Breaking

Senin, 11 Februari 2013

Februari 11, 2013

♥ Karena Hidup Cuman Sekali ♥

♥ Karena Hidup Cuman Sekali ♥

Mari kita nikmati detik-demi detik seiring perjalanan waktu dengan senyum keikhlasan kita perbanyak ibadah dan beramal salih agar sang pencipta berkenan menempatkan kita ditempat mulia disisinya..

Yakinlah, bahwa kesadaran kita untuk menjadi hamba Allah SWT yang baik sesungguhnya mampu membuat kita selalu berfikir dengan tenang, arif, lembut dan teliti. dan bisa menjadikan kita untuk lebih menikmati hidup dan mengurai persoalan demi persoalan, yang pada akhirnya kita mendapat manfaat dan berkah dalam setiap langkah, lantas apa yang dimaksud dengan persoalan hidup?.

Sesungguhnya tergantung dari mana sisi pandang serta bagai mana mensikapinya. Sahabatku, sunggup Hidup yang kita jalani saat ini teramat singkat, mari sama-sama kita mengisinya dengan segala sesuatu yang benar-benar bermanfaat. Bukan cuman sekedar hidup dan numpang lewat saja.

Jika memang hanya ibarat mampir sejenak. Maka kita harus menjadikan tempat persinggahan ini menjadi sesuatu yang akan selalu diingat dan dikenang oleh dunia. Karena hidup yang kita jalani kini adalah cerminan akan menjadi apa kita kelak.

Yang diangankan dan yang dicita-citakan manusia adalah bahagia, selamat di dunia dan di akhirat. Dan yang ditakuti adalah persoalan. Padahal keduanya merupakan untaian setali tiga uang.

Satu keping uang yang bernilai sama, hanya berbeda gambaran. Apakah kamu akan mempersoalkan gambarnya..? Atau mencoba memanfaatkannya sesuai nilainya, untuk mencapai tujuan...?.

Dalam hidup ini semua orang mempunyai rencana dan kita berencana sambil menjalani rencana yang telah kita buat, dan Allah SWT saja yang memutuskan..

Dan hidup ini harus selalu bersyukur dan menerima apa yang ada.jangan sampai menjalani dengan salah atau yang enggak bermutu, karena hidup cuman sekali..

Semoga Renungan Hikmah Singkat ini bermanfaat buat kita semua, terimah kasih sudah membaca ^^
Februari 11, 2013

TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI AL-QUR'AN

TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI AL-QUR'AN

GOLONGAN MUKMIN
1. Alif Lam Mim
2. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yg bertakwa
3. (Yaitu) mereka yg beriman kepada yg gaib, yg mendirikan shalat dan yg menafkahkan sebagian rezeki yg Kami anugerahkan kepada mereka
4. Dan mereka yg beriman kepada Kitab (Al-Qur'an) yg telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yg telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat
5. Mereka itulah yg tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan mereka orang orang yg beruntung

GOLONGAN KAFIR
6. Sesungguhnya orang orang kafir sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan mereka tidak akan beriman
7. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup dan bagi mereka siksa yg amat berat

GOLONGAN MUNAFIK
8. Diantara manusia ada yg mengatakan "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian" padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang orang yg beriman
9. Mereka hendak menipu Allah dan orang orang beriman padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar
10. Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yg pedih disebabkan mereka berdusta
11. Dan bila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi", mereka menjawab, "Sesungguhnya, kami orang-orang yg mengadakan perbaikan"
12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang yg membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar
13. Apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang orang lain telah beriman", mereka menjawab, "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yg bodoh itu telah beriman?" ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yg bodoh, tetapi mereka tidak tahu
14. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yg beriman, mereka mengatakan, "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok"
15. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang ambing dalam kesesatan mereka
16. Mereka itulah orang-orang yg membeli kesesatan dengan petunjuk maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk
17. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yg menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah menghilangkan cahaya (yg menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, mereka tidak dapat melihat
18. Mereka tuli, bisu dan buta maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yg benar)
19. Atau seperti (orang-orang yg ditimpa) hujan lebat dari langit, disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yg kafir
20. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka, setiap kali kilat itu menyinari mereka. Mereka berjalan dibawah sinar itu dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu

(Q.S Al-Baqarah 1-20)
Februari 11, 2013

Ini doa buatmu sahabat semuanya supaya mendapatkan jodoh yang baik

Ini doa buatmu sahabat semuanya supaya mendapatkan jodoh yang baik, silahkan di Aaminkan

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”. “Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”.

ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”. “Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”.

أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِي
Februari 11, 2013

♥ BELAJAR DARI BUNGA LIAR ♥

♥ BELAJAR DARI BUNGA LIAR ♥

Belajarlahlah dari bunga liar di antara semak belukar,yang tak punya alasan untuk tersenyum,namun mampu membuat kita kagum dengan keindahannya.

Kita tak pernah kalah karena mencintai seseorang,tapi kita selalu kalah karena tidak berterusterang bahwa kita memang mencintainya.

Mencintai itu ibarat menggenggam sebuah pisau ditangan,ia akan membuat kita terluka ketika kita menggenggamnya terlalu erat.

Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang,bukan karena orang itu berhenti mencintai kita,atau karena ia tidak memperdulikan kita lagi,melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu akan lebih bahagia apabila kita melepasnya.
Tetapi,apabila kita benar-benar tulus mencintai seseorang,jangan dengan mudah kita melepaskannya.

Cintai seseorang tanpa melihat,tanpa mendengar.
Cintailah ia dengan setulus hati dan seutuhnya rasa yang kita miliki,sebab bila mencinta dengan pandangan,disaat ia buyar,bisa saja cinta itu pupus.
Bila mencintai dengan pendengaran,disaat tak terdengar lagi,bisa saja cinta itu hilang.

Jangan cintai seseorang sedalam lautan,karena lautan bisa surut.
Jangan cintai seseorang sebesar dunia,karena dunia bisa hancur.
Cukup cintai seseorang seujung kuku,walau kecil dan selalu dipotong,namun kuku akan selalu tumbuh,seharusnya begitupun dengan cinta.

Cinta ibarat kupu-kupu,semakin dikejar semakin menghindar,tetapi jika kita biarkan terbang,maka ia dengan sendirinya akan menghampiri kita.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga,karena bunga bisa mati dikala musim berganti.
Cintailah seseorang seperti sungai,karena sungai akan mengalir selamanya.

Seseorang yang mencintai kita mungkin tidak bisa mengingat kesempatan istimewa seperti perayaan hari ULANG TAHUN,tetapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui hanya mencintai kita,tidak peduli hari apakah hari ini.

Mencintai seseorang bukan apa-apa,jangan terlalu berharap akan balasannya.
Dicintai seseorang adalah sesuatu yang bisa menjadi berkah dan bisa juga menjadi fitnah.
Dicintai oleh orang yang kita cintai sangatlah berarti,maka syukuri dan nikmati.

Tetapi dicintai Sang Maha Pencipta adalah segala-galanya,karena segala macam cinta ada dalam genggamann-Nya.
Februari 11, 2013

Bila Diri Sempit Hati

Bila Diri Sempit Hati

Semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita hati yang lapang, jernih, karena ternyata berat sekali menghadapi hidup dengan hati yang sempit. Hati yang lapang dapat diibaratkan sebuah lapangan yang luas membentang, walaupun ada anjing, ular, kaajengking, dan ada aneka binatang buas lainnya, pastilah lapangan akan tetap luas.

Aneka binatang buas yang ada malah semakin nampak kecil dibandingkan luas lapangan. Sebaliknya, hati yang sempit dapat diibaratkan ketika kita berada di sebuah kamar mandi yang sempit, baru berdua dengan tikus saja, pasti jadi masalah.

Belum lagi jika dimasukan anjing, singa atau harimau yang sedang lapar, pastikanlah akan bermasalah lagi. Entah mengapa kita sering terjebak dalam pikiran yang membuat hari-hari kita menjadi hari-hari yang tidak nyaman, dan membuat pikiran kita jadi keruh, penuh rencana-rencana buruk.

Waktu demi waktu yang dilalui seringkali diwarnai kondisi hati yang mendidih, bergolak, penuh ketidaksukaan, terkadang kebencian.

Bahkan lagi dendam kesumat, capek rasanya, jelang tidur, otak berpikir keras menyusun rencana bagaimana memuntahkan kebencian dan kedendaman yang ada dilubuk hatinya agar habis tandas terpuaskan kepada yang dibencinya.

Hari-harinya adalah hari uring-uringan makan tak enal, tidur tak nyenyak dikarenakan seluruh kosentrasi dan energinya difokuskan untuk memuaskan rasa bencinya ini.

Sungguh alangkah menderitanya orang-orang yang disiksa oleh kesempitan hati.

Dia kan mudah sekali tersinggung, dan jika sudah tersinggung seakan-akan tidak termaafkan, kecuali sudah terpuaskan dengan melihat orang yang menyinggungnya menderita, sengsara, atau tidak berdaya.

Seringkali kita mendengar cerita orang-orang yang dililit derita akibat rasa bencinya. Padahal ternyata yang dicontohkan para rasul, dan nabi serta para ulama yang ikhlas, orang-orang yang berjiwa besar, bukanlah mencontohkan dendam, membenci atau busuk hati.

Mereka justru contoh pribadi-pribadi yang kokoh bagai tembok tegar, sama sekali tidak terpancing oleh caci maki, cemooh, benci, dendam, dan perilaku-perilaku rendah lainnya.

Sungguh pribadinya, bagai pohon yang akarnya menghujam ke dalam tanah, begitu kokoh dan kuat, hingga diterpa badai dan diterjang topan sekalipun tetap mantap tidak bergeming.

Tentunya bila Allah ingat kepada kita, manfaat yang sangat besar akan kita rasakan. Mengingat Allah dan merasa dekat dengan-Nya, akan menjadikan diri kita dapat merasakan limpahan kasih sayang-Nya, dapat merasakan pertolongan-Nya, dapat merasakan kehebatan kekuasaan-Nya, dapat pula merasakan keindahan dan nikmatnya kehidupan dalam pengaturan-Nya