Breaking

Selasa, 11 Agustus 2015

Agustus 11, 2015

Subhanallah! Tanaman Adalah Guru Besar Matematika


Tanaman adalah guru besar matematika. Beberapa tanaman “memperhitungkan" bahwa struktur aerodinamis cocok untuk penyebaran serbuk sari oleh angin. Dan, setiap generasi berikutnya menggunakan cara yang sama.
Sedangkan tanaman yang lain "memahami" bahwa mereka tidak akan cukup dengan memanfaatkan angin. Untuk alasan ini, mereka menggunakan serangga untuk membawa serbuk sari mereka. Mereka "tahu" bahwa mereka harus dapat menarik serangga kepada mereka untuk dapat berkembang biak, dan mencoba berbagai cara untuk menarik para serangga. Mereka secara khusus mengidentifikasi hal yang disukai serangga.
Setelah menemukan nektar dan aroma yang efektif untuk serangga, mereka menghasilkan aroma dengan berbagai proses kimiawi dan memberikan hasil produksinya ketika mereka telah menetapkan waktu yang tepat untuk melakukannya. Mereka mengidentifikasi rasa dalam nektar yang akan disukai oleh serangga dan keseluruhan dari zat-zat di dalamnya, dan memproduksi sendiri.
Jika bau dan nektar tidak cukup untuk menarik serangga kepada mereka, mereka memutuskan untuk mencoba metode lain, dan agar sesuai dengan situasi ini, yaitu dengan cara "meniru dan mengimitasi".
Lebih jauh lagi, mereka "menghitung" volume serbuk sari yang akan mencapai tanaman lain dengan spesies yang sama dan juga jarak yang harus dilakukan untuk melakukan perjalanan. Atas dasar ini, mereka menghasilkan serbuk sari dalam jumlah yang paling sesuai dan pada saat yang paling tepat.
Mereka "berpikir" tentang kemungkinan-kemungkinan yang mungkin mencegah serbuk sari mencapai sasarannya dan "mengambil tindakan" terhadap hal tersebut. Tentu saja, skenario seperti itu tidak akan pernah menjadi kenyataan: pada kenyataannya, skenario seperti ini di luar dari aturan logika.
Tidak ada strategi tersebut di atas dapat dibuat oleh tanaman biasa, karena tanaman tidak bisa berpikir, tidak dapat menghitung waktu, tidak dapat menentukan ukuran dan bentuk, tidak dapat menghitung kekuatan dan arah angin, tidak dapat menentukan sendiri jenis teknik itu akan perlu untuk pembuahan, tidak dapat berpikir bahwa ia akan memiliki untuk menarik serangga itu belum pernah dilihat. Lebih jauh lagi, tidak bisa memutuskan metode apa yang akan harus dilakukan dengan salah satu atau dari semua cara tersebut.
Tidak peduli berapa banyak rincian yang berkembang, dari pendekatan apa kepada subjek yang digunakan, dan logika apa yang digunakan, kesimpulan bahwa ada sesuatu yang luar biasa dalam hubungan antara tanaman dan hewan tidak akan pernah berubah.
Para makhluk hidup ini diciptakan secara serasi satu dengan yang lainnya. Sistem sempurna yang saling menguntungkan ini menunjukkan kepada kita bahwa kekuatan yang menciptakan baik bunga dan serangga mengetahui kedua jenis makhluk hidup tersebut dengan sangat baik, dan mengetahui semua kebutuhan mereka, dan menciptakan mereka untuk saling melengkapi satu sama lain.
Kedua makhluk hidup adalah karya daripada Tuhan semesta alam, Allah SWT, yang mengetahui mereka dengan sangat baik, yang dengan tanpa terkecuali mengatahui segalanya. Mereka dibebankan dengan menggambarkan kebesaran Allah, kekuasaan-Nya Yang Maha Tinggi, dan seni tanpa cela-Nya kepada Manusia.
Tanaman tidak memiliki pengetahuan tentang eksistensi mereka sendiri. Begitu juga cara untuk menjalankan kemampuan luar biasa mereka, karena hal tersebut berada di bawah pengendalian Allah SWT, yang merencanakan setiap kemampuan tersebut, yang menciptakan segala sesuatu di alam semesta, dan yang terus menciptakan setiap saat.
Kebenaran ini diberitakan kepada kita oleh Allah SWT dalam Al Qur'an:
"Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada Nya." (QS. Ar-Rahman; 6)
Agustus 11, 2015

Anda dan Sebuah Gelas


Sepasang kakek dan nenek pergi belanja ke sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.
“Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, itu cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara.
“Terima kasih untuk perhatiannya. Perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang perajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar."
“Kemudian ia mulai memutar-mutar hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata, “Belum!” Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata, “Belum!”
Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.
Wanita itu berkata, “Belum!” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi, orang itu tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Seperti itulah Allah SWT membentuk kita. Pada saat Allah SWT membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi, itulah cara mengubah kita agar menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.
Anggaplah sebagai kebahagiaan,,, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna, utuh, dan tak kekurangan suatu apapun……
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati karena Allah SWT sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan itu memang menyakitkan, tetapi setelah semua proses itu selesai Anda akan melihat betapa menakjubkannya Allah membentuk Anda.
Agustus 11, 2015

Belajar Dari Pohon Kurma...


Pohon kurma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yang dahsyat, hanya pohon kurma yang bisa bertahan hidup.
Tak berlebihan bila pohon kurma dianggap sebagai pohon yang tahan banting. Sebenarnya kekuatan pohon kurma ada di akar-akarnya. Petani di Timur Tengah menanam biji korma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu.
Mengapa biji itu harus ditutup dengan batu?
Ternyata, batu tersebut memaksa pohon kurma untuk berjuang tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, ini justru membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan di atasnya.
Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah. Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa?
Kini kita tahu mengapa Tuhan kerap mengizinkan tekanan hidup datang dalam hidup kita. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, tapi sebaliknya Tuhan mengizinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar makin kuat.
Tak sekadar bertahan, tapi ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu akan menjebol “batu masalah” yang selama ini menekan kita, dan kita keluar menjadi pemenang kehidupan.
Mari kita memiliki cara pandang positif bahwa tekanan hidup tak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi pemenang kehidupan.
Agustus 11, 2015

PERCAKAPAN JANIN DAN MALAIKAT.


Malaikat : "wahai janin Allah memerintahkanmu menjadi segumpal darah maka laksanakan"
Janin 1 melaksanakan apa yang di perintah

Malaikat : " Wahai janin Allah memerintahkanmu menjadi segumpal daging"
Janin melaksanakan apa yang di perintah

Malaikat : " Wahai Janin Allah telah meniupkan Ruh kepadamu berkatalah sesuatu "
Janin : "Wahai malaikat dimanakah aku ?"
Malaikat : " Engkau berada di alam janin"
Janin : " benda apakah yang melintang di bagian perutuku ini ?"
Malaikat : " Itu rahmat Allah.. Dari sanalah kamu memperoleh makanan"
maka tatkala usia janin mencapai umur 6 bulan
Malaikat : " Wahai janin Allah telah memberimu 2 buah tangan, 2 buah kaki maka ber tasbilah menyebut Asmanya!!"
Janin : " wahai malaikat untuk apa 2 buah tangan an 2 buah kaki. aku merasa nyaman disini.. dengan tali pusar ini aku mendapat rezeki tanpa perlu bersusah - susah"
malaikat : " wahai janin kaki dan tangan adalah bekal mu di alam dunia nanti maka patuhlah atas Apa yang Allah tetapkan "
janin : " sudahlah aku tak perlu tangan dan kaki disini nyaman, enak empuk "
Lalu Allah menghilangkan tangan dan kakinya...

maka tatkala umur janin berusia 9 bulan
malaikat : " wahai janin sebentar lagi adalah janji Allah.. bahwa engkau akan di kirim ke alam dunia.. alam yang penuh Dengan Ujian dan cobaan maka takutlah kepada ALLAH.."
janin : " Tidak mungkin disinalah alamku alam janin yang penuh dengan kenikmatan"
hari pun berlalu dan bayipun lahir dengan kondisi tanpa tangan dan tanpa kaki... tali pusar pun di putus dan sang bayi pun menangis karena benar apa yang di katakan malaikat bahwa ada alam lagi setelah alam janin dan bayimengalami hari - hari penuh dengan kesulitan
begitulah kita sekarang di alam dunia Nabi Muhammad telah memberikan kabar tentang Alam akhirat.. supaya kita bermal dan memeprsiapkan bekal tuk Di akhirat tapi kita banyak yang membangkang atas perintah Allah dan rasulnya.. bahkan ada yang mengatakan tidak mungkin ada Alam akhirat
amal ibadah Ibarat kedua kaki dan tangan kaki dan tangan di fungsikan untuk mempermudahkan kita beraktifitas.. tanpa amal ibadah mampukah kita bergerak menghadap Allah Swt.
Tali pusar (kenikmatan dunia ) Seperti janin karena terlalu lama bergantung kepada tali pusar sehingga lupa siapa yang mengalirkan rezeki ke tali pusar tersebut itulah dunia yang mampu memalingkan akan kebesaran Akhirat... setelah lahir tali pusar bayi harus di potong.. sama suatu saat kenikmatan dunia harus terputus di tangan malaikat maut...
bayi menangis melihat dunia karena tidak ada persiapan bekal untuk hidup di dunia maka kita pun sama akan menagis dan menyesal kenapa saat di dunia tidak beramal shaleh
semoga tamsil ini bermanfaat dan sebagai bahan renungan bagi kita semua.. Jazakallah.

Agustus 11, 2015

TERNYATA AL QURAN MENYEBUTNYA : INILAH RAHASIA DAN PENJELASAN ILMIAH USIA 40 TAHUN


(# SUBHANALLAH .. LUAR BIASA!)
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Penemuan ilmiah terbaru menegaskan bahwa perkembangan otak tidak sempurna (sampai pada batas kesempurnaan) kecuali di penghujung usia 40 tahun. Dan usia ini adalah usia yang ditetapkan oleh Al Qur’an 14 abad yang lalu.
Merupakan hal yang sudah diketahui bersama bahwa wahyu telah turun kepada Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika usia beliau empat puluh tahun. Dan pasti ada hikmah dari usia ini, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah memilih sesuatu kecuali di dalamnya ada hikmah yang agung.
Dan mungkin yang tampak bagi kita dari sebagian hikmah tersebut adalah bahwa pertumbuhan manusia dan kesempurnaan akalnya tidak akan muncul kecuali di penghujung usia empat puluh tahun dari umur manusia
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ..
”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo`a:
”Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaaf: 15)
Ayat yang mulia ini menentukan batasan usia empat puluh sebagai usia untuk kesempurnaan kekuatan fisik dan mental, atau kematangannya, atau puncaknya. Dan dengan demikian kita berada di hadapan fakta/kenyataan Quraniyyah. Dan pertanyaan kita sekarang, apakah ada fakta ilmiah yang menguatkan kebenaran firman Allah ’Azza wa Jalla (dalam masalah ini)?
Tentu saja keberadaan fakta/kenyataan ini jika ada akan menjadi bukti bagi mereka yang skeptis/ragu-ragu (terhadap kebenaran al-Qur’an), untuk melihat kebenaran Al Qur’an ini. Dan juga menjadi sarana bagi orang yang beriman untuk meningkatkan keimanan dan keyakinannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Inilah yang Anda cari dalam waktu yang lama, tetapi tidak mendapatkan hasil. Seluruh ilmuwan menyatakan dengan tegas bahwa kesempurnaan pertumbuhan otak terjadi pada usia kira-kira dua puluh tahunan, ini adalah apa yang ditunjukkan oleh uji coba-uji coba yang mereka lakukan.
Akan tetapi ada penelitian baru, yang dikirim kepadaku oleh salah seorang saudaraku semoga Allah memberinya pahala yang menegaskan bahwa perkembangan otak terus berlangsung hingga penghujung usia empat puluh tahunan dari umur manusia. Dan itu benar-benar sesuai dengan apa yang disebutkan oleh al-Qur’an.
Surat kabar Telegraph menerbitkan sebuah artikel berjudul:”Brain only fully ‘matures’ in middle age” yang kurang lebih artinya “Sesungguhnya perkembangan otak tetap berlangsung sampai di pertengahan umur seseorang.”
Dikatakan dalam artikel itu perkataan sebagai berikut:”Anda mungkin mengira bahwa Anda akan menjadi sepenuhnya matang (dalam berpikir) saat Anda berada di usia 21 tahun, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa otak Anda tidak berhenti perkembangannya, sampai akhir usia 40 tahunan.”
Dalam penemuan ini para ilmuwan menggunakan alat yang dinamakan alat scan fMRI (Functional magnetic resonance) yaitu sebuah alat yang sangat canggih yang bisa mengukur aktivitas dan perubahan-perubahan di daerah otak dengan cara yang menakjubkan.
Dan sebelum abad 21, tidak ada satupun ilmuwan yang mengetahui bahwa perkembangan otak tidak sampai pada kesempurnaan melainkan di akhir usia empat puluh tahunan!
Dan peneltian baru tersebut menegaskan bahwa daerah otak yang terus tumbuh adalah bagian bawah ubun-ubun atau yang dinamakan oleh para ilmuwan prefrontal cortex (korteks prefrontal), bagian paling atas dan ia adalah bagian terdepan dari otak.
Dan daerah ini berperan penting dalam pengambilan keputusan, interaksi sosial, dan fungsi-fungsi kepribadian yang lainnya, seperti perencanaan, tingkah laku, dan pemahaman terhadap orang lain. Dan bagian otak inilah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.
Profesor Sarah-Jayne Blakemore berkata:”Sejak kurang dari 10 tahun yang lalu, kami meyakini bahwa pertumbuhan otak terhenti pada usia dini dari umur manusia.”
Kemudian dia melanjutkan:”Tetapi percobaan/ujicoba scan resonansi magnetik (fMRI) pada otak menunjukkan bahwa pertumbuhan otak akan berlanjut sepanjang usia tiga puluhan dan sampai umur empat puluh tahunan dari umur manusia! Dan Daerah yang paling penting dan paling besar pertumbuhannya adalah bagian bawah ubun-ubun.
Bagian itu adalah bagian paling atas di daerah otak depan, yang dialah yang membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk lain.”
Di sini kita teringat ayat yang mulia, di mana pada ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala menekankan arti pentingnya ubun-ubun Nashiyah. Dia berfirman meghikayatkan perkataan Nabi Dawud ‘alaihissalam ketika berbicara kepada kaumnya:
”Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya (Nashiyah). Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus.” (QS. Huud: 56)
Demikian juga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan dalam do’a beliau: ”Ubun-ubunku di Tangan-Mu.”
Dan pertanyaan kita kepada setiap orang yang ragu dengan kebenaran Islam:”Bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui arti penting ubun-ubun ini (Nashiyah)?”
Dan sekarang kita kembali lagi ke ayat di awal, di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
”…. Hingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo`a:”Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau ….” (QS. Al-Ahqaaf: 15)
Kita katakan Subhanalah! Siapa yang mengajari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menetapkan batasan umur ini kepada beliau?
Dan apakah dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui tentang arti penting umur ini, untuk beliau pilih sebagai awal mula kenabian beliau? Ataukah Allahlah Yang Maha Mengetahui sesuatu yang tersembunyi yang memilihkan untuk beliau?
Apakah dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui bahwa manusia tidak sampai pada usia kedewasaan (kematangan) kecuali pada usia empat puluh tahun? Atau apakah ada seseorang yang memberitahu hal itu kepada beliau?
Bukankah para ilmuwan Barat sendiri mengakui bahwa mereka tidaklah menguak hakekat ini kecuali di akhir tahun 2012? Maka sungguh hakekat-hakekat ini membuktikan dan menyaksikan kebenaran dan kejujuran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan kebenaran Risalah Islam.
*
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..

Wallahu a'lam bish-shawab ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...