Breaking

Senin, 31 Agustus 2015

Agustus 31, 2015

Do' a penerang hati

Do' a penerang hati
Allahumaj Al Lii nuuran fii qalbii,
Wanuuran fii qabrii,
Wanuuran fii sam'ii,
wanuuran fii basharii,
Wanuuran fii sya'rii,
Wanuuran fi basyarii,
Wanuuran fii lahmi,
wanuuran fii damii,
Wanuran fii izhamil
wanuuran mim bainiyadayya,
wanuuran min khalfi,
Wanuuran'an yaminii,
wanuuran'an syimalii,
Wanuuran min fauqii,
Wanuuran min tahti
Allahumma zidnii nuraw
wa a'thiniinuraw
waj'al lii nuuraw waj'alnii nuura
yaa Allah
Jadikanlah Cahaya dalam kalbuku,
cahaya dalam kuburku,
Cahaya dalam pendengaranku,
cahaya dalam rambutku,
Cahaya dalam hatiku,
cahaya dalam dagingku,
cahaya dalam darahku dan
cahaya dalam tulang-tulangku,,,
Dan cahaya di hadapanku,
cahaya di belakangku,
Cahaya di sebelah kananku,
Cahaya di sebelah kiriku,
Cahaya di atasku dan cahaya di bawahku,
Ya Allah tambahkanlah cahaya padaku,
Berikanlah cahaya padaku dan jadikanlah cahaya bagiku dan jadikanlah diriku cahaya,
Agustus 31, 2015

Kisah seorang pemulung yg sangat Mulia

Kisah seorang pemulung yg sangat Mulia
Semoga ber manfaat.
Pelan pelan bacanya .
Saudaraq semua.

Setelah Menabung 3 Tahun, Pemulung Itu pun Berqurban 2 Kambing Terbesar

Jum’at pagi (26/10) jamaah masjid Raya Al Ittihad, Tebet Barat, Jakarta Selatan, sudah berkumpul di masjid untuk melaksanakan shalat Idul Adha. Sebagaimana biasa, sebelum shalat Id dilaksanakan pengurus masjid mengumumkan hasil perolehan hewan qurban yang diterima panitia. Ada sekitar 27 sapi dan kambing yang diterima oleh panitia.
“Perlu kami umumkan, kambing yang terbesar justru diberikan oleh seorang yang pekerjaannya pemulung. Beliau biasa berkeliling di sekitar Tebet sini,” ujar panitia qurban melalui pengeras suara masjid.
“Setiap hari, beliau pula yang memberi makan kambing tersebut,” kata pembawa acara.
Hampir seluruh jamaah shalat terkesima mendengar pengumuman itu. Saat memimpin shalat, suara imam pun bergetar seperti menahan tangis. “Hebat. Subhanallah,” gumam jamaah.
Bertekad Menabung 3 Tahun untuk Beli Hewan Qurban
Pemulung itu menyerahkan kambing beberapa hari lalu. Dia bernama Yati (55 tahun), yang sudah menabung susah payah untuk berqurban. Wanita yang berprofesi sebagai pemulung ini mengaku sempat ditertawakan saat bercerita seputar niatnya untuk berqurban.
“Pada ketawa, bilang sudah pemulung, sudah tua, nggembel ngapain qurban,” cerita Yati, sebagaimana yang diberitakan oleh merdeka.com, Jumat (26/10).
Tapi Yati bergeming. Dia tetap meneruskan niatnya untuk membeli hewan kurban. Akhirnya setelah menabung tiga tahun, Yati bisa berqurban tahun ini.
Yati dan suaminya Maman (35 tahun) sama-sama berprofesi sebagai pemulung. Pendapatan mereka jika digabung cuma Rp 25 ribu per hari. Kadang untuk menambah penghasilan, Maman ikut menarik sampah di sekitar Tebet. Tapi akhirnya mereka bisa membeli dua ekor kambing. Masing-masing berharga Rp 1 juta dan Rp 2 juta. Dua kambing ini disumbangkan ke masjid.
“Saya nabung tiga tahun untuk beli dua ekor kambing. Yang besar itu saya beli Rp 2 juta, yang kecil Rp 1 juta,” kata Yati di rumahnya.
“Penghasilan sehari tak tentu. Seringnya dapat Rp 25 ribu. Dihemat untuk hidup dan ditabung buat beli dua kambing itu,” kisah Yati.
Yati membeli dua kambing itu di Pancoran. Maman yang mengambil dua kambing itu dengan Bajaj dan memberikannya ke panitia kurban di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan.
Man Jadda Wajada
Pasangan suami istri ini tinggal di gubuk triplek kecil di tempat sampah Tebet, Jakarta Selatan. Tak ada barang berharga di pondok 3×4 meter itu. Sebuah televisi rongsokan berada di pojok ruangan. Sudah bertahun-tahun TV itu tak menyala.
Wanita asal Madura ini bercerita soal mimpinya bisa berkurban. Yati mengaku sudah seumur hidup ingin berkurban. Dia malu setiap tahun harus mengantre meminta daging. Keinginan ini terus menguat, saat Bulan Ramadan. Yati makin giat menabung.
“Saya ingin sekali saja, seumur hidup memberikan daging kurban. Ada kepuasan, rasanya tebal sekali di dada. Harapan saya semoga ini bukan yang terakhir,” jelasnya.
“Pada bilang: apa tidak sayang, mending uangnya untuk yang lain. Tapi saya pikir sekali seumur hidup masa tidak pernah kurban. Malu cuma nunggu daging qurban,” beber Yati.
Yati mengaku sudah lama tinggal di pondok itu. Dia tak ingat sudah berapa lama membangun gubuk dari triplek di jalur hijau peninggalan Gubernur Legendaris Ali Sadikin itu.
“Di sini ya tidak bayar. Mau bayar ke siapa? Ya numpang hidup saja,” katanya ramah.
Setiap hari Yati mengelilingi kawasan Tebet hingga Bukit Duri. Dia pernah kena asam urat sampai tak bisa jalan. Tapi Yati tetap bekerja, dia tak mau jadi pengemis.
“Biar ngesot saya harus kerja. Waktu itu katanya saya asam urat karena kelelahan kerja. Maklum sehari biasa jalan jauh. Ada kali sepuluh kilo,” akunya.
Juanda yang menjaga masjid Al Ittihad terharu saat Yati bercerita mimpi bisa berkurban lalu berusaha keras mengumpulkan uang hingga akhirnya bisa membeli dua ekor kambing.
“Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil,” gumamnya.
Kambing Terbesar di Antara Kambing Qurban Lainnya
“Saya nangis, tidak kuat menahan haru,” ujar Juanda (50), salah satu pengurus Masjid Al Ittihad. Juanda menceritakan, Selasa (23/10), seorang pemulung bernama Maman datang ke Masjid Al Ittihad. Masjid megah ini terletak di kawasan elite Tebet Mas, Jaksel.
“Bawanya pakai Bajaj. Dia kasih dua ekor kambing untuk kurban. Dia bicara tegas, justru saya yang menerimanya tak kuat. Saya menangis,” kata Juanda.
Dua kambing itu ada di halaman masjid. Ada yang berwarna coklat dan putih. Kambing itu justru yang paling besar di antara kambing-kambing lain.
Dia menceritakan pengurus lain pun terharu mendengar cerita ini.
Sahabatku.....
Yuuuk kita mulai dari hari ini, menyisihkan uang kita sehari 7.500 untuk bisa berkurban tahun depan
Agustus 31, 2015

Jangan Biasakan Meminta Oleh-oleh dari Teman yang Berpergian

Jangan Biasakan Meminta Oleh-oleh dari Teman yang Berpergian
RASULULLAH shallallahu alaihi wasallam melarang seorang muslim untuk meminta-minta dari orang lain, tanpa ada kebutuhan yang mendesak.
Karena perbuatan meminta-minta merupakan perbuatan menghinakan diri kepada makhluk dan menunjukkan adanya kecendrungan kepada dunia dan keinginan untuk memperbanyak harta.
Dan beliau shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa barangsiapa yang melakukan perbuatan meminta-minta yang hina ini, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong dagingpun yang melekat di wajahnya. Ini sebagai balasan yang setimpal baginya kareka kurangnya rasa malu dia untuk meminta-minta kepada sesama makhluk.
“Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong dagingpun,” (HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1725).
“Sesungguhnya harta ini adalah lezat dan manis. Maka siapa yang menerimanya dengan hati yang baik, niscaya ia akan mendapat berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, maka dia tidak akan mendapat berkahnya, dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” (HR. Al-Bukhari no. 1472 dan Muslim no. 1717).
Ringankanlah orang yang menjalani Safar karena safar adalah potongan dari azab.
Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Saw bersabda,”Berpergian (safar) itu adalah sebagian dari siksa. Ia menghalangi seseorang dari makan, minum dan tidurnya. Maka apabila seseorang telah selesai dari urusannya hendaklah ia segera pulang ke keluarganya,” (HR Bukhari dan Muslim).
“Dikatakan bagian dari azab, karena safar akan meninggalkan segala yang dicintai,” (Fathul Bari, Ibnu Hajar).
Bisa jadi yang dimaksud dicintai ini adalah keluarga yang ia cintai, rumah yang nyaman, ibadah yang teratur, dan lain-lain.
Sedang setiap perjalanan tidak ada jaminan akan bisa kembali, lalu mengapa kita bebani dengan titipan dan amanah yang membebani.
Sekadar tips buat yang bersafar, untuk menjaga saudara kita dari meminta, jika berkelebihan rezeki akan lebih indah jika kita memberi sedikit oleh-oleh karena tangan di atas lebih mulia.
Dan tips untuk yang menerima oleh-oleh bersyukurlah atas setiap bentuk rezeki yang didapat karena dengan bersyukur kita akan semakin mendapat nikmat yang banyak.
Agustus 31, 2015

BETAPA PENTINGNYA MENJAWAB SUARA ADZAN...


Coba kita amati..
Mengapa kebanyakan orang yg hampir ajal tidak dapat berkata apa-apa.

Lidahnya kelu.. keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'.
Diriwayatkan sebuah hadist :

"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika adzan.. jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. "..
Ini jelas menunjukkan kita disarankan agar mendiamkan diri.. jangan berkata sewaktu adzan berkumandang, ke cuali kita menjawab suara adzan tersebut..
Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati adzan...
JIKA LAGU KEBANGSAAN NEGARA BERKUMANDANG,, KITA DIAJARKAN AGAR BERDIRI TEGAK DAN DIAMKAN DIRI..

Lantas Mengapa ketika adzan kita tidak bisa mendiamkan diri..?
''Barang siapa yang berkata-kata ketika adzan.. Allah akan kelukan lidahnya ketika sakaratul maut...''
Na'udzubillahim indzalik...
Kita takut dengan kelunya lidah kita saat ajal hampir tiba.. kita takut tidak dapat mengucap kalimat "Lailahaillallah.."..

Yang mana siapapun yang dapat mengucapkan kalimat ini ketika nyawanya akan dicabut.. Allah dengan izin-Nya menjanjikan syurga untuk mereka...
Karena itu..mari kita sama-sama menghormati adzan.. dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu sewaktu nyawa kita hendak dicabut...
"Ya Allah..
Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia..

Lancarkan lidah kami mengucapkan kalimah "Lailahaillallah." sewaktu sakaratul maut menghampiri kami...
Aamiin.. Aamiin.. Aamiin Ya rabbal 'aalamiiin
Agustus 31, 2015

BERTOBATLAH KEPADA ALLAH SETIAP WAKTU….


.
Bertobatlah kepada Allah setiap waktu, karena hal itu dianjurkan dan diperintahkan oleh Allah.

"Bertobatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman agar kalian beruntung." (Q.S. 24:31).
Tobat merupakan sarana yang mengantar hamba menjadi kekasih Allah.
"Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (Q.S 2:222)
Ketahuilah bahwa tobat merupakan terminal (maqam) pertama. Segala bentuk ibadah baru diterima Allah jika didahului dengannya.
Janganlah engkau berputus asa terhadap rahmat Allah dengan berkata, "Sudah berapa kali aku bertobat dan insaf!" Sebab, orang yang sakit sewajarnya akan terus meminum obat, mengharap hidup dan menginginkan sehat.
Saat engkau merasa berat untuk melakukan amal ketaatan dan ibadah, saat engkau merasa kerepotan dan tidak mendapat kenikmatan di dalamnya, lalu sebaliknya engkau memandang ringan maksiat dan bahkan merasa nikmat, sehingga engkau pun melakukan maksiat dengan senang; dalam kondisi seperti itu, ketahuilah bahwa engkau belum jujur dalam bertobat. Dalam kalbumu masih terdapat penyakit. Engkau belum sampai ke tingkat orang yang ikhlas dan bertobat. Sebab, jika dasarnya benar, cabangnya juga pasti benar. Begitu pula sebaliknya.
Semoga Allah melindungi kita, dan mengampuni semua kesalahan dan keburukan kita. Aamiinn...