Breaking

Senin, 31 Agustus 2015

Agustus 31, 2015

Bertemu Jodoh Karena Allah



Keindahan cinta karena Allah, berakhir bahagia dihari pernikahan. Masih teringat diwaktu lalu, kegelisahan diusianya tiga puluh tahun cinta itu menghunjam hatinya. Rasa itu muncul ketika penasaran dengan sosok yang mampu membuatnya tertawa ditengah penat pekerjaan. Pertemuan pertama dengannya adalah salam dipagi dengan senyum manis, "Assalamu'alaikum ukhti.." Kalo teringat pertamuan itu bagaikan mimpi, pertemuan yang ditakdirkan oleh Allah. Sampai kemudian bertemu kembali dibeberapa project yang dikerjaan bersama. Cintanya tumbuh begitu indah, bersahaja, penuh warna. Dia banyak mengalah dan mengerti perasaannya. Diam-diam ikhwan itu membaca pikirannya. "Biarkan Allah yang menyatukan cinta kita." ucap ikhwan itu padanya. Ia terdiam, hatinya campur aduk, gembira, bahagia juga sedih dan perih bayangan luka dimasa lalu.
Setelah itu semua berlalu begitu saja. Entah tiada kabar lagi, tiada pertemuan dan tegur sapa. Bagai tertiup angin. Tenggelam dalam kesibukan. Ditengah galau kehadirannya di Rumah Amalia turut menjadi hidupnya dihiasi dengan keindahan dan kebahagiaan, bershodaqoh untuk Rumah Amalia dengan mengharapkan keridhaan Allah menguatkan setiap langkah hidupnya yang begitu terasa berat dijalaninya. Terkadang hati terasa perih teringat ibundanya bertanya, kapan kamu menikah? Adikmu saja sudah sebentar lagi anaknya dua? Kapan ibu melihat kamu menikah? Ucapan itu begitu perih menyayat hati. Air matanya mengalir disetiap sholat tahajud, memohon kepada Allah agar bertemu dengan jodohnya.
Allah Maha Mendengar setiap doa hambaNya. Doa itu dijawabnya, sungguh tidak pernah diduganya. Ikhwan datang bersama keluarganya untuk melamar. Dirinya terkejut, ibundanya menangis, rasa haru dan bersyukur menyatu dalam panjatan kehadirat Ilahi Robbi. "Alhamdulillah, Ya Allah, Engkau dengarkan doa kami," tutur ibunda penuh isak tangis menerima lamaran itu dan tidak lama kemudian menentukan akad nikahnya. Kebahagiaan keluarga besar mempersiapkan pernikahan seolah waktu berjalan begitu lama, keberserahan diri kepada Allah mempersatukan cinta mereka telah mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah, dalam pernikahan yang bersahaja. Subhanallah..
Wassalam,
Agustus 31, 2015

Inilah 4 hal yang bisa sebabkan gagal ginjal!



Ginjal menjaga tubuh tetap sehat dengan mengatur tekanan darah dan menyaring racun, serta menyaring kelebihan cairan dari darah.

Ini 4 hal yang bisa sebabkan gagal ginjal!
Kerusakan ginjal bisa dipicu berbagai hal, termasuk konsumsi makanan atau minuman tertentu. Nah, berikut adalah lima hal yang bisa merusak ginjal. Yuk kita simak bersama
1. Menggunakan obat penghilang rasa sakit dalam jangka panjang yang lama
Penggunaan jangka panjang dari obat-obatan tertentu, terutama yang memiliki dosis tinggi, mempunyai efek yang merugikan pada jaringan dan struktur ginjal.

Sementara itu, obat penghilang rasa sakit dapat merusak dan mengurangi aliran darah ke ginjal. Sebanyak 1 sampai 3 persen dari kasus gagal ginjal kronis biasanya disebabkan oleh konsumsi obat penghilang rasa nyeri yang berlebihan.
2. Merokok
Merokok tidak hanya merusak paru-paru dan jantung Anda, tetapi juga ginjal Anda. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang merokok lebih mungkin untuk memiliki protein dalam urine, yang merupakan tanda dari kerusakan ginjal.

Penyakit lain yang mempengaruhi ginjal adalah diabetes dan tekanan darah tinggi. Kondisi itu akan semakin buruk bila Anda merokok. Jadi sebaiknya berhentilah merokok atau jauhi asap rokok.
3. Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula
Bila ingin memiliki ginjal yang sehat, sebaiknya hindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula. Terlalu banyak gula dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diabetes dan obesitas.
Mereka menjadi salah satu faktor risiko untuk penyakit ginjal. Menghilangkan gula dari diet Anda atau mengurangi asupan gula harian dapat mengurangi risiko diabetes, obesitas dan penyakit ginjal.

4.Mengonsumsi makanan tinggi natrium
Kandungan natrium yang besar dalam tubuh dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi dapat memicu kerusakan ginjal dari waktu ke waktu dan menjadi penyebab utama dari gagal ginjal.
Mulailah dengan membatasi asupan makanan olahan dan menahan dorongan untuk makan sesuatu yang tinggi garam seperti keripik kentang, daging olahan, sosis, dll.

Inilah beberapa hal yang bisa merusak ginjal dan pada akhirnya memicu gagal ginjal. Ginjal adalah organ penting dalam tubuh yang bertugas menyaring racun dari darah, sehingga perannya sangat vital untuk tubuh.
Agustus 31, 2015

Allah mengerti do'a" kita

Allah mengerti do'a" kita , bahkan saat kita tidak menemukan kata untuk mengatakannya....
Allah mengerti masalah kita, bahkan di saat kita berpikir tak ada solusi...
Allah mengerti beratnya beban kita, yang kita hadapi, bahkan saat kita jatuh dan tak mampu lagi berdiri....
hanya saja ia ingin lebih dekat dengan HambaNYA....
kadang kadang kita lupa padaNYA, di saat kita memiliki segalanya dan baru mengingat saat tak punya apa apa....
Karena kadang kita acuh pada NYA saat semua baik baik saja dan Mengeluh saat masalah semakin besar.....
kadang kita lalai dalam hal hal kecil dan baru mengadu pada Allah saat hal tsb menjadi beban yang berat...
Mendekatlah pada Allah.....
berdo'alah pada Allah saat kita senang ataupun susah.....
sebagai tanda Syukur kita pada Allah segala apa yang telah di berikan .....

Say..."Alhamdulillah"
Agustus 31, 2015

KETIKA KUBURAN DIJADIKAN MASJID (TEMPAT IBADAH) DENGAN MENGATAS-NAMAKAN “ZIARAH KUBUR”


.
(TAWASUL SYIRIK ALA JAHALIYYAH : ZIARAH KUBUR YANG TERNODA).

Diantara Perbuatan kaum Musyirikin Quraisy Pada Zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Kaum Musyirikin yang Mengaku beragama Islam Pada Zaman sekarang adalah :
Gemar Melaksanakan Tawasul Syirik.
Yaitu Gemar ber-Tawasul Dengan Penghuni Kubur.
.

Jika Dahulu Kafir Musyrikin Quraisy menjadikan Kuburan Orang2x Shalih dijadikan Perantara untuk Meminta Kepada Allah Ta’ala (bertawasul),
Namun…
Orang2x di Zaman sekarang yang Mengaku beragama Islam juga Menjadikan Kuburan orang2x yang Dianggap “Shalih” di Jadikan Tempat Ibadah.
Dijadikan Perantara untuk Meminta kepada Allah Ta’ala.
.

Seperti Mengatakan:
”Ya Allah, Melalui Syaikh Fulan (yang telah meninggal), Kabulkanlah Permintaanku”.
.
Jelas ini adalah Kesyirikan yang dilakukan oleh kaum Musyrik Arab pada Saat di Utusnya Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya):
.

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
.

”Ingatlah hanya Kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari Syirik). Dan orang-orang yang mengambil Pelindung selain Allah (berkata), “Kami tidak menyembah mereka Melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”.
Sesungguhnya Allah akan memutuskan diantara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang Pendusta dan sangat Ingkar…”.
[QS.az Zumar: 3].
.

Imam Qatadah rahimahullah berkata:
.
”Dahulu (sebagian orang-orang Kafir Quraisy) apabila dikatakan kepada mereka:
”Siapa Rabb dan Pencipta kamu? Siapa yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air dari langit?”
Mereka menjawab: “Allah”.
Dikatakan kepada mereka:
”Lalu apa Makna Ibadahmu kepada patung-patung?”.
Mereka menjawab: “Agar mereka (patung-patung yang diberi nama dengan nama-nama orang Shalih itu) mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya, dan memberikan Syafaat kepada kami di sisi-Nya..”.
[Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an: 15/233].
.

Dalam Ayat ini, ketika kaum Musyrik menyembah Latta, Hubal. Dan patung-patung lainnya yang diberi nama orang2x Shalih mengatakan bahwa tujuan mereka bukanlah menyembah patung-patung tersebut bahkan mereka meyakini bahwa patung-patung tersebut tidak dapat Menciptakan apa-apa.
Tetapi tujuan mereka adalah agar orang-orang Shalih yang telah Meninggal itu dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.
.
.

Ini Jelas, Tidak ada Bedanya dengan Penyembah Kuburan di Zaman sekarang.
Mereka datang kepada Kuburan (yang mereka Anggap) Para wali dan berkata:
.
”Kami Tidak Menyembah Kuburan, namun kami ingin agar Do’a kami di sampaikan kepada Allah ta’ala dan agar orang Shalih yang telah meninggal ini memberikan Syafaat kepada kami disisi Allah..”.
.

Kaum Musyrik Arab pun sama mengatakan demikian, yaitu tujuan mereka bukan menyembah patung, tapi agar do’a2x mereka disampaikan kepada Allah dan diberikan Syafaat di sisi-Nya… Wal’iyadzubillah
.

Sesungguhnya Telah Menjadi Fenomena yang tak Asing di Negeri kita yang tercinta ini, banyak saudara kita yang Meng-Agungkan Kuburan dan menjadikan sebagai tempat Ibadah.
Mereka berkeyakinan bahwa beribadah di Kuburan orang2x yang mereka Anggap Para Wali memiliki Keutamaan tertentu.
Oleh karena itu, banyak kita Saksikan orang dari berbagai Daerah Mengunjungi Kuburan untuk mendapatkan Keberkahan dan keuntungan Dunia.

Mereka mendatangi kuburan para Wali dikarenakan Cinta mereka mendalam.
Padahal, mencintai para wali bukanlah dengan meng-Agungkan Kuburannya, melainkan dengan berusaha mengikuti Petuahnya untuk Senantiasa berpegang pada Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
.

Keadaan ini Kemudian menjadi Semakin parah Ketika para Ajengan yang dianggap Kiyai Memfatwakan bahwa perbuatan ini tidak Melanggar Syariat.
Mereka Bahkan Membelanya dengan berbagai macam Alasan, dengan mencari-cari ayat atau Hadits untuk Mendukung pendapat mereka.
.

Kemudian mereka Pahami ayat dan Hadits tersebut dengan Pemahaman mereka sendiri untuk dijadikan Tameng.
Mereka Menjadikannya Tameng Alih2x Sandaran, karena Sandaran mereka sebenarnya adalah Hawa Nafsu dan Pemahaman yang Dangkal.
.
Lebih Celaka lagi,
mereka Menuduh orang yang Melarang meng-Agungkan Kuburan sebagai Kelompok Sesat dan menyesatkan.
Mereka Menuduh Kelompok itu Tidak Menghormati para Wali, dan Menghasut Kaum Awam untuk Menjauhinya..
Mereka Menyebut dan Memberi Gelar Kelompok itu dengan Sebutan:
KELOMPOK WAHHABI…!
Laa Haula wala Quwwata ila billaah..
.
.
- Hanya Allah Ta’ala yang memberi Hidayah dan Taufiq -
.
. 
.
Sumber Nukilan:
Tulisan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Hafizhahullah di Buku “Kuburan Bukan Tempat Ibadah” Pustaka Al Bashirah

Agustus 31, 2015

Tidak perlu menunggu "menjilbabi hati" sebelum berjilbab

Tidak perlu menunggu "menjilbabi hati" sebelum berjilbab
karena
Jilbab itu dipakai di badan, bukan di hati,
Fungsi jilbab adalah menutup aurat dari pandangan lelaki yang bukan mahromnya.
==========================================
Enggan berjilbab karena merasa hatinya belum bersih? Ingin menjilbabi hati dulu baru kemudian menjilbabi badan?
Pemikiran seperti ini tidaklah benar, sebab hati dan badan harus diperbaiki semua. Kewajiban Berjilbab tidak mensyaratkan berhati sempurna lebih dulu. Sama seperti kewajiban sholat fardhu yang tidak bersyarat hatinya/akhlaknya sempurna lebih dahulu. Justru dengan berjilbab, diharapkan pemakainya akan lebih mudah dalam memperbaiki hatinya.
Meski masih sering bermaksiat namun kewajiban menutup aurat tetap berlaku, sama dengan kewajiban2 yg lain seperti sholat fardhu, puasa ramadhan, zakat, dll. Wanita muslimah yg masih sering bermaksiat (menggunjing, mabuk, judi, berkata kotor, dll) tetap wajib sholat fardhu atau puasa ramadhan. Begitu juga wanita muslimah yang masih sering bermaksiat tetap wajib menutup aurat (memakai jilbab), kewajiban ini tidak gugur darinya. Mereka wajib meninggalkan segala maksiat, namun jika belum meninggalkan maksiat maka kewajiban2 agama pun tetap wajib mereka laksanakan (solat fardhu, puasa ramadhan, menutup aurat, dll)
====================================
Jilbab bukan hanya untuk wanita yang pandai agama saja,
Jilbab juga bukan hanya untuk wanita yg pintar mengaji dan berakhlak mulia saja..
Namun jilbab adalah untuk semua wanita yang mengaku dirinya muslimah
==========================
Kewajiban berjilbab syar'i (saat terlihat lelaki yang bukan mahrom) dimulai saat wanita baligh, sama dengan kewajiban sholat fardhu. Tidak bisa ditunda dengan berbagai alasan seperti: akhlak belum baik, ilmu masih kurang, masih banyak kekurangan, dll. Menunda-nunda berjilbab hanyalah ajakan setan, maka janganlah tertipu olehnya.
=======================
Wahai Saudariku Tutuplah Auratmu Dengan Jilbab Syar'i
"Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin,“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". [Al Ahzab : 59].
"Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasannya". [An Nuur:31].
Setiap muslimah tetap wajib berhijab meskipun ilmu, akhlak dan perilakunya masih banyak kekurangan,
sebagaimana setiap muslim juga wajib sholat fardhu, puasa ramadhan, sholat jumat (bagi pria), dll, meskipun ilmu, akhlak dan perilakunya masih banyak kekurangan,,

Kewajiban menutup aurat (berhijab) tidak hilang meski masih punya banyak kekurangan dalam bidang ilmu, akhlak, maupun perilaku. Sebagaimana kewajiban sholat fardu, puasa ramadhan, atau sholat jumat (bagi pria) juga tidak hilang meskipun orangnya masih punya banyak kekurangan dalam ilmu, akhlak, maupun perilaku.
Dengan berhijab, semoga akhlak dan perilakunya semakin lama semakin baik. Sebagaimana dengan sholat dan puasa ramadhan semoga akhlak dan perilaku orang2 yg mengerjakannya juga semakin lama semakin baik.
Berhijab akan meminimalisir berbagai dampak negatif yang mungkin terjadi jika mengumbar aurat. Berhijab membuat wanita lebih aman dari sasaran kejahatan, dan membuat para lelaki tidak terfitnah olehnya.
===============================
MAU JILBABIN HATI DULU ???
Si A : “Ukhti…Kenapa kamu tidak berjilbab?”
Si B : “Ah…Suka2 saya. Walaupun tidak berjilbab, yang penting kan hatinya!!”
Si A : “Berarti kalo ada orang yang gak mau shalat, gak mau puasa, gak mau zakat, gak mau sedekah, gak mau berbakti kpd orgtua, dll, boleh donk??? Kan yg penting hatinya???
Si B : “Beda itu!…Byk wanita yg gak berjilbab tapi hatinya baik, dan byk juga wanita yg berjilbab tapi hatinya buruk!
Si A : “Itu gak beda, karena sama2 perintah Allah. Jilbab itu aplikasi dari ketaatan kita dalam beragama. Bagaimana bisa dikatakan hatinya baik jika dia durhaka kpd Allah? Seorg anak yang durhaka kepada orgtua saja dikatakan hatinya buruk, apalagi yang durhaka kepada Allah? Bukankah banyak juga wanita yang berjilbab tapi hatinya baik, dan banyak juga wanita yang gak berjilbab tapi hatinya buruk??”
Si B : “Ya udah…itu terserah saya! Saya mau menjilbabkan hati dulu!!!”
Si A : “Emang hati bisa dijilbabin? Beli dimana jilbabnya nanti? Jadi kalo ada laki2 yang disuruh memelihara jenggot, bisa2 dia nanti bilang: ‘Saya mau jenggotin hati dulu!’Hehehehe…”
Si B : (kabuurrr….)
(dari Abu Fahd)
============================
Banyak wanita yang ingin menjilbabkan hatinya dulu
Kalau kita menunggu smpai hati kita terjilbabkan,smpai kpan???
Karena hati manusia itu tmpat khilaf dan salah

jangan2 nanti orang juga beralasan tidak mau sholat karena ingin mensholatkan hatinya dulu, gak mau puasa karena ingin mempuasakan hatinya dulu, dll
jika ada yg berkata gak perlu pake jilbab yg penting hatinya baik,, jgn2 nanti dia juga akan berkata gak perlu sholat, puasa, wudhu, ngaji, dzikir, haji, umroh, sholawat, dll, yg penting hatinya baik,
setan memang pintar menggoda manusia dan mempermainkan pikiran manusia, sehingga manusia semakin jauh dari kebaikan,
========================
Berjilbab, Apakah Harus Hatinya Dulu?..
Penjelasan apa yang kiranya "tepat&mengena" ketika kita dihadapkan dengan sodara muslim kita yg berkata demikian :
" lebih baik dijilbabin dulu hatinya,dibenerin dulu,baru deh nanti
jilbab'an . Lha daripada nanti copat-copot, kan kasian juga Islam jadi jelek di mata orang. Blablabla..." gitu ustadz.

Saya berharap, nanti ..sapa tahu kalau akhwat-akhwat di seantero Indonesia tercinta ini ketemu orang yg demikian bisa ditegur dengan nasehat/wejangan yang "pas " yang ustadz kasih . Jazakalloh.
Jawaban Ustadz Abdullah Hadrami:
Saudaraku –Barokalloh Fiik,
Saya ingin bertanya kepada mereka yang mengatakan seperti itu:
"Bagaimana cara men-jilbab-i hati?"
Bukankah hati menjadi tertutup jilbab apabila jilbabnya ada di hati?...

Karena hatinya tertutup jilbab akhirnya mereka tidak bisa lagi berpikiran jernih dan benar, sehingga mereka mengatakan seperti itu…
Jilbab itu bukan di hati, tapi jilbab itu menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Sebagian Ulama' mengatakan wajah dan telapak tangan juga wajib ditutup, dan sebagian yang lain mengatakan tidak wajib akan tetapi sunnah dan afdhal.
Allah Ta'aala berfirman: "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzaab: 59).
Yang benar adalah;
TUBUHNYA DI-JILBAB-IN DAN HATINYA DI-BENER-IN,
keduanya wajib dilakukan oleh semua perempuan muslimah.
Jadi, kewajibannya ada dua, yaitu tubuhnya di-jilbab-in dan hatinya di-bener-in.
Seandainya kewajiban yang satu masih belum bisa dikerjakan maka kewajiban yang satunya tetap harus dikerjakan dan tidak digugurkan.
Seandainya hatinya masih belum bisa dibenerin, tetap wajib atasnya agar tubuhnya di-jilbab-in.
Semoga Jelas dan Mencerahkan.
Wallaahul Musta'aan.