Breaking

Rabu, 23 September 2015

September 23, 2015

- Cerdas dalam Memilih Maslahat dan Mudarat -

- Cerdas dalam Memilih Maslahat dan Mudarat -
Tidak selamanya seseorang mengambil yang semuanya baik, kadang ia harus menaruh pilihan pada yang terbaik di antara dua pilihan. Suatu waktu bisa pula dihadapkan dengan dua mudarat sehingga ia harus mengambil yang mudaratnya lebih ringan.
Jika seseorang bisa mengambil yang terbaik di antara dua pilihan dan bisa mengambil yang lebih ringan dari dua pilihan, itulah seseorang yang disebut cerdas.

Demikianlah kesimpulan dari Ibnu Taimiyah di mana beliau pernah berkata,
لَيْسَ الْعَاقِلُ الَّذِي يَعْلَمُ الْخَيْرَ مِنْ الشَّرِّ وَإِنَّمَا الْعَاقِلُ الَّذِي يَعْلَمُ خَيْرَ الْخَيْرَيْنِ وَشَرَّ الشَّرَّيْنِ
“Orang yang cerdas bukanlah orang yang tahu mana yang baik dari yang buruk. Akan tetapi, orang yg cerdas adalah orang yang tahu mana yang terbaik dari dua kebaikan dan mana yang lebih buruk dari dua keburukan.
Ia pun bersyair,

إنَّ اللَّبِيبَ إذَا بَدَا مِنْ جِسْمِهِ مَرَضَانِ مُخْتَلِفَانِ دَاوَى الْأَخْطَرَا
“Orang yang cerdas ketika terkena dua penyakit yang berbeda, ia pun akan mengobati yang lebih berbahaya.” (Majmu’ Al Fatawa, 20: 54).
Jadi ada pilihan yang sama buruk dan baiknya, namun beda kelas. Jadi ada yang baik dan ada yang lebih baik, juga ada yang buruk dan ada yang lebih buruk lagi.
Syaikh As Sa’di melantunkan syair dalam pelajaran kaedah fikih beliau,
فإن تزاحم عدد المصالح
يقدم الأعلى من المصالح

Apabila bertabrakan beberapa maslahat
Maslahat yang lebih utama itulah yang lebih didahulukan

وَضِدُّ تَزَاحُمُ المفَاسِدِ
يُرْتَكَبُ الأَدْنَى مِنَ المفَاسِدِ

Lawannya, jika bertabakan dua mafsadat (kerusakan),
Pilihlah mafsadat yang paling ringan

Contoh cerdas dalam memilih:
1- Jika seseorang yang terluka dan ketika sujud pasti akan keluar darah dan itu bisa membahayakannya. Ketika itu ia memilih untuk shalat dalam keadaan duduk dan memberi isyarat untuk sujud. Meninggalkan sujud ketika itu lebih ringan daripada keluarnya darah -bagi yang menganggap darah itu najis-.
2- Bolehnya membelah perut ibu yang telah mati dan masih mengandung janin, di mana masih ada harapan hidup untuk bayi tersebut.
3- Ketika ada kapal yang hendak tenggelam, maka pilihan yang cerdas adalah membuang barang-barang yang berat biar kapal bisa selamat.
September 23, 2015

# Ketika Melahirkan Adalah Waktu Berdoa Yang Mustajab

# Ketika Melahirkan Adalah Waktu Berdoa Yang Mustajab
-Ketika proses melahirkan berusaha berdoa, baik untuk krlancaran persalinan atau untuk anak yang shalih dan bermanfaat karena insyaAllah mustajab
-Memang tidak ada dalil khusus, tetapi masuk dalam dalil umum dalam keadaan kesempitan kemudian berdoa
Ketika melahirkan adalah waktu yang terasa cukup berat bagi seorang ibu, bahkan ada ungkapan “ketika melahirkan adalah antara hidup dan mati”. Keadaan yang berat dan kesusahan adalah salah satu keadaan mustajabnya doa.
Allah Ta’ala berfirman,
أَمَّنْ يُجِيْبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْءَ
“Siapakah yang mengijabahi (menjawab/ mengabulkan) permintaan orang yang dalam kesempitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan (siapakah) Dia yang menghilangkan kejelekan?”(An-Naml: 62)
Imam Ibnu Katsir menafsirkan,
“Allah menjelaskan bawha Ia-lah yang diseru ketika keadaan susah dan sempit, Ia-lah yng diharapkan ketika terjadi musibah dan bencana… (“Siapakah yang mengijabahi (menjawab/ mengabulkan) permintaan orang yang dalam kesempitan”) yaitu Dia-lah tempat kembali orang yang kesusahan, tidak kepada yang lain. Dan Dia-lah yang menghilangkan/mengangkat bahaya, tidak ada yang lain.”
Akan tetapi jika yang dimaksud oleh penanya adalah orang yang hamil ketika melahirkan –merasa sakit ketika melahirkan- maka ini termasuk dalam keumuman dalil bahwa diijabahkannya doa orang yang sedang dalam kesusahan dan kesempitan. Sebagaimana firman Allah,
Tidak diragukan lagi bahwa wanita ketika merasakan sakitnya melahirkan termasuk dalam keadaan yang susah dan sempit. Maka sudah selayaknya dimustajabkan.
September 23, 2015

SAHABAT SEJATI

SAHABAT SEJATI
Ali bin Abi Thalib -radhiallahu anhu- berkata:
إن اخاك الحق من كان معك * ومن يضر نفسه لينفعك
ومن اذا ريب زمان صدعك * شتت فيه شمله ليجمعك

Sahabat sejatimu adalah orang yang selalu bersamamu.
Yang mengorbankan dirinya demi memberimu manfaat.
Yang meneguhkan dirimu disaat engkau diterpa goncangan zaman. 
Ia rela membiarkan dirinya tercerai-berai demi keselamatanmu.

Sebagian ulama mengatakan: "Jangan berteman kecuali dengan salah satu dari dua orang:
1. Orang yang engkau belajar darinya tentang hal-hal yang berkaitan dengan agamamu. Lalu engkaupun merasakan manfaatnya. 
2. Atau orang yang engkau ajari padanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan urusan agamanya, lalu iapun menerima pengajaranmu.

Sebagian sastrawan mengatakan, " Jangan berteman kecuali dengan orang yang bisa menyembunyikan rahasiamu serta menutupi kekuranganmu. Yang selalu bersamamu disaat suka maupun duka. Yang mendahulukanmu dalam segala hal yang ia sukai. Dia menyebarkan kebaikanmu dan menyembunyikan keburukanmu. Jika engkau tidak memperoleh orang yang seperti itu, maka jangan berteman kecuali dengan dirimu sendiri ".
(Disarikan dari Al-Ihyaa karya Al-Ghazaly)

Catatan:
Syarat persahabatan yang disebutkan Al-Ghazaly merupakan syarat yang ideal sekaligus sulit. Mencarinya dizaman ini tak ubahnya bagai menegakkan benang yang basah. Lelah dan akan selalu berakhir sepi tanpa kawan. Namun mereka tetap ada. Merekalah sahabat dunia akhirat, mereka adalah karunia Allah yang tak ternilai. Umar -radhiallahu anhu- pernah berkata: "Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang sholih. Maka apabila kalian mendapati sahabat yang sholih, peganglah ia dengan erat".
Iya, genggamlah dengan erat, sebagaimana kata Imam Syafi'i -rahimahullah- "Apabila kalian memiliki sahabat -yang membantumu dalam ketaatan- maka genggam erat tangannya, karena menemukan sahabat itu sulit, sedangkan melepaskannya adalah hal yang mudah".
Namun sadari.. Sebaik apapun sahabatmu, dia tetaplah seonggok daging yang merupakan tempat salah dan lupa. Ada saat dimana dia salah dan khilaf.

Pepatah arab mengatakan:
من ذا الذي ماساء قط؟
ومن له الحسنى فقط؟
Siapakah yang tak pernah salah…?
Dan siapakah yang hanya punya kebaikan saja..?
Jadi... Maafkan bila suatu hari ia salah dan khilaf.

Raja bin Haiwah -rahimahullah- berkata:
“Barangsiapa yang hanya mau bersahabat dengan orang yang (menurutnya) tidak tercela, akan sedikit sahabat yang dimilikinya.
Barangsiapa yang hanya mengharapkan ketulusan dari sahabatnya untuk dirinya, maka ia akan selalu mendongkol.
Dan barangsiapa yang mencela sahabatnya atas setiap dosa yang dilakukannya, dia akan banyak memiliki musuh.”
(“Siyaru A’laamin Nubalaa’ IV:557)
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita sahabat-sahabat dunia akhirat.
September 23, 2015

Tiang-tiang Masjidil Haram

Tiang-tiang Masjidil Haram
Syaikh Abdullah bin Jibrin ketika ditanya mengenai beberapa tiang di Masjidi Haram yang diberi tulisan, seperti tiang "Babul Umrah", dan tiang-tiang yang lain yang tidak banyak diketahui orang, apakah nama-namanya dan apa keutamaannya?
Beliau menjawab:
لا حقيقة ولا مزية لهذه العمدة، وليس لها فضل على غيرها، فهي كغيرها من الأعمدة في المنازل
Tidak ada rahasia tersembunyi dan tidak ada keutamaan khusus pada tiang-tiang tersebut. Tiang-tiang tersebut tidak ada keutamaan khusus dari tiang-tiang lainnya. Mereka tiang biasa sebagiamana tiang-tiang bangunan lainnya.
September 23, 2015

- Mengkritik Pemerintah Secara benar -

- Mengkritik Pemerintah Secara benar -
Pertanyaan : Kepada yang mulia Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan semoga Allah memberikan taufik.
Assalâmu ’alaikum warahmatullâh wa barakâtuh
Kami mengharapkan dari Anda akan nasihat dan pengarahan yang terkait dengan penjelasan akan metode yang sesuai syari’at untuk memberikan nasihat kepada pemerintah, secara khusus pada zaman ini yang banyak terjadi fitnah-fitnah, dan juga kami harapkan akan penjelasan tentang manhaj (metode) yang sesuai syar’i tata cara untuk menyampaikan nasihat tersebut, dengan penjelasan yang disertai dengan dalil-dalil syar’i dari Al-Kitab dan As-Sunnah dengan pemahaman salafush shalih. Dan adakah kerusakan yang timbul jika nasihat tersebut disampaikan dengan terang-terangan untuk pemerintah?
Semoga Allah memberi taufik kepada Anda, dan memberkahi ilmu Anda serta memberikan kemanfaatan darinya untuk Islam dan kaum muslimin.
Jawaban : Wa ‘alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Nasihat untuk pemerintah kaum muslimin itu adalah suatu kewajiban. Berdasarkan sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam,
“Agama adalah nasihat.”
Kami (para shahabat) bertanya, “Bagi siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,
“Bagi Allah, bagi kitab-Nya dan Rasul-Nya serta bagi para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat umumnya.”
Akan tetapi hendaknya nasihat itu diwujudkan dengan tersembunyi tidak terang-terangan, cukup antara si pemberi nasihat dengan pemerintah yang terkait saja, berdasarkan hadits, “Barangsiapa yang memiliki nasihat untuk pemerintah, maka hendaknya ia mengambil tangannya lalu menasihatinya dengan sembunyi-sembunyi (tidak terang-terangan; penj.). Jika pemerintah tersebut menerima nasihatnya maka itu baik, dan jika tidak maka ia telah menunaikan kewajibannya.” Atau sebagaimana yang diucapkan beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam.
Dan pernah Usamah bin Zaid menasihati Utsamn bin Affan sebagai amirul mukminin pada saat itu radhiyallâhu ‘anhu, dengan sembunyi-sembunyi tidak menampakkan kepada manusia. Inilah tuntunan sunnah dalam menasihati pemerintah.
Adapun menegakkan ingkarul mungkar kepadanya dengan demonstrasi atau di surat-surat kabar atau di kaset-kaset atau di media-media elektronik, atau dengan tulisan-tulisan yang disebarkan, maka semua itu menyelisihi tuntunan sunnah, justru menyebabkan kerusakan dan fitnah serta kejelekan-kejelekan bahkan menyemangati untuk mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah, juga membuat perpecahan antara pemerintah dan rakyatnya, menimbulkan kebencian antara pemerintah dan rakyatnya. Dan itu semua bukanlah petunjuk dari Islam yang justru memotivasi untuk bersatu dan menaati pemerintah, maka itu semua adalah kemungkaran bukanlah nasihat sedikitpun, justru itu adalah perbuatan membongkar aib seorang manusia, lebih parah lagi jika terhadap pemerintah.
Semoga shalawat kepada Nabi kita Muhammad dan keluarga serta para shahabat beliau.