Breaking

Rabu, 23 September 2015

September 23, 2015

- Ketika Pujian Sebagai Tanda Orang Pintar atau Tidak -

- Ketika Pujian Sebagai Tanda Orang Pintar atau Tidak -
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr hafizhahullah berkata:
العاقل لا يلتفت إلى ثناء الناس عليه وإطرافهم له, فهو أدرى بظلم نفسه وتقصيرها وتفريطها منهم فلا يدع يقين ما عنده من معرفة بحال نفسه لظن الناس فيه
“Seorang yang pintar tidak menoleh kepada pujian orang-orang dan sanjungan yang berlebihan terhadap dirinya, ia lebih mengetahui terhadap kezhaliman dan kekurangan serta kelalaian dirinya dibandingkan mereka, oleh karenanya janganlah ia meninggalkan keyakinan yang ia miliki tentang keadaan dirinya karena hanya sangkaan orang-orang terhadap dirinya.” Lihat: http://al-badr.net/muqolat/2716
Hal di atas diambil dari perkataan shahabat nabi radhiyallahu ‘anhu:
عَنْ عَدِيِّ بْنِ أَرْطَأَةَ قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا زُكِّيَ قَالَ: " اللَّهُمَّ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لا يعلمون"
Artinya: “Adiy bin Arthah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ada seorang dari shahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam jika diberi pujian, beliau berkata:
" اللَّهُمَّ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لا يعلمون"
Artinya: “Wahai Allah janganlah engkau tulis dosa atas apa yang mereka ucapkan tentang diriku dan ampunilah untukku apa yang mereka tidak ketauhi.” HR. Bukhari di dalam kitab Adab Al Mufrad dan dishahihkan oleh Al Albani rahimahullah.

Senin, 21 September 2015

September 21, 2015

- Shalat 'Ied Bagi Perempuan -

- Shalat 'Ied Bagi Perempuan -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Ustadz ...apakah Sholat Berjemaah di Mesjid di Hari Raya Idul Fitri. Atau Idul Adha itu dibolehkan?? (Bagi kaum wanita ) Dan bagaimana hukumnya???
Jawab :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Secara umum kaum wanita disyariatkan melaksanakan shalat Idul Fithri dan Idul Adha baik kecuali bagi wanita yang sedang haid. Mereka hanya menyaksikan ibadah kaum muslimin kala itu tanpa memasuki tempat shalatnya. Dalam salah satu riwayat yang shahih dari dari Ummu ‘Athiyah –radhiyallahu ‘anha- beliau berkata:
أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ . قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لا يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ . قَالَ : لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا
“Bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan kami agar mennyuruh para wanita keluar untuk shalat idul fitri dan idul adha, para wanita merdeka yang sudah atau mendekati baligh, yang sedang haid, dan yang sedang dipingit (perawan). Adapun bagi mereka yang sedang haid maka hendaknya menjauh dari tempat shalat dan menyaksikan kebaikan hari ikut dan do’a-do’a umat Islam. Saya berkata: Wahai Ya Rasulullah, salah satu di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab (baju kurung), beliau bersabda: “ hendaknya saudaranya meminjaminya”. HR. Bukhari no.351 dan Muslim no. 890 riwayat di atas adalah lafadz Muslim
Yang mungkin lebih difokuskan di sini adalah masalah pelaksanaan shalat Ied di masjid. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan,” 
Hukum asalnya shalat ied didirikan di tanah lapang di luar pemukiman. Itu boleh dilaksanakan di masjid bila ada udzur. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 7/144 Fatwa no.18038

Dengan demikian apabila memang ada udzur melaksanakan shalat di tanah lapang kemudian masyarakat melaksanakan shalat Ied di masjid maka tidak masalah bagi muslimah untuk melaksanakan shalat Ied di masjid dengan tetap menjaga adab keluar rumah bagi muslimah. Sedangkan wanita yang tiba masa haidhnya kala itu tetap keluar untuk menyemarakkan ibadah itu namun tidak boleh memasuki masjid.Imam an-Nawawi (w. 676 H) salah satu ulama dalam mazhab Asy-Syafi'iyah di dalam kitabnya menuliskan,"
Dan jika para jamaah laki-laki shalat di masjid dan kaum wanita yang sedang haid datang, maka cukup bagi mereka berhenti sampai pintu masjid." Raudhatu At-Thalibin wa Umdatu Al-Muftiyyin 2/75
September 21, 2015

[Puasa Arafah Menghapuskan Dosa 2 Tahun]

[Puasa Arafah Menghapuskan Dosa 2 Tahun]
Hari Arafah -9 Dzulhijjah- adalah hari yang mulia saat di mana datang pengampunan dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka. Pada hari tersebut disyari’atkan amalan yang mulia yaitu puasa. Puasa ini disunnahkan bagi yang tidak berhaji.
Puasa Arafah adalah amalan yang disunnahkan bagi orang yang tidak berhaji. Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)
Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 428) berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.”
Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).
Catatan: Puasa Arafah tahun ini jatuh pada tanggal 23 September 2015 (Rabu).
September 21, 2015

- Kisah Rumah Tangga Hancur Karena Medsos -

- Kisah Rumah Tangga Hancur Karena Medsos -
Ini kisah nyata dari seorang Ibu rumah tangga yang dikutip ngunyu.comdari trendingindo.blogspot.co.id, sebut saja namanya Lely. Dengan satu anak. Umur 26 thn tapi banyak yang bilang aku masih seperti gadis. Rumah tangganya hancur gara-gara BB dan FB. Di sela-sela kesibukanya bekerja di konveksi, dia mencoba buka BB baru pemberian suaminya. Tak luput dia buat akun facebook. Karena kangen seru-seruan dengan teman-teman SMAnya dulu.
Dari fb, dia mengenal laki-laki. Pemuda yang sukses dengan perdagangan dan pendidikannya.
Awalnya mereka cuma saling like status lama kelamaan beralih saling berkirim pesan. Dalam pesan-pesan yang singkat mereka pun saling rinci keadaan masing-masing. Meski pemuda itu tahu lely adalah seorang istri dan ibu dari anak 4thn, dia tetap manis menanggapinya.
Dari situ, mereka teruskan kirim pesan dengan saling berikan pin BB. Kirim foto dan berujung pada janjian adakan pertemuan. Lely benar-benar khilaf dan terbuai suasana. Dia memang lebih ganteng dari suaminya dan dia tak segan-segan memberikan sepatu, seragam sekolah, seragam olah raga dan tas mahal untuk anak lely. Bayangkan untuk membeli barang tsb dia rela merogoh ATM nya. Si Lely begitu terharu.
Itulah awal pertemuannya. Hari berikut koment-komentnya mulai sedikit genit dan nakal. Dan tak heran Lely terhibur dengan inbox dari pemuda brondong. Mulailah setan merayapinya. Si Lely tak segan-segan memberi foto telanjang dada permintaannya.
Malam-malam yang ada penuh bunga-bunga bangkai bertebaran. Invite BB, FB dan mention twitter begitu berani, vulgar dan menantang birahi. Dia tak menyangka, meski sudah beranak satu tapi masih ada perjaka yang menyukainya.
Belum lagi, di profil pemuda itu merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di jogjakarta.
Minggu itu, di pertemuan kedua, mereka sudah langsung cek in hotel di kota jakarta tempat Lely tinggal. Sebulan dia di jakarta membuat mereka sering adakan pertemuan hingga sampai pertemuan ke delapan.
3 bulan berlalu, Lely mulai hamil. Dia merasa biasa saja. Tapi kedua orang tuanya bingung dan mempermasalahkan. Pasalnya, sudah setahun suaminya kerja di pengeboran lepas pantai luar jawa. Dan sudah tentu tak pernah setahun ini menyentuhnya.
Lely tetap bilang pada kedu ortunya, bahwa anak yang dikandung adalah hasil hubungan dengan suaminya. Tapi kedua orang tuanya tetap menuduh melakukan serong. Akhirnya, suami Lely pun dituntut pulang.
Tanpa basa-basi, suaminya pun cek BB dan FB Lely. Dia demikian bingung dan panik. Masih ada pesan-pesan nakal Lely dan pemuda itu dia akunnya. Lely pun menangis sejadi-jadinya. Menyembah-nyembah, bertekuk lutut di hadapan suami dan kedua orang tua kandungnya.
“Menantuku, cepat ceraikan dia, biarlah aku kehilangan anak gadis dari pada kehilangan menantu dan cucu sebaik kamu.” kata Orangtua Lely
“Dan kamu..!” ibu menuding Lely dengan mata berair. “Pergilah kemana kau mau, sekarang juga. Dan jangan pernah kau tampakkan wajah menjijikkanmu di hadapanku dan keluargaku.”
Lely keluar rumah dengan tangisan anaknya. Bahkan tak diizijinkan memeluk putrinya. Dia mencoba minta pertanggung jawaban dari lelaki itu, namun BB FB Si pemuda selingkuhannya sudah tak aktif lagi. Dia memberanikan diri datang ke jogja kampus dimana dia kuliah. Di KABAG kemahasiswaan, ternyata tak menemukan nama yang dia maksud.
Lely menunjukkan foto wajahnya, dan ternyata tiada ditemui wajah yang seperti itu. Lely menangis sejadi-jadinya. Kandungannya sudah hampir 6 bulan. Uang sangu pun menipis. Tak tahu kemana arah diuntung. Tak tahu Kemana nasib akan menuntun. BB dan FB benar-benar memporak porandakan rumah tangganya.
Untuk ibu-ibu, bapak-bapak dan sahabat 9Reportase yang baik, gunakan BB dan FB sesuai kebutuhan kemanfaatan, bila anda tak ada manfaaatnya demi keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga anda, maka tinggalkan FB, chating dan invite BB.
Silahkan share demi kebahagiaan rumah tangga orang-orang terdekat anda, biar semakin banyak yang tahu dan tulisan ini menjadi lebih banyak manfaatnya.
September 21, 2015

- Tidak Semua Hal Harus Dijadikan Status -

- Tidak Semua Hal Harus Dijadikan Status -
Kebahagiaanmu tidak mesti disebarkan di medsos...
Jika engkau sangat menyayangi istrimu tdk mesti kau sebarkan di medsos, kasihanilah hati para istri yg lain yg mungkin kurang merasakan cinta dari suaminya..., bisa jadi para istri semakin membenci suami mereka dan berangan-angan engkaulah yang menjadi suami mereka...
Jika istrimu sangat sholehah bagimu, maka tdk mesti kau sebarkan di medsos, kasihan para suami yg kebetulan istrinya kurang sholehah, jadilah mereka semakin tersiksa dan semakin membenci istri mereka...bahkan bisa jadi berangan-angan istrimu menjadi istri mereka....
Bersyukurlah kepada Allah, namun tdk semua kenikmatan dan kebahagianmu harus dipamerkan...kawatir menyedihkan hati orang lain, dan menumbuhkan hasad pada saudaramu...