Breaking

Kamis, 13 Juni 2013

Juni 13, 2013
Ali r.a. berkunjung kepada Nabi saw. bersama Fatimah r.anha. Nabi saw sedang menangis terisak. Ali bertanya, “Bapak dan Ibuku menjadi tebusan atas kesedihanmu, hai Rasulullah, apa sebenarnya yang menyebabkan engkau menangis ?”
Rasulullah saw menjawab, “Hai Ali pada malam ketika aku diisra’kan ke langit, kulihat beragam wanita dari umatku disiksa di neraka, aku menangis karena beratnnya siksaan itu. Aku lihat wanita digantung rambutnya dan otaknya mendidih. Ada wanita digantung dengan lidahnya, sedang air mendidih dituang ke tenggorokan. Ada lagi wanita kedua kakinya dipasung hingga buah dada dan kedua tangannya terbelenggu di ubun-ubun. Allah Swt perintahkan ular dan kalajengking untuk menyiksa. Ada wanita digantung dengan kedua buah dadanya. Ada wanita berkepala babi dan berbadan keledai, mengalami beribu siksa. Ada wanita berbentuk anjing, sedang api neraka membakar dirinya masuk melalui lubang mulut dan keluar melalui duburnya, sementara para malaikat memukulinya dengan godam panas.”
Fatimah r.anha bangkit dan berkata, “Wahai kekasih dan permata hatiku, sesungguhnya apa yang mereka lakukan dengan siksa seberat itu ?” Rasulullah saw: “Wahai putriku, perempuan digantung dengan rambut sendiri karena tak menutup rambut dari pandangan lelaki lain. Perempuan digantung menggunakan lidah karena menyakiti suami. Perempuan digantung dengan kedua buah dada karena mengotori tempat tidur (bersetubuh dengan lelaki lain). Perempuan dipasung kedua kakinya dan kedua tangannya dirantai ke ubun-ubun, Allah perintahkan ular dan kalajengking menyiksa, karena tak mandi junub, tak mandi setelah haid dan melalaikan sholat. Perempuan berkepala babi berbadan keledai karena pengadu lagi pendusta. Perempuan berbentuk anjing dan api membakar masuk melalui mulut dan keluar melalui dubur, karena suka mengungkit (pemberian ke suami) dan dengki. Putriku, celakalah istri maksiat pada suami’.
Kemudian Nabi saw bwesabda :
Ada dua golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim/2128).
Belum pernah ada tapi terjadi setelah beliau tiada. Menurut An Nawawi, ‘kasiyaatun ‘aariyah dalam hadis itu, bermakna; Pertama, wanita mendapat nikmat tapi tak bersyukur. Buka aurat, kepala, telapak kaki, paha, celana dan rok di atas dengkul. Budaya barat berbumbu maksiat bercumbu aurat. Kedua, wanita berpakaian tapi kosong amal, tak mengutamakan akhirat dan tidak taat. Ketiga, wanita sengaja pamer anggota tubuh. Berpakaian tapi telanjang. Keempat, wanita berpakaian tipis hingga jelas bagian dalam. Zohirnya berpakaian, hakikatnya telanjang. (Syarh Muslim, 9/240). Akan muncul di kalangan umatku, lelaki menunggang atas pelana, turun di pintu masjid. Isteri dan anak perempuannya berpakaian tipis dan ketat. Di kepalanya bonggolan (sanggul atau tocang) seperti punuk unta. Laknatlah mereka. Sungguh mereka wanita terlaknat” (HR Ahmad 2/223).
Ibnu ‘Abdil Barr rah.a memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat; wanita berpakaian tipis menggambarkan bentuk tubuh. Pakaian belum menutup anggota tubuh yang wajib ditutup sempurna. Berpakaian namun hakikatnya telanjang. Perempuan muslim mengenakan kerudung menutup kepala dan rambut, namun bahan tipis, transparan, ketat, sehingga menampakkan lekuk tubuh. Kepala dibalut kerudung atau jilbab, kaos ketat, celana full pressed body, konon kerudung gaul. Padahal mereka melecehkan syariat. Simbolnya Islam modelnya batil. Wanita berkerudung gaul tutup aurat dengan paradigma, ‘perempuan harus mensyukuri keindahan tubuh sebagai anugerah Allah, lalu memamerkannya.’ Maraknya kerudung gaul akibat akal minim dilanda iklim. Ikut-ikutan, korban iklan, sambil berangan, ‘Nikmatilah keindahan tubuh dan kecantikanku.’ Adakah yang mau mendekat ? Adakah yang mau memandang ? Adakah yang mau tersenyum ? Setiap orang mengigau, ‘Aduhai betapa cantiknya ?’ Rasulullah saw bersabda, Barangsiapa berpakaian sombong (berbangga) di dunia maka Allah akan pakaikan kehinaan di akhirat.’(HR Abu Dawud). Al Munawi memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat (berpakaian tapi telanjang); wanita berpakaian tipis tampak kulit. Menampakkan perhiasan tanpa pakaian takwa. Makna lain, tandanya tidak syukur nikmat. Menutup sebagian, membuka sebagian. (Faidul Qodir, 4/275).
Kaasiyaatun ‘aariyaat ; ‘Wanita berpakaian tipis nampak bagian dalam tubuhnya dan membuka sebagian aurat yang wajib ditutup.’ Jika wanita mengetahui sesuatu haram tapi menghalalkannya, maka ia jatuh ke derjat kafir. Bagi mukminah, menundukkan pandangan; menjaga kemaluan; tidak menunjukkan perhiasan kecuali apa yang seharusnya; menutupi dada dengan kerudung; tidak menampakkan perhiasan kecuali kepada suami dan mahram.
Di sini akan tampak selas bahwa syariat itu berkaitan langsung pada Allah Swt, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat. Setiap amalan menuju kesempurnaan tauhid. Berpakaian bukan sekadar tutup aurat, adat atau model dari keadaan dan tempat tertentu, tapi kaitannya adalah ketaatan terhadap syariat. Ada pendapat kalau di kolam renang boleh pakai bikini, di lapangan bola boleh pakai celana pendek, cadar itu budaya Arab tidak cocok untuk Indonesia, berjubah dan berjanggut budaya Arab tidak sesuai budaya kita. Itulah mulut- mulut tak bertanggungjawab. Padahal itu ajaran Islam yang jelas, baku, bersih dan furqon (pembeda), dilandasi nash yang qath’i. Coba anda jalan-jalan di Amerika, London, Meulborne (Australia), Nagoya (Jepang) jelas kelihatan wanita muslimah dan non muslimah dari cara berpakaian. Padahal muslimnya minoritas. Justru terbalik, di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia. Di tempat umum, kita enggan mengucap salam, kalau-kalau yang dihadapi non muslim. Karena hak menjawab salam dengan kata Alaikumussalaam wajib dan untuk sesama muslim. Tapi karena orang Islam (terutama wanitanya) kebanyakan cara berpakaiannya sama saja dengan wanita non muslimah, bahkan pada waktu-waktu shalat kebanyakan muslimahnya tidak shalat, sehingga tak ada yang membedakan mereka, maka menjadi rancu. Tak menunjukkan Islam sebagai Furqon. Islam KTP, tak ada dalam kehidupan nyata. Semestinya ingat, isi neraka itu mayoritas perempuan. Rasulullah saw. sekembali Isra dan Mi’raj, menyaksikan, perempuan digantung dengan rambutnya, otak di kepalanya mendidih. Mereka dulu tak melindungi rambut (tak berjilbab) agar tak dilihat lelaki lain. Perempuan yang digantung dengan lidahnya, tangan dikeluarkan dari punggungnya, kerongkongan dituang minyak panas. Mereka suka menyakiti hati suami dengan kata-kata. Perempuan mengunyah-ngunyah badan sampai hancur sambil berteriak kesakitan, Allah cipta badan baru dan lebih mulus, lalu dikunyah-kunyah lagi. Dulu, di dunia sering mempertontonkan tubuh dan aurat di depan khalayak (seperti penyanyi, penari, perenang, artis dan sebagainya). Perempuan digantung dengan buah dada dari arah punggung dan air pohon zaqqum dituang ke kerongkongannya. Merekalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa izin suami. Perempuan diikat dua kaki dan dua tangan sampai ke ubun-ubun dan dibelit ular dan kala jengking. Mereka yang mampu sholat dan puasa, tapi tak mau mengerjakan, tak berwudhu dan tak mau mandi junub. Keluar rumah tanpa izin suami (wanita karir, TKW), tidak mandi dan tidak bersuci selesai haid dan nifas. Perempuan makan daging tubuhnya sementara di bawahnya api menyala. Perempuan berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang (para artis, selebritis, wartawan gosip, antara lain dalam infotainment, tari-tarian, showbiz dan wanita karir). Perempuan memotong badan sendiri dengan gunting neraka. Karena suka mencari perhatian orang agar melihat perhiasan diri (artis dan selebritis). Perempuan kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai. Suka mengadu domba dan pendusta. Perempuan berwajah anjing, ular dan kala jengking masuk ke mulut dan keluar melalui dubur. Yakni, suka marah kepada suami dan memfitnah orang. Jika ancamannya jelas, kenapa wanita masih pakai rok dosa ? pamer paha ? pamer rambut ? pamer telapak kaki ? pamer leher ? Jawabannya ada pada iman masing-masing.
- See more at: http://www.sabili.co.id/berita/indo/item/792-kaasiyaatun-%E2%80%98aariyaat.html#sthash.mdC6NkWy.8pX3T4WH.dpuf

Senin, 10 Juni 2013

Juni 10, 2013

Sukseskan Sya’ban Menuju Kemenangan Ramadhan


  • Sukseskan Sya’ban Menuju Kemenangan Ramadhan

    KITA telah memasuki bulan Sya'ban. Sebentar lagi masuk bulan paling istimewa bernama Ramadhan. Menyambut kedatangan Ramadhan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, melakukan persiapan baik fisik, amal, maupun spiritual pada bulan Sya’ban.

    Mengapa harus perlu melatih mental dan fisik di bulan Sya’ban? Karena Sya’ban adalah media untuk memulai memasuki Ramadhan. Pada bulan tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam lebih banyak berpuasa dan beribadah.

    Amalan Sunnah di Bulan Sya’ban

    Keistimewaan bulan ini yakni seluruh amalan manusia diangkat untuk dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam:

    “Bulan itu (Sya‘ban) yang berada di antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan yang dilupakan manusia dan ia adalah bulan yang diangkat padanya amal ibadah kepada Rabb seru sekalian alam, maka aku suka supaya amal ibadahku diangkat ketika aku berpuasa.” (Riwayat Nasa’i)

    Agar hanya amalan baik yang tercatat, maka sepanjang bulan ini digalakkan amal ibadah dan kebajikan. Di antara amalan-amalah di bulan Sya’ban, antara lain:

    Memperbanyak Puasa Sunnah

    Nabi lebih banyak melakukan ibadah puasa sunnah dalam bulan Sya‘ban, dibanding dengan bulan-bulan yang lain. “…maka aku suka supaya amal ibadah ku diangkat ketika aku berpuasa,” (Riwayat Nasa’i)

    Bertaubat dan Beristighfar

    Bertaubat dan beristighfar dapat dilakukan kapan saja, akan tetapi menyambut bulan Ramadhan hendaknya ditingkatkan lagi kesungguhannya. Taubatlah dengan taubatan nashuha.

    Taubat nashuha akan berhasil dilakukan bila kita menepati syarat-syaratnya. Jika dosa itu antara manusia dengan Allah, maka yang harus dilakukan adalah:

    1. Hendaknya meninggalkan dosa atau maksiat, sebagaimana dia meninggalkan apa yang sangat dibenci.
    2. Hendaklah benar-benar menyesali dan merasa sedih dengan perbuatan maksiatnya itu.
    3. Berjanji untuk tidak akan melakukannya lagi.

    Manakala dosa itu berkaitan dengan orang lain, hendaklah memohon maaf kepada orang yang bersangkutan.

    Memperbanyak Zikir dan Doa

    Allah berfirman;

    الَّذِينَ آمَÙ†ُواْ ÙˆَعَÙ…ِÙ„ُواْ الصَّالِØ­َاتِ Ø·ُوبَÙ‰ Ù„َÙ‡ُÙ…ْ ÙˆَØ­ُسْÙ†ُ Ù…َآبٍ

    “Orang-0rang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (Ar-Arad: 28)

    Shalat Sunnah, Terutama di Waktu Malam

    Jika di bulan lain telah terbiasa melakukan qiyamullail, maka di bulan Sya’ban intensitas ibadah sunnah ini perlu ditingkatkan. Ini mengingat ada janji istimewa yang disediakan di bulan Ramadhan.

    Rasulullah bersabda, ”Allah Azza wa Jalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunnahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhaan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya,” (Riwayat Ahmad)

    Memperbanyak Bersedekah

    Satu kebajikan di bulan Ramadhan diganjari dengan 10 hingga 700 pahala. Maka agar terkondisikan dan siap diri, bersedekahlah sejak Sya’ban, walau dengan uang Rp 100 rupiah. Rasulullah bersabda, ”Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma,” (Muttafaq’alaih)

    Tentang Malam Nisfu Sya’ban

    Kelebihan malam nisfu Sya‘ban telah disebutkan di dalam hadits dari Mu‘az bin Jabal.

    “Allah datang menemui semua makhluk-Nya di malam nisfu Sya‘ban, maka diampunkan dosa sekalian makhluk-Nya, kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang yang bermusuhan,” (HR. Ibnu Majah, Thabrani dan Ibnu Hibban)

    Malam nisfu Sya‘ban juga termasuk malam-malam yang dikabulkan doa. Imam asy-Syafi‘i dalam kitabnya al-Umm berkata, “Telah sampai pada kami bahwa dikatakan: Sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam yaitu; pada malam Jumat, malam Hari Raya Adha, malam Hari Raya ‘Idul Fitri, malam pertama di bulan Rajab dan malam nisfu Sya‘ban.”

    Kita dianjurkan menghidupkan malam nisfu Sya‘ban dengan memperbanyak beribadah seperti shalat sunat dan berdoa, berzikir dan membaca Al-Qur’an.

    Beberapa langkah di atas, jika dilakukan dengan penuh kesungguhan dan kesinambungan sejak Sya’ban, insya Allah akan mengantar kita menjadi lebih siap menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan jiwa yang suci.

Minggu, 28 April 2013

April 28, 2013

"KETIKA MENGENAL WANITA"

"KETIKA MENGENAL WANITA"

Ketika kamu berbicara padanya dan tatapannya sampai ke dalam matamu,itu berarti dia ingin memasuki kehidupanmu dan selalu hadir dalam hari-harimu.

Ketika kamu di ingatkannya tentang sesuatu hal yang biasa yang menurutmu tidak penting,.Ingatlah! bahwa dia tidak sedang mengaturmu,dia hanya ingin memberimu perhatian.

Ketika kamu melihatnya dia mulai jengkel karena kamu terlalu asyik bermain dengan teman-temanmu,itu berarti dia tidak sedang menjadi seorang yang egois,tapi hanya ingin sedikit perhatian darimu.

Ketika kamu dimarah-marah tanpa sebab,dia hanya ingin sesuatu tetapi tidak tahu bagaimana cara mengatakannya kepadamu.

Ketika seorang wanita mulai berteman dekat dengan teman-temanmu,dia tidak sedang berniat ingin tahu dan mencampuri urusanmu,dia hanya ingin mengenal lingkunganmu agar lebih dalam mengenali dirimu.

Ketika kamu mendapati seorang wanita menertawakan kesalahan atau kekonyolanmu,dia tidak sedang menertawakan kebodohanmu,dia hanya mencoba mengenal dan melihat sisi lain dari dirimu,dan mencoba menerima kekuranganmu.
April 28, 2013

9 Kestimewaan Orang-Orang Yang Selalu Shalat Tepat Waktu

9 Kestimewaan Orang-Orang Yang Selalu Shalat Tepat Waktu

Barang siapa yang MENJAGA (Selalu Mengamalkan) Shalat 5 waktu tepat waktu nya, maka ALLAH Subhanahu Wata’ala akan memberi KEISTIMEWAAN pada orang itu dengan 9 macam KEISTIMEWAAN:

1. Cinta ALLAH selalu Tertuju pada nya..

2. Tubuh nya akan selalu sehat..

3. Malaikat selalu melindungi nya..

4. Berkah ALLAH selalu turun kepada nya..

5. Wajah nya akan tampak bagaikan wajah orang-orang yang Shalih..

6. ALLAH akan memberi kelapangan dada..

7. Akan melewati titian Shiratal Al-Mustaqim seperti Buraq..

8. ALLAH akan menyelamatkan dari siksaan api Neraka..

9. ALLAH akan Mensejahterakan tempat nya (Kelak di Akhirat) bersama dengan para Wali-wali-NYA, mereka itu tidak pernah mengeluh atau berduka cita elama-lamanya. .

(Khalifah Utsman Bin Affan)
Radiyallahu’Anh u..

Semoga BERMANFAAT untuk kita bersama, dan semoga kita bisa MENGAMALKANNYA.

TOLONG SHARE DIBERANDA KALIAN BUAT PENGETAHUAN UNTUK SAHABAT KITA YANG LAIN.
April 28, 2013

Rahasia Air Mata Wanita

Rahasia Air Mata Wanita

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawapan yang dapat diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan bila pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan"