeda-beda pada umatnya karena Allah tau bahwa mereka semua bisa menyeleseikannya.
DAN KALAULAH KITA MENDAPATI MASALAH SEPERTI ITU :
Jadikan Sabar dan Salat sebagai penolongmu..

salaaat yang khusyuk setelahnya doa, pasrahkan seluruhnya.. saya jamin semua akan terasa plong.. dan otak kita akan fressh lagi.. setelahnya kita mencari solusinya. pasti kita akan berfikir dengan lebih jernih daripada sebelumnya.

"Innama'al usri yusro fa innama'al usri yusro... "
sesungguhnya dibalik kesusahan ada kemudahan..
"Ajaib atau unik urusan orang mukmin itu. Sebab, semua urusannya itu baik, dan itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapatkan kebahagiaan (kemudahan) lalu bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ia ditimpa kesulitan, namun bersabar, maka hal itu pun menjadi kebaikan baginya" (HR Muslim
Tuh kan Allah Maha BaiKl, Penyayang, dan Pemurah..
  1. Hidup ini sudah susah, lalu mengapa kita buat menjadi lebih susah lagi?
Agustus 02, 2015

..Renungan Kematian...


Bismillah ..Pejamkanlah mata anda lima menit. Bayangkanlah detik-detik sakaratul maut yang suatu saat pasti menimpa anda. Bayangkanlah beratnya pencabutan nyawa dan penderitaannya. Bayangkanlah ketika nyawa anda benar-benar telah lepas dari tubuh anda. Dan itulah kematian. Bayangkanlah saat perpisahan anda selama-lamanya itu dengan istri,orang tua, anak-anak, orang-orang tercinta dan segenap sahabat anda. Jasad anda di tempat pemandian. Anda dimandikan dan dikafani. Selanjutnya anda dibawa ke masjid untuk disholatkan. Lalu anda dipanggul d atas pundak-pundak orang-orang untuk dikuburkan.

Bayangkanlah bahwa malam ini adalah malam pertama anda di kuburan!Bayangkanlah kedatangan malaikat Munkar dan Nakir yang akan menguji anda dengan beberapa pertanyaan. Bayangkanlah kengerian anda seandainya tiba-tiba lidah anda kelu tak mampu menjawab. Bayangkanlah amal perbuatan anda anda ayang akan dijelmakan menjadi manusia untuk menemani anda. Aakah ia seorang manusia yang rupawan atau manusia terjelek yang pernah anda lewat?Bayangkanlah kesendirian anda , kegelapan dosa dan maksiat anda. Bayangkanlah ratusan atau bahwan ribuan tahun penantian datangnya kiamat?
Bayangkanlah apakah kuburan anda itu menjadi bagian dari taman surga? Ataukah nenjadi bagian dari neraka?Bayangkanlah keinginan anda bias kembali ke dunia,meski sehari untuk menambah amal sholih. Bayangkanlah betapa butuhnya Anda terhadap tambahan pahala, tetapi anda tidak berdaya. Bayangkanlah betapa beratnya, betapa menderitanya.
Yakinlah Anda pasti mengalami semua itu, entah kapan. Yang jelas, kurang dari 100 tahun anda sudah meninggal dunia. Tapi bias jadi, besok atau minggu depan, bulan depan, atau tahun depan Anda sudah mati. Kematian selalu mengintai manusia di mana saja dia suka, tidak peduli siang atau malam,anak-anak, remaja atau sudah tua. Tidak peduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja/pemimpin atau rakyat jelata, pria atau wanita. Tidak peduli di rumah, di kantor, atau di perjalanan, didarat, di laut atau di udara. Ya tidak seorang pun dari kita yang memastikan dirinya aman dari kematian.
Lalu, apa bekal dan persiapan Anda untuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap kita?pasti Anda keluhkan dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit.Tapi, bersyukurlah Anda sekarang masih hidup, Anda belum mati.Jemputlah bekal kematian sekarang. Sebelum dating menyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna. yakinlanda pasti mengalami semua itu, entah kapan. yang jelas, kurang dari 100 tahun anda sudah pasti mati. kematian selalu mengintai manusia di mana saja ia berada. tidak peeduli siang atau malam,anak-anak, remaja, atau sudah tua. tidak perduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja atau rakyat jelata, pria atau wanita. ya, tidak seorang pun dari kita yang bisa memastikan dirinyaaman dari kematian.
lalu, apa bekal dan persiapan andauntuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap kita/bagaimana jika anda mati hari ini? pasti anda mengeluh dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit! tapi bersyukurlah anda sekarang masih hidup, anda belum mati. jemputlah bekal kematian anda sekarang. sebelum datang penyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna. renungkanlah wahai saudaraku muslimin.
Wallahu'alaam.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Agustus 01, 2015

Mengapa banyak orang kaya

Mengapa banyak orang kaya
tidak bahagia? Padahal hidup mereka serba berlebihan,
mewah dan penuh kenikmatan?
Mengapa banyak penguasa, 
raja dan sultan tidak bahagia?
Padahal mereka punya kuasa
dan kekuatan. Mereka dapat dengan mudah melakukan
banyak hal yang tidak mungkin
dilakukan kebanyakan orang.
Tetapi mengapa mereka tidak bahagia?
Mengapa banyak bintang dan artis tidak bahagia?
Padahal mereka jadi Idola
banyak orang, punya banyak
fans, hidup glamor, dikenal
dimana mana, mengapa mereka tidak bahagia?
Sebab mereka tidak punya sahabat! Mereka cuma punya banyak pengikut, pengagum,
penjilat, anak buah, karyawan, tukang pukul, tapi tidak punya sahabat.
Hidup tanpa persahabatan
adalah hidup yang hampa,
kosong dan penuh kesepian.
Anda boleh memiliki segala-galanya, namun hidup Anda
tidak akan bahagia jika Anda
tidak punya sahabat!
Persahabatan tidak ada sangkut pautnya dengan harta, jabatan
dan popularitas.
Persahabatan yang didapat dari uang, pangkat dan ketenaran bukan persahabatan sejati, melainkan hanya pergaulan dangkal yang penuh kepalsuan, yang egois ,materialis, munafik dan penuh kebohongan.
Persahabatan sejati lahir dari kasih, ketulusan, kepercayaan,
kejujuran, kesetiaan dan kebersamaan. Itu sebabnya
persahabatan itu indah, tidak dapat dinilai dengan harta
benda. Dan juga tak dapat diperjual-belikan.
Anda sudah memiliki segala-galanya tapi sudahkah Anda memiliki persahabatan sejati dalam hidup ini?

Agustus 01, 2015

‪BERTEMUNYA 2 ORANG PEMUDA‬

BERTEMUNYA_2_ORANG_PEMUDA‬
(Kisah telada islami)
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
Seorang pemuda bangun pagi untuk sholat Subuh di masjid.
Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid.
Di pertengahan jalan ia jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya dan pulang kembali ke rumah.
Di rumah, dia berganti baju, berwudhu dan berjalan kembali menuju ke masjid.
Dalam perjalanan ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yang sama.
Dia sekali lagi bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah.
Di rumah, dia sekali lagi berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju ke masjid.
Di tengah jalan menuju ke masjid, dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.
Dia menanyakan identitas lelaki tersebut dan lelaki tersebut menjawab: "Saya melihat Anda jatuh dua kali di perjalanan menuju ke masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda."
Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan menuju ke masjid.
Setelah mereka sampai di masjid, pemuda tersebut bertanya kepada lelaki yang membawa lampu untuk masuk dan sholat Subuh bersamanya. Lelaki itu menolak, pemuda itu mengajak lagi hingga berkali-kali tetapi jawabannya sama.
Pemuda itu bertanya: "kenapa menolak untuk masuk dan sholat Subuh bersama?"
Lalu lelaki itu menjawab: "Aku adalah IBLIS..."
Pemuda itu terkejut dengan jawaban lelaki itu.
Iblis kemudian menjelaskan, "Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh.
Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan ‪#‎SEMUA_DOSAMU‬.
Saya membuat kamu jatuh kali kedua dan itupun tidak membuatkan kamu berubah fikiran, bahkan kamu tetap memutuskan kembali untuk ke masjid. Kerana hal itu, Allah memaafkan ‪#‎DOSA‬-DOSA_SELURUH_ANGGOTA_KELUARGAMU.
Saya bimbang, jika saya membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk kampungmu.
Jadi saya harus memastikan bahwa kamu sampai di masjid dengan selamat..."
=========
Ingat!!! Iblis akan terus berusaha menggelincirkan kita semua, untuk selalu berbuat dosa dan jauh dari Allah SWT.
Mari kita rapatkan barisan jamaah, terus istiqomah mengerjakan amal kebajikan, semoga Allah memberikan yang terbaik dalam hidup kita dan memberikan berkah buat semua.
Aamiin...
Agustus 01, 2015

"Apa yang Menjadi Fokus Kita?"

"Apa yang Menjadi Fokus Kita?"
Di sebuah hutan, seekor rusa yang hamil akan melahirkan. Ia menemukan lapangan rumput yang terpencil di dekat sungai dengan aliran air yang kuat mengalir. Ia merasa tempat ini tampaknya tempat yang aman. Tiba-tiba rusa itu merasakan nyeri persalinan pun dimulai.
Pada saat yang sama, awan gelap berkumpul di atas langit. Petir pun menyambar hingga mulai membuat kebakaran hutan. Rusa itu melihat ke arah kirinya dan ia melihat seorang pemburu dengan busur yang panjang mengarah pada dirinya. Ketika ia melihat sebelah kanannya, ia melihat seekor singa yang lapar sedang mendekatinya.
Apa yang bisa dilakukan oleh rusa itu, padahal ia bersiap untuk melahirkan!
Apa yang akan terjadi? Apakah rusa itu bisa bertahan? Apakah ia akan melahirkan anak rusa? Akankah rusa itu bertahan hidup? Atau apakah semuanya akan habis oleh kebakaran hutan? Apakah rusa itu akan binasa oleh panah pemburu? Ataukah rusa itu mengalami kematian yang mengerikan di tangan singa yang lapar?
Apa yang dilakukan oleh rusa itu? Ternyata, rusa itu fokus pada melahirkan kehidupan baru.
Akhirnya yang terjadi adalah demikian. Sambaran petir itu akhirnya membutakan pemburu yang sudah melepaskan anak panahnya. Anak panah yang lepas akhirnya melewati rusa dan mengenai sasaran pada singa yang lapar. Seketika itu mulailah turun hujan dengan lebat dan kebakaran hutan pun secara perlahan disiram oleh hujan. Dan, rusa itu pun melahirkan anak rusa yang sehat.
Dalam kehidupan kita, ada saat-saat tertentu kita dihadapkan pada pilihan dengan berbagai pikiran dan kemungkinan negatif. Beberapa pemikiran itu begitu kuat hingga menguasai kita.
Mungkin kita bisa belajar dari rusa. Yang diutamakan oleh rusa, hanyalah untuk melahirkan bayinya. Sisanya adalah keputusan yang tidak ada di tangannya karena setiap tindakan atau reaksi yang mengubah fokusnya justru cenderung menyebabkan kematian atau bencana.
Di manakah fokus kita?
Meski di tengah badai apapun, berharaplah selalu pada Tuhan. Ia tidak akan pernah mengecewakan kita.
Ingatlah, Tuhan tidak pernah tidur.