Breaking

Rabu, 12 Agustus 2015

Agustus 12, 2015

Kisah Cinta Seorang Ibu

Al-Qomah adalah sahabat Nabi saw yang baik dan pemuda yang sangat rajin beribadah. Pada suatu hari secara tiba tiba ia jatuh sakit. Isterinya menyuruh seseorang memberi kabar kepada Rasulallah saw tentang keadaan suaminya yang sakit keras dan dalam keadaan sakaratul maut.

Lalu Rasulallah saw menyuruh Ali, Bilal ra dan dan beberapa sahabat lainya melihat keadaan Alqomah. Begitu mereka sampai di rumah Alqomah, mereka melihat keadaanya sudah krisis tidak ada harapan hidup. Kemudian mereka segera membantunya membacakan kalimah syahadat (la ilaha illaah) dihadapanya, tetapi lidah Alqomah tidak mampu menyebutnya.
Setelah melihat keadaan Alqomah yang semakin menghampiri akhir ajalnya dan semakin parah ditambah lagi ia tidak mampu mengucapkan kalimat syahadat, mereka menyuruh Bilal memberitahukan Rasulallah saw. Maka Bilal menceritakan kepada beliau segala hal yang terjadi atas diri Al-Qomah.
Lalu Rasulallah saw bertanya kepada Bilal, “Apakah ayah Al-Qomah masih hidup?” Bilal pun menjawab, “Tidak ya Rasulallah, ayahnya sudah meninggal, tetapi ibunya masih hidup dan sangat tua usianya.”
Kemudian Rasulallah saw berkata lagi, “Pergilah kamu ya Bilal menemui ibunya, sampaikan salamku dan katakan kepadanya kalau ia bisa datang menjumpaiku. Kalau dia tidak bisa berjalan, katakan aku akan datang ke rumahnya menjumpainya.”
Bilal tiba di rumah ibu Alaqomah, ibunya mengatakan bahawa dia ingin menemui Rasulallah saw. Lalu ia mengambil tongkat dan terus berjalan menuju ke rumah beliau.
Setibanya disana ibu Al-Qamah memberi salam dan duduk di hadapan Rasulallah saw. Kemudian Rasulallah saw membuka pembicaranya, “Ceritakan kepadaku yang sebenarnya tentang anakmu Al-Qomah. Jika kamu berdusta, niscaya akan turun wahyu kepadaku,”
Dengan rasa sedih ibunya bercerita, “Ya Rasulallah, sepanjang masa, aku melihat Al-Qomah adalah laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas, sholeh dan selalu melakukan perintah Allah dengan sempurna, sangat rajin beribadat. Shalat dan puasa tidak pernah ditinggalkannya dan sangat suka bersedekah
“Ya Rasullah, semenjak aku mendapat kabar gembira tentang kehamilanku aku membawa Al-Qamah 9 bulan di perutku. Tidur, berdiri, makan dan bernafas bersamanya. Akan tetapi semua itu tidak mengurangi cinta dan kasihku kepadanya.”
“Ya Rasulallah, aku mengandungnya dalam kondisi lemah di atas lemah, tapi aku begitu gembira dan puas setiap aku rasakan perutku semakin hari semakin bertambah besar dan ia dalam keadaan sehat wal afiat dalam rahimku.”
“Kemudian tiba waktu melahirkanya ya Rasulallah. Pada saat itu aku melihat kematian di mataku.. hingga tibalah waktunya ia keluar ke dunia. Iapun lahir. Aku mendengar ia menangis maka hilang semua sakit dan penderitaanku bersama tangisannya.”
Ibu Al-qamah mulai menangis, lalu ia melanjutkan ceritanya, “Kemudian, berlalulah waktu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Selama itu aku setia menjadi pelayannya yang tidak pernah lalai menjadi pendampingnya yang tidak pernah berhenti. Aku tidak pernah lelah mendo’akannya agar ia mendapat kebaikan dan taufiq dari Allah.”
” Ya Rasulallah, aku selalu memperhatikannya hari demi hari hingga ia menjadi dewasa. Badannya tegap, ototnya kekar, kumis dan jambang telah menghiasi wajahnya. Pada saat itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan untuk mencari pasangan hidupnya.”
Kemudian ia melanjutkan ceritanya, “Tapi sayang ya Rasulallah, setelah ia beristri aku tidak lagi mengenal dirinya, senyumnya yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihanku, sekarang telah hilang, dan tawanya telah tenggelam. Aku benar-benar tidak mengenalnya lagi karena ia telah melupakanku dan melupakan hakku.”
“Aku tidak mengharap sesuatu darinya ya Rasulallah, yang aku harapkan hanya aku ingin melihat rupanya, rindu dengan wajahnya. Ia tidak pernah menghapiriku lagi. Ia tidak pernah menanyakan halku, tidak memperhatikanku lagi. Seolah olah aku dibuang di tempat yang jauh.”
“Ya Rasulallah, aku ini tidak meminta banyak darinya, dan tidak menagih kepadanya yang bukan-bukan. Yang aku pinta darinya, jadikan aku sebagai sahabat dalam kehidupannya. Jadikanlah aku sebagai pembantu di rumahnya, agar bisa juga aku bisa menatap wajahnya setiap saat. Sayangnya dia lebih mengutamakan isterinya daripada diriku dan menuruti kata-kata isterinya sehingga dia menentangku.”
Rasulallah saw sangat terharu mendengar cerita ibu Al-Qamah. Kemudia beliau menyuruh Bilal mencari kayu bakar utuk membakar Al-Qomah hidup hidup. Begitu Ibu Al-Qamah mendengar perintah tersebut, iapun berkata dengan tangisan dan suara yang terputus putus, “Wahai Rasullullah, kamu hendak membakar anakku di depan mataku? Bagaimana hatiku dapat menerimanya? Ya Rasulallah, walaupun usiaku sudah lanjut, punggungku bungkuk, tangganku bergetar. Walaupun ia tidak pernah menghapiriku lagi tapi cintaku kepadanya masih seperti dulu, masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Janganlah kamu bakar anakku hidup hidup”
Rasulallah saw bersabda “Siksa Allah itu lebih berat dan kekal. Karena itu jika kamu ingin Allah mengampuni dosa anakmu itu, maka hendaklah kamu mengampuninya. Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tidak akan berguna sholatnya, puasanya dan sedekahnya, semasih kamu murka kepadanya.”
Kemudian ibu Al-Qomah mengangkat kedua tangannya dan berdoa, “Ya Rasullullah, aku bersaksi kepada Allah yang di langit dan bersaksi kepadamu ya Rasullullah dan mereka-mereka yang hadir disini bahwa aku aku telah ridho pada anakku Al-Qomah.”
Lalu Rasulallah saw mengarah kepada Bilal ra dan berkata, “Pergilah kamu wahai Bilal, dan lihat kesana keadaan Al-Qomah apakah ia bisa mengucapkan syahadat atau tidak? Aku khawatir, kalau-kalau ibu Al-Qomah mengucapkan itu semata-mata karena aku dan bukan dari hatinya,”
Bilal pun sampai di rumah Alqomah, tiba-tiba terdengar suara Al-Qomah menyebut, “La ilaha illallah”. Lalu Bilal masuk sambil berkata, “Wahai semua orang yang berada di sini. Ketahuilah sesungguhnya kemarahan seorang ibu kepada anaknya bisa membuat kemarahan Allah, dan ridho seorang ibu bisa membuat keridhoan-Nya .” Maka Al-Qomah telah wafat pada waktu dan saat yang sangat baik baginya”
Lalu Rasulallah saw segera pergi ke rumah Al-Qomah. Para sahabat memandikan, kafankan dan menyolatinya diimami oleh Rasulallah saw. Sesudah dikuburkan beliau bersabda sambil berdiri didekat kubur, “Wahai sahabat Muhajirin dan Ansar. Siapa yang mengutamakan isterinya dari ibunya, maka dia akan dilaknat oleh Allah dan semua ibadahnya tidak diterima Allah.”
Wallahu’alam
Agustus 12, 2015

Kekuasaan Allah

Allah memiliki sifat Qudrat (Kuasa) yaitu sifat yang mungkin dengan kekuasaan-Nya, Dia berkehendak mewujudkan atau meniadakan segala sesuatu. Kekuasaan-Nya tidak terbatas. Kekuasaan-Nya meliputi terhadap segala sesuatu. Dia kuasa untuk memberikan hal hal yang baik, kesuksesan, kesehatan dan sebaliknya dia juga berkuasa untuk mendiadakannya, berkuasa merobah kenikmatan menjadi malapetaka, kesehatan menjadi penyakit, kemudahan mejadi kesulitan, dan kesuksesan menjadi kegagalan. Dia berkuasa atas segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.


Kekuasaan Allah berbeda dengan kekuasaan manusia yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan. Kekuasan Allah tidak ada yang bisa menghalangi-Nya. Jika Allah telah berkehendak melakukan atau tidak melakukan sesuatu, maka tidak ada suatu pun makhluk yang bisa mencegah-Nya atau memberi saran kepada-Nya.

Makanya tidak patut bagi manusia bersifat sombong, angkuh dan bangga dengan kekuasaan yang dimilikinya, karena sebesar apa pun kehebatan kekuasaan manusia, tetap kekuasaan Allah pasti lebih besar dan lebih hebat. Bahkan jika Allah berkehendak menghilangkan kekuasaan manusia, maka dalam sekejap mata saja kekuasaanya bisa hilang dan ia tidak berdaya untuk mempertahankannya.

Seorang ayah yang bijaksana, sukses dan shalih hidup bersama keluarganya dengan bahagia. Setelah usianya 65 tahun ia terkena serangan jantung yg mengharuskannya menjalani operasi, Setelah 2 kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus mengalami kenyataan pahit, ia kena virus jahat melalui tranfusi darah yg ia terima. Ia harus menerima kenyataan yang ada. Ia akan segera meninggal.

Melihat keadaan sang ayah yang sudah tidak berdaya, wajah yang pucat dan rambutnya yang habis rontok, Anaknya yang duduk disamingnya di rumah sakit berkata: “Mengapa Allah memilih ayah untuk menderita penyakit itu?”

Ayahnya menjawab dengan lembut: “ketika aku berhasil aku tidak pernah bertanya kepada Allah “mengapa aku berhasil”. Begitu pula ketika aku sehat aku tidak pernah bertanya kepada Allah “mengapa aku sehat”. Jadi ketika aku dalam kesakitan, tidak seharusnya juga aku bertanya kepada Allah “Mengapa aku menderita penyakit?”.

Dalam hidup ini kadang kadang kita merasa hanya pantas menerima hal hal yang baik, kesuksesan yg mulus, kesehatan dll. Ketika kita menghadapi hal yang sebaliknya, penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Allah tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Nya.

Maka, bersyukurlah dengan apa yang telah diberikan Allah kepada kita, baik atau buruk, kesehatan atau penyakit, keberhasilan atau kegagalan. Manusia itu lemah dan memiliki keterbatasan, sedang Allah Maha Kuasa memiliki segala kehendak yang tidak terbatas.

Wallahu’alam
Agustus 12, 2015

Sekedar Renungan

Barangkali secara kebenaran setiap saya pulang libur ke jakarta musti ada yang meninggal. Paman saya meninggal saya berada di jakarta. Bibi saya meninggal saya berada di jakarta. Masih misan bapak saya meninggal saya berada di jakarta. Misan saya Alwi meninggal saya berada di jakarta. Terakhir mertua saya meninggal di rumah saya dan saya berada di jakarta. Semua mereka usianya diatas saya kecuali misan saya Alwi meninggal secara mendadak.. serangan jantung. Masuk ke rumahnya dalam keadaan sehat, hanya beberpa saat denyut jantungnya terhenti lalu.. meninggal.

Cukup bikin saya kederawasan, terutama waktu misan saya dikubur tanahnya longsor, diangakat lagi mayatnya, sempat tersingkap wajahnya penuh tanah merah. Semoga Allah mengampuni dosa dosanya. amiiin
Banyak orang meninggal mendadak. Masih besan ana.. diundang kawinan, makan kebuli. Sebelum pulang mampir ke rumah temannya. Kepalanya terasa sakit rasanya mau pecah. Dibawa ke RS Pasar Rebo. Baru masuk.. pembuluh darahnya di otak pecah.. keluar darah dari hidung dan mulut lalu.. meninggal.
Dan masih banyak lagi cerita cerita karabat kita yang meninggal secara mendadak. Macam macam sebab musabab tapi yang namanya meninggal tetap meninggal. 
Kalau sudah mati habis riwayatnya di dunia.. tutup buku.. dikubur. Buka buku baru namanya buku akhirat. Sesuatu yang ghaib tidak bisa diraba, tidak bisa dilihat, tidak bisa didengar, tidak bisa dirasakan oleh panca indar. Hanya keyakinan kita yang teguh berdasarkan al-Quran dan hadist yang harus diimani. Gitu kan??
Maka masuklah periode baru di dalam kubur yaitu nikmat kubur atau adzab kubur. Nabi bersabda: ”kuburan itu taman dari taman tamannya surga atau lobang dari lobang lobangnya api neraka”
Adapun siksa kubur dibagi menjadi dua. pertama yang bersifat rutin, berlangsung terus menerus sampai datangnya hari kiamat yaitu diterima bagi orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-nya. Ada lagi yang kedua bersifat sementara, yaitu siksaan yang diterima oleh orang mukmin yang melakukan keburukan di saat hidupnya di dunia. Ia akan disiksa sesuai dengan dosa yang dilakukannya. Siksaan ini bisa terhenti jika apa yang telah diterima dianggap cukup untuk menebus dosa yang telah dilakukanya.
Pernah Ustman bin Affan ra berdiri di muka kuburan. Ia menangis tersedu sedu sampai jenggotnya basah. Disaat disebut dihadapnya surga dan neraka beliau tidak menangis. Kenapa begitu? Karena beliau teringat sabda Nabi saw: sesungguhnya kuburan itu persimpangan pertama dari persimpangan akhirat,  jika ia berhasil maka yang berikutnya akan mudah. Tapi sebaliknya jika tidak berhasil maka yang berikutnya akan lebih susah.
Salah satu yang bisa meringankan seseorang dari azab kubur adalah doa dan dan istighfar yang selalu dikiriman dan dipanjatkan oleh sanak keluarga, famili, dan teman-teman yang masih hidup. Maka dianjurkan kepada orang yang masih hidup dunia agar senantiasa mendoakan keluarga, terutama kedua orang tua, sahabat atau seluruh kaum muslimin yang telah meninggal dunia. Hal itu merupakan salah satu bentuk hadiah untuk meringankan azab kubur kepada mereka.
Maka Rasulullah saw menganjurkan ummatnya untuk senantiasa berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari adzab kubur di setiap akhir tasyahud sebelum salam ketika shalat. ”ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah al masih ad-dajjal”
Banyak kita dengar orang mati dan tidak dikubur seperti mati di laut, mati di pesawat tidak diketemukan mayatnya, mati terbakar.. dll. Tapi tetap ada azab kubur walaupun jasadnya tidak dikubur. Ada cerita sohib ana pergi ke Hongkong mau beli barang. Kebetulan yang punya perusahaan ibunya meninggal. Katanya; ibunya tidak dikubur, dimasukan kedalam oven yang panasnya ribuan derajat. Setelah beberapa jam oven dibuka, mayat menjadi abu. Lalu abunya dimasukan kedalam toples, dibawa kerumahnya dibikin sesembahan setiap hari. Biarpun jasadnya dimasukan kedalam toples tetap ada azab kubur..
Seharusnya seorang muslim jangan memperdebatkan apakah siksa kubur itu akan diterima oleh ruh dan jasad seseorang, atau siksa kubur hanya diterima oleh ruh tanpa jasad. Sebaiknya seorang muslim mempercayai adanya nikmat dan adzab kubur dan menyakininya dengan keyakinan yang kuat bahwa nikmat dan adzab kubur adalah hal ghaib yang wajib diimani.
Pernah siti Aisyah ra mengisahkan bahwa ia dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadanya seorang wanita Yahudi, minta-minta dan setelah ia beri, ia berdoa: “semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur”. Ia menyangka bahwa keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi. Lalu ia ceritakan kepada Nabi saw. Beliaupun memberitahu kepadanya bahwa siksa kubur itu hak benar.
Jadi, nikmat dan adzab kubur ini adalah hal yang haq atau benar tidak bisa ditawar lagi akan keberadaanya. Dalil-dalil dari Nabi saw, dan dari para sahabat telah menunjukkan kebenarannya secara pasti dan kita wajib mengimaninya karena merupakan tuntutan keimanan kita kepada hari kiamat yang merupakan rukun iman keenam dimana tidak sah iman seseorang kecuali harus beriman kepada semua rukun iman yang enam.
Diantara dalilnya hadits Nabi saw, Rasulullah pernah berjalan melewati salah satu kuburan di kota Madianah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di dalam kubur. Beliau bersabda, keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena perbuatan dosa besar. Yang pertama karena tidak beristinja’ atau tidak menjaga kebersihan dari air kencing (tidak cebok) dan yang lainnya ia senantiasa bernamimah (mengupat / ceritain orang)..
Wallahualam
Agustus 12, 2015

Keajaiban Al-Qur’an

* MEMBELAH BULAN

Apa mungkin terjadi?
 bulan 1

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ  وَإِن يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ

” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (Al Qomar, 1-2)
Sebelum Rasulullah saw berhijrah ke Madinah, tokoh tokoh kafir Quraisy berkumpul seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan lain lainnya. Mereka berkumpul meminta kepada Nabi saw hal yang mustahil bisa terjadi menurut keyakinan mereka bisa melemahkan kedudukan beliau sebagai Nabi. Mereka meminta kepada Nabi saw untuk membelah bulan. Hal yang tidak masuk akal bukan? Mereka berkata, “Ya Muhammad, seandainya kamu benar benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua”. Rasulullah saw berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya.”.
Lalu Rasulullah saw berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah saw memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Subahanallah. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah saw berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.” .
Demikian jarak belahan bulan itu cukup jauh sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Menurut sebagain riwayat bulan terbelah menjadi dua belahan, belahan pertama berada di jabal Abi Qubais *(1) dan sebelah lagi berjalan ke arah jabal Qauqu’an *(2). Kemudian kedua belan bulan itu kembali bersatu. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan mata telanjang..
 bulan
Foto garis belahan bulan menurut NASA
Atas peristiwa ini Allah menurunkan ayat Al Qur’an: ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (Al Qomar, 1-2)
*(1) Jabal Abi Qubais.
Setiap muslim yang datang ke Makkah untuk berhaji atau berumrah pasti mendengar nama Jabal Abi Qubais, tapi dimana tempatnya banyak yang tidak mengetahuinya. Jabal Abi Qubaiis berada disebelah timur Baitullah, Jika kita berdiri membelakangi Hajar Aswad, maka pandangan kita akan melurus ke sebuah istana megah (Istana Shafa) berdiri diatas sebuah bukit yang telah dipapas. Sebetulnya memotong sebuah pohon saja di Makkah tidak diperbolehkan, apalagi mempapas sebuah bukit bersejarah.  Bukit yang telah dipapas sedemikian rupa, itulah Jabal Abi Qubais yang mempunyai sejarah yang berkaiatan dengan sejarah Baitullah dan Kota Makkah.
Menurut Sayyid Dr. Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam kitabnya “Fi Rihab al-Baitil Haram”,  Jabal abi qubais adalah bukit yang letaknya sangat dekat dengan Masjidil Haram dan berhadapan dengan bukit Shofa. Ia merupakan gunung yang pertama kali diciptakan Allah dimuka bumi setelah penciptaan baitullah Ka’bah.
Jabal Abi Qubais atau yang lebih dikenal oleh orang Indoneisa dengan nama Jabal kubais, mempunyai ketinggian 420 meter. Dulu di atas puncak bukit tersebut ada sebuah masjid kecil yang dinamakan Masjid Bilal.  Bukit ini menurut ulama Makkah merupakah bukit mulia karena berdekatan dengan Ka’bah dan menghadap ke bukit Shofa. Ada riwayat yang menyatakan bahawa Jabal Abi Qubais adalah gunung / bukit pertama yang diciptakan Allah dimuka bumi kemudian terpencar darinya jabal jabal lainya.
Banyak peristiwa bersejarah berkait dengan Jabal Abi Qubais. Jabal Abi Qubais dikenal juga dengan nama Jabal al-Amin (bukit kepercayaan / bukit penyimpan amanah), kerena Allah telah mengamankan Hajar Aswad di bukit ini pada waktu datangnya air bah di zaman nabi Nuh as. Tatkala nabi Ibrahim as membangun Baitullah, Hajar Aswad dikeluarkan kembali dari Jabal Abi Qubais lalu dibawa oleh Jibril as dan serahkannya kepada nabi Ibrahim as untuk disimpan disudut Ka’bah.
Selain dari pada itu, diriwayatkan juga bahwa batu-batu yang digunakan untuk membangun Baitullah oleh nabi Ibrahim as diambil dari Jabal Abi Qubais dan Jabal al-Ka’bah. Setelah nabi Ibrahim ra selesai membangun Ka’bah, ia naik ke atas jabal Abi Qubais. Dari atas bukit ini ia berseru:

وَأَذِّن فِي ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَميِقٍ

” Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (al-Hajj: 27)
 Banyak juga riwayat yang menyatakan bahwa mukjizat Rasulallah saw membelah bulan terjadi di Jabal Abi Qubais seperti kisah diatas.
*(2) Jabal Qua’iqu’an
Ia dinamakan juga Qaiqu’an adalah bukit yang berada di sebelah selatan Masjidil Haram, terletak di daerah pintu menuju arah Syamiah dan berhadapan dengan bukit Marwah. Menurut Sayyid Dr. Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam kitabnya “Fi Rihab al-Baitil Haram”,  jabal ini memilki banyak nama diantaranya jabal al-’Abadi atau jabal Al-Sulaimaniyah atau jabal Al-Sudan atau jabal al-Hindi, dan ketinggiannya kurang lebih 410 m dari permukaan laut.
jabal Qaiqu’an merupakan jabal yang memilki nilai sejarah yang peting diataranya mukjizat Rasulallah saw disaat membelah bulan, satu belahan berada di atas Jabal Qubais, dan belahan kedua bergerak kearah Jabal Qaiqu’an.
Jabal ini merupakan jabal Akhsyabi atau bukit berbatu yang sangat keras setelah jabal Abi Qubais. Telah diriwatkan bahwa Jibril as pernah datang kepada Rasulllah saw lalu berkata ” Wahai Muhammad, seandainya kamu berkehendak agar aku hempaskan ke dua gunung batu keras ini kepada mereka (kafir Quraisy), maka akan kulakukan”. yang dimaksud dengan dua gunung batu keras disini adalah jabal Abi Qubais dan jabal Qaiqu’an.
Wallaua’lam/ Hasan Husen Assagaf  
* TIGA KEGELAPAN
tiga kegelapan
Dulu, kata Professor Dr. Zaghlul an-Najjar, para doktor tim peneliti bayi tabung telah membuat percobaan dalam pembuatan bayi tabung. Pada percobaan pertama mereka gagal, percobaan terus dilakukan dan seteturnya kegagalan berlangsung dalam waktu cukup lama. Sampai mereka melakukan percobaan dalam dalam ruang yang gelap, ternyata berhasil tapi sayang menghasilkan bayi bayi yang abnormal. Kemudian terus mereka melakukan percobaan di ruang yang sangat gelap gulita, ternyata mereka berhasil dan sukses..
Al-qur’an telah mendahului fakta Ilmiah: menurut al-qur’an proses penciptaan janin (manusia) dalam perut ibunya melalui tiga kegelapan:
– Kegelapan pertama: kegelapan dinding perut.
– Kegelapan Kedua: kegelapan dinding rahim.
– Kegelapan ketiga: kegelapan dinding ari ari

يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلاثٍ

“Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan”  (al-zumar 6)
Kalo kita buka tafsir, Adz-dzulmah dalam bahasa artinya : perginya cahaya atau kegelapan.
itu menurut Ibnu Mandhur dalam kitabnya lisanul Arab. Jama’ (plural) dari dzulmah adalah dzulumat, artinya kegelapan kegelapan
Adapun penapsiran Ibnu Jarir At-Tabari dzulumat ats-tsalatsa adalah tiga kegelapan: berarti: kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim dan kegelapan dalam kegelapan ari-ari
Subahanallah… “Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (al-zumar 6)
Wallahu’alam
Hasan Husen Assagaf
* LAUT & SUGAI
البحرين
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” –  Ar-Rahman 19-21
Barzakh adalah pemisah (batas) antara satu alam dengan alam yang lain.
Yang dimaksud dengan barzakh (pemisah) disini adalah terpisahnya air laut (air asin)
dengan air sungai (air tawar. Meskipun adanya dua jenis air bersama-sama
bersinggungan tetapi mereka tidak berbaur dan ikan-ikan di setiap jenis air tidak
berpindah ke jenis air lainnya.. Subahnallah Maha Tinggi, Maha Bijaksana, dan Maha Berkuasa..
Surat Ar-Rahman.. silahkan menyimak http://www.tvquran.com/hafez-ishak-danish_3.htm
Wallahu’alam
Agustus 12, 2015

Niat Baik

Seorang pria bangun pagi-pagi buta untuk sholat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, ia jatuh dan pakaiannya kotor. Ia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, ia berganti baju, berwudhu, dan lagi berjalan menuju masjid.

Dalam perjalanan kembali ke masjid, ia jatuh lagi di tempat yg sama. Ia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah. Di rumah, ia sekali lagi berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, ia bertemu seorang pria yang memegang lampu. Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab “Saya melihat anda jatuh dua kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda.”
Pria pertama mengucapkan terima kasih atas kebaikannya dan mereka berdua berjalan menuju masjid. Saat sampai di masjid, pria pertama mempersilahkan kepada pria yang membawa lampu agar masuk dan sholat subuh berjama’ah. Pria kedua menolak. Pria pertama mengajak lagi hingga berkali-kali dan lagi jawabannya sama.
Akhirnya, pria pertama bertanya, “Kenapa anda menolak untuk masuk dan sholat?”. Pria kedua menjawab “Aku adalah Setan”. Pria itu terkejut dengan jawaban pria kedua. Setan kemudian menjelaskan, “Saya melihat kamu berjalan ke masjid, dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa-dosamu. Kemudian saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal di rumah saja, kamu tetap memutuskan kembali masjid. Karena hal itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu. Saya khawatir jika saya membuatmu jatuh untuk yang ketiga kalinya, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dgnselamat.”
Cerita ringan tapi kita bisa mengambil hikmah jangan sekali kali kita melepaskan niat kita semasih niat itu kita pandang baik. karena kita tidak tahu ganjaran yang akan kita dapatkan dari Allah. Begitu pula jangan biarkan setan mendapatkan keuntungan dari setiap perbuatan buruk yang kita sudah niati untuk meninggalkanya, karena kita tahu berapa banyak dosa yang dibebani kepada kita.
Pointnya, bersabarlah dalam segala kesulitan yg kita temui dalam usaha kita untuk melaksanakan niat baik tersebut.
Wallahua’lam